Kisah Tangan Kanan di “I Lost My Body”

"I Lost My Body"
Poster film "I Lost My Body" (Foto: netflix.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.comBagian-bagian tubuh sebenarnya memiliki kisahnya masing-masing. Lutut kaki dengan bekas luka, jari manis yang disematkan cicin, atau rambut yang sudah tidak lagi terlihat warna aslinya. Di film “I Lost My Body” sebuah tangan kanan menceritakan kisahnya.

“I Lost My Body” yang sempat menjadi nominasi untuk Film Animasi Terbaik 92nd Academy Awards ini diawali dengan tangan kanan yang hidup kembali setelah dipisahkan dari tubuhnya. Kebingungan, ia lalu memutuskan untuk pergi mencari pemiliknya, seorang pemuda bernama Naoufel. Perjalanannya sama sekali tidak mudah. Ketahuan oleh manusia yang ditemui itu satu hal, tetapi hewan liar juga ikut menyerangnya. Selama perjalanan panjang ini pula, tanpa suara maupun ekspresi wajah ia bercerita tentang hidup Naoufel. Mulai dari masa kecilnya yang tragis, kehidupan dewasanya yang jauh dari kata mudah, sampai akhirnya bertemu dan jatuh cinta dengan seorang gadis bernama Gabrielle.

Penggunaan animasi dalam “I Lost My Body” kerap memiliki maksud untuk menjadi medium bagi kisah-kisah yang sulit diungkapkan. Kali ini, melihat sebuah tangan hidup dengan sendirinya dan mencari-cari pemiliknya merupakan contoh indah. Namun, meskipun konsepnya bisa dianggap absurd, kisah hidup pemuda ini begitu realistis dan dekat dengan kehidupan nyata.

Berjudul asli “J’ai perdu mon corps”, film ini memiliki alur cerita maju mundur. Proporsi film banyak digunakan untuk menunjukkan adegan perjalanan tangan kanan. Namun, terlihat jelas dalam beberapa bagian ada waktu baginya untuk mengingat kembali babak-babak dalam hidup Naoufel. Menemukan mainan mobil yang sudah terbalik merupakan salah satu contohnya, benda ini mengingatkan si tangan kanan akan kecelakaan yang pernah dilalui oleh Naoufel.

Tangan yang menjadi fokus utama tidak memiliki ekspresi wajah. Namun, para animator berhasil membuat para penonton merasakan apa yang ia rasakan dengan pengambilan gambar yang begitu menggugah emosi. Hal ini terlihat dari objek fokus, gerak gerik, maupun musik yang dimainkan.

Penggunaan warna yang berbeda juga terlihat berpengaruh dalam mewujudkan suasana tertentu. Ketika ditunjukkan adegan kilas balik tokoh utama, warna yang digunakan hanya hitam, putih, dan abu-abu. Ini menimbulkan perasaan bahwa kejadian yang ditunjukkan sudah lama terjadi dan sudah usai. Sementara untuk kejadian di masa kini, kerap menggunakan warna-warna terang sebagai simbol hal-hal baru.

Sayangnya, beberapa bagian terasa membosankan. Terdapat dialog yang kurang memiliki dampak khusus dalam cerita, seperti hanya untuk mengisi bagian-bagian kosong.

Film “I Lost My Body” karya sutradara Jeremy Clapin adalah film yang memiliki konsep unik, jauh dari kata biasa. Namun, film ini berhasil mengungkapkan sebuah kisah yang begitu dekat dan emosional. Membiarkan sebuah tangan kanan bercerita adalah cara baru untuk menyampaikan pesan kehidupan.

Penulis: Nadia Indrawinata

Editor: Xena Olivia

Foto: netflix.com