SERPONG, ULTIMAGZ.com – Paham feminisme yang mendukung kesetaraan antara laki-laki dan perempuan kian mendapatkan perhatian publik. Namun sayang, dewasa ini masih banyak pihak yang belum paham sepenuhnya mengenai feminisme.
Berikut ini adalah beberapa pemahaman keliru terhadap feminisme :
1. Kaum feminis membenci laki-laki :
Masih banyak orang yang berfikir bahwa menjadi feminis sama dengan membenci laki-laki. Tetapi itu tidak benar, karena feminis merupakan kaum yang mempercayai dan mendukung kesetaraan gender.
Kaum feminis menuntut hak, kesempatan, cara pandang, tolak ukur, dan derajat yang sama dengan kaum pria. Sebab seperti kita ketahui, stigma bahwa pria lebih baik, kuat, cerdas, hebat, berani, dan sebagainya telah melekat dalam pola pikir masyarakat umum.
2. Feminis hanya dianut perempuan
Hal ini tidak benar. Feminis yang berarti mendukung kesetaraan gender dapat dianut oleh pria maupun wanita.
Apabila seorang pria mendukung kesetaraan gender, maka ia adalah seorang feminis. Paham feminisme dapat dianut oleh siapa pun, terlepas dari gender ataupun usia.
3. Misi feminisme adalah melemahkan pria
Banyak pihak yang berfikir bahwa kaum feminis bertujuan untuk menghancurkan derajat pria dan membuat wanita memiliki derajat yang lebih tinggi dari pria. Namun, itu merupakan kesalahan besar.
Paham feminisme tidak bertujuan untuk melemahkan atau menjatuhkan kaum manapun. Feminisme bertujuan untuk menyetarakan wanita dengan pria. Baik dari hak, kesempatan, cara pandang, tolok ukur, hingga derajat.
4. Feminis tidak percaya pernikahan
Banyak pihak yang berfikir bahwa kaum feminis adalah para wanita yang merasa tidak membutuhkan kehadiran pria dalam hidupnya, serta tidak ingin menikah.
Sesungguhnya, feminis wanita tidak pernah menolak kehadiran pria dalam hidupnya dan kaum feminis wanita tetap berkeinginan untuk menikah dan berkeluarga. Paham feminis percaya dengan kesetaraan, wanita dan pria bisa menjadi lebih kompak dan saling menghargai.
5. Feminis wanita tidak memerlukan riasan wajah dan bra
Bohong. Feminisme memberikan perempuan pilihan, bukan membatasi ekspresi pribadi.
Wanita memakai riasan wajah bukan karena merasa tidak percaya diri atau ingin menutup kekurangan fisiknya. Wanita merias wajah karena ia bebas mengekspresikan dirinya dan bebas melakukan apapun yang bersifat positif.
Bra adalah sesuatu yang memang dibutuhkan oleh kaum wanita. Tidak mengenakan bra tak ada hubungannya dengan paham feminisme. Mengenakan bra atau tidak, itu pilihan tiap pribadi.
Penulis: Theresia Bella Callista
Editor: Gilang Fajar Septian
Foto: voa.com