Cegah Risiko Berjemur dengan Gunakan Tabir Surya

tabir surya
Ilustrasi seseorang yang sedang menggunakan tabir surya selama berjemur agar mengatasi paparan sinar ultraviolet. (Foto: ULTIMAGZ/Kyra Gracella)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com — Semenjak merebaknya pandemi COVID-19, pemerintah menyarankan masyarakat untuk melakukan pembatasan fisik atau physical distancing. Selama berjaga jarak, masyarakat dianjurkan untuk berjemur supaya imunitas tubuh tetap stabil.

Namun, paparan sinar ultraviolet dari matahari dapat menjadi sumber penyakit kulit. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Asisten Profesor Dermatologi di Harvard Medical School Dr. Jennifer Lin merekomendasikan untuk menggunakan tabir surya.

“Sebaiknya gunakan tabir surya untuk pencegahan kanker kulit, termasuk pencegahan melanoma,” ujar Dr. Jennifer Lin yang juga merupakan Wakil Direktur dari klinik risiko dan pencegahan melanoma di Brigham and Women’s Hospital, Boston, Amerika Serikat.

Melanoma merupakan salah satu jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Kanker kulit ini berkembang pada bagian sel pigmen kulit yang merupakan penghasil melanin (melanosit). Melanin merupakan pigmen yang dapat memberikan warna pada kulit. Pigmen dalam melanin memiliki fungsi untuk melindungi kulit dari kerusakan dan menyerap sinar ultraviolet.

Setiap tahunnya, terdapat kurang lebih 150.000 dari 238 juta-an masyarakat Indonesia yang terjangkit melanoma. Salah satu penyebab penyakit melanoma adalah radiasi sinar ultraviolet A dan B yang dipancarkan oleh matahari. Pasalnya, radiasi ultraviolet paling kuat terjadi pada pukul 10 pagi hingga 4 sore.

Selain menyebabkan melanoma, sinar UVA sendiri dapat membuat sel-sel kulit cepat menua atau keriput dan kerusakan tidak langsung pada DNA. Sementara itu, sinar UVB dapat menimbulkan kerusakan secara langsung pada DNA sel-sel kulit. Alhasil, sinar UVB memicu kanker kulit dan kulit gosong atau kemerahan (sunburn).

Untuk mengatasi paparan sinar ultraviolet dari matahari selama berjemur, Ultimates dapat menggunakan tabir surya yang mengandung Protection Grade of UVA (PA) dan Sun Protector Factor (SPF). Kandungan PA berguna untuk menahan UVA sedangkan SPF untuk UVB. Efektivitas tabir surya juga tergantung dari seberapa tingginya kandungan PA dan SPF. Semakin tinggi kandungannya, maka semakin efektif tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Bukan hanya itu, Ultimates juga dianjurkan untuk memilih tabir surya yang mengandung titanium dioxide dan zinc oxide. Hal ini dilakukan agar dapat memperoleh perlindungan kulit yang lebih kuat.  

 

Penulis: Elisabeth Diandra Sandi

Editor: Abel Pramudya

Foto: Kyra Gracella

Sumber: health.harvard.com, kompas.com, katadata.id, beritagar.id, bps.go.id