Kurang Aktif, Mahasiswa dan Universitas Perlu Tingkatkan Partisipasi SDG

Partnership-goals-sdg
Mewujudkan SDG bersama Partnership for The Goals. (ULTIMAGZ/Melati Pramesthi)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Muda, bertenaga, kreatif, dan kritis itulah mahasiswa. Peran mahasiswa sejatinya lebih dari sekadar penerima manfaat Sustainable Development Goals (SDG) yang dicanangkan, tetapi juga pelaku penggerak. Namun, sudahkah mahasiswa menyadari perannya tersebut?

Pada 21 April 2021 lalu, Times Higher Education (THE), lembaga pemeringkatan universitas bergengsi seluruh dunia merilis Impact Rankings 2021. Impact Rankings adalah jenis pemeringkatan THE yang mengukur keberhasilan universitas dalam mencapai SDG. Tercatat bahwa ada 1.115 universitas dari 94 negara yang berpartisipasi dalam pemeringkatan dan salah satunya ada Indonesia. Namun, dengan total 2.136 perguruan tinggi di Tanah Air berdasarkan data Kemendikbud 2020, hanya 18 universitas yang berpartisipasi dalam pemeringkatan THE Impact Rankings 2021. Melihat partisipasi yang minim, mahasiswa melalui universitas perlu menyadari potensi besarnya untuk berkontribusi dalam pencapaian SDG.

SDG mempunyai cita-cita yang besar. Ia memiliki 17 tujuan dan 169 target untuk dicapai pada 2030. Salah satu tujuan tersebut adalah tujuan nomor 17 yaitu partnership for the goals atau kemitraan untuk mencapai tujuan. Tujuan ini pun turut menjadi penilaian penting THE Impact Rankings mengingat pencapaian cita-cita SDG pada 2030 hanya dapat tercapai jika semua pihak mau bekerja sama. Semua pihak itu termasuk pihak-pihak yang ada di lembaga pendidikan yakni, perguruan tinggi bersama mahasiswa.

Kampus Aktif Bersama Mahasiswa

Ilustrasi-Partnership-for-The-Goals
Ilustrasi Partnership for The Goals. (ULTIMAGZ/Melati Pramesthi)

Pemuda dapat menjadi kunci kesuksesan SDG jika dibekali oleh kemampuan dan keterampilan yang baik. Dengan begitu, penting sekali bagi universitas untuk mampu mendorong dan memfasilitasi mahasiswa agar berperan dan saling bekerja sama dalam mencapai SDG.

Salah satunya dengan cara membentuk tim kerja yang fokus pada isu-isu SDG. Tim kerja tersebut yang akan menjadi pelopor berbagai agenda penanganan isu SDG, lalu mensosialisasikannya, dan merekap aksi nyata ke dalam laporan SDG tahunan universitas. Tim ini pula yang aktif menyerahkan data-data SDG yang dilakukan kampus ke portal THE Impact Rankings.

Untuk dapat masuk ke dalam radar THE Impact Rankings, universitas dan mahasiswa perlu meningkatkan jumlah publikasi internasional terindeks Scopus. Scopus sendiri adalah salah satu pusat data sitasasi atau literatur ilmiah yang menjadi acuan standar kualitas publikasi ilmiah milik Elsevier yang bermitra dengan THE. Kualitas publikasi tersebut dilihat dari jumlah sitasi atau kutipan yang dihasilkan. Untuk meningkatkan jumlah sitasi, mahasiswa dapat bekerja sama bersama ahli-ahli atau mengangkat topik yang relevan  dalam publikasinya. Selain kualitas, kuantitas seperti memasukkan kata kunci SDG di dalam judul, abstrak, dan bagian laporan lainnya juga penting.

Program kegiatan penanganan isu SDG juga perlu diperbanyak oleh universitas. Hal ini dapat dilakukan dengan kolaborasi bersama suatu komunitas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), pemerintah, dan organisasi termasuk organisasi mahasiswa.

Perkembangan Peringkat Indonesia di Dalam Dunia

THE Impact Rankings pertama kali dirilis pada 2019. Terdapat 450 universitas dari 76 negara yang berpartisipasi termasuk Indonesia. Sebanyak 7 universitas mewakili Indonesia yakni, Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Pada 2020, UNY tidak lagi berpartisipasi tetapi, partisipan dari Indonesia bertambah dari Universitas Brawijaya (UB), Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dengan demikian, terdapat 9 universitas mewakili Indonesia di THE Impact Rankings 2020. Angka partisipan Indonesia pun bertambah  dua kali lipat menjadi 18 universitas pada THE Impact Rankings 2021. Partisipan baru tersebut adalah Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sebelas Maret (USM), Universitas Telkom, Universitas Bakrie, Universitas Lampung, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Institut Teknologi PLN.

Kemudian, ITS yang berada pada peringkat terakhir di Indonesia pada THE Impact Rankings 2020 menjadi peringkat pertama pada 2021. ITS juga menempati peringkat ke-64 di dunia. Bukan hanya ITS, Unhas juga mencapai yang mengesankan walau baru bergabung pada tahun ini. Unhas berada di peringkat kedua Indonesia dan ke-79 di dunia. Sementara, untuk peringkat pertama di dunia dipegang oleh University of Manchester, Britania Raya.

Melalui pemeringkatan THE Impact Rankings, universitas beserta mahasiswa dapat terus sadar dan memantau perannya sebagai penggerak SDG. Universitas juga dapat mengevaluasi kebijakan atau programnya agar dapat tepat sasaran pada persoalan SDG.

 

Penulis: Vellanda

Editor: Andi Annisa Ivana Putri, Maria Helen, Xena Olivia

Sumber: Nasional.sindonews.com, www.timeshighereducation.com

Foto: Melati Pramesthi