“(Un)Well”: Menguak Kepercayaan Semu Industri Pengobatan Alternatif

(Un)Well menguak industri pengobatan alternatif (ultimagz)
Poster serial dokumenter "Un(Well)". (Foto: netflix.com)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Selama beberapa tahun terakhir, kesehatan menjadi primadona di tengah masyarakat. Orang-orang mulai menaruh perhatian pada tubuh: mengatur pola makan, berolahraga, hingga menjaga kesehatan mental. Seiring dengan sadarnya masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan selaras dengan alam, industri pengobatan alternatif pun banyak dilirik pasar. Namun, apakah pengobatan alternatif benar-benar menyembuhkan?

Serial dokumenter “Un(Well)” yang rilis pada layanan alir video Netflix pada pertengahan Agustus lalu mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Terdiri dari enam episode, musim pertama “Un(Well)” menguak sisi gelap beberapa produk dan layanan pengobatan alternatif, mulai dari minyak esensial (essential oil), neotantra (seks tantra), penggunaan air susu ibu (ASI) sebagai suplemen bagi orang dewasa, berpuasa, hingga ayuascha dan terapi sengatan lebah.

Mungkin, minyak esensiallah yang paling familiar di telinga masyarakat Indonesia. Minyak yang didapat dari menyuling bagian tumbuhan ini umumnya digunakan sebagai aromaterapi, baik sebagai pengharum ruangan, maupun campuran berbagai produk kecantikan dan makanan. Namun, sebagian orang percaya bahwa penggunaan minyak esensial dapat menjaga imun tubuh hingga menyembuhkan penyakit kronis seperti kanker.

Dalam “Un(Well)”, digambarkan bahwa kepercayaan ini terbentuk akibat teknik pemasaran yang salah. Dua pemain terbesar di industri minyak esensial, Young Living dan dōTerra, adalah perusahaan dengan sistem multi-level-marketing (MLM). Agen-agen penjual kelas bawah yang putus asa karena tak mendapatkan keuntungan, mulai memasarkan minyak esensial sebagai ‘penyembuh segala’, bahkan merekomendasikan kepada pelanggan untuk mengonsumsi minyak esensial yang sebenarnya hanya diperuntukkan untuk pemakaian luar.

Kepercayaan semu terhadap pengobatan alternatif hanya karena ia dianggap lebih alami menjadi topik berulang dalam semua episode “Un(Well)”. Para pemberi layanan pengobatan alternatif dipotret layaknya pemimpin kultus yang pengikutnya telah putus asa dan tak percaya lagi kepada pengobatan modern. Kepercayaan semu inilah yang menjadi akar bahaya dalam praktik-praktik pengobatan alternatif. Dalam episode neotantra misalnya, terdapat kisah seorang perempuan yang diperkosa oleh fasilitator neotantranya. Dalam episode tentang berpuasa, seorang pria meninggal dunia karena menjalani puasa air selama 32 hari.

Meski begitu, beberapa episode “Un(Well)” berakhir dengan testimoni ‘pasien’ yang merasakan manfaat dari praktik yang dibahas. Hal ini terasa inkonsisten dan berbahaya, mengingat banyaknya sisi negatif yang ditunjukkan sepanjang episode. Pertanyaan tentang baik-buruk industri pengobatan alternatif yang coba dijawab “Un(Well)” pun berakhir menggantung tanpa jawaban yang jelas.

Penulis: Charlenne Kayla Roeslie
Editor: Maria Helen Oktavia
Foto: netflix.com