Masa Menopause, Saat Wanita Berhenti Menstruasi

Ilustrasi wanita yang mengalami masa menopause. (Foto: pexels.com)
Ilustrasi wanita yang mengalami menopause. (Foto: pexels.com)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Masa menopause merupakan periode ketika wanita sudah tidak lagi mengalami menstruasi. Fenomena ini terjadi saat ovarium wanita berhenti memproduksi hormon estrogen dan progesteron, dikutip dari medlineplus.gov. Masa ini biasa terjadi pada wanita usia 40-an atau 50-an, dilansir dari mayoclinic.org.

Menopause adalah proses biologis alami. Namun gejala fisik, seperti hot flashes (rasa panas yang menjalar di tubuh), dan gejala emosional dari fenomena ini dapat mengganggu tidur orang yang mengalaminya, menurunkan energinya, atau mempengaruhi kesehatan emosional orang tadi, bersumber dari mayoclinic.org. Dampak lain yang timbul adalah meningkatnya berat badan, dilansir dari healthline.com.

Melansir webmd.com, menopause yang terjadi secara natural berlangsung dalam tiga tahap:

  1. Perimenopause: Fase ini biasanya dimulai beberapa tahun sebelum menopause, yakni ketika ovarium wanita secara perlahan menghasilkan lebih sedikit estrogen. Perimenopause berlangsung hingga menopause, yaitu saat ovarium wanita berhenti melepaskan sel telur. Dalam satu hingga dua tahun terakhir tahap ini, kadar estrogen turun lebih cepat. Banyak wanita mengalami gejala menopause di saat ini.
  2. Menopause: Tahap ini merupakan keadaan saat wanita sudah tidak mengalami menstruasi selama setahum. Ovariumnya telah berhenti melepaskan sel telur dan terfokus dalam memproduksi hormon estrogen.
  3. Pasca menopause: Tahap ini adalah tahun-tahun setelah menopause. Gejala menopause, seperti hot flashes, biasanya mereda. Namun, risiko kesehatan yang terkait dengan hilangnya estrogen meningkat seiring bertambahnya usia.

Beberapa gejala menopause ialah menstruasi yang tidak teratur, kekeringan pada vagina, dan hot flashes. Gejala lain yang terjadi adalah panas dingin, keringat di malam hari, masalah tidur, perubahan mood, dan peningkatan berat badan. Selain itu, hal lain yang terjadi dari fenomena ini ialah metabolisme tubuh melambat, rambut menipis, dan kulit kering, bersumber dari mayoclinic.org.

Mengutip healthline.com, kebanyakan wanita pertama kali mengalami gejala menopause sekitar empat tahun sebelum periode terakhir mereka. Gejala ini berlanjut sampai sekitar empat tahun setelah haid terakhir perempuan.

Namun, sejumlah kecil wanita mengalami gejala masa menopause hingga satu dekade sebelum menopause benar-benar terjadi. Melanisr healthline.com, 1 dari 10 wanita mengalami gejala menopause selama 12 tahun setelah periode terakhir mereka.

Masa menopause tak hanya mengubah fisik seorang wanita, tetapi juga perilakunya. Orang yang mengalami menopause mungkin akan lebih sering merawat orang tua atau kerabat yang menua, mendukung anak-anak mereka saat mereka beranjak dewasa, atau mengambil tanggung jawab baru di tempat kerja, dikutip dari nia.nih.gov.

Setelah menopause, wanita memasuki masa pasca menopause. Wanita pasca menopause lebih rentan terhadap penyakit jantung dan osteoporosis. Di saat itu, penting bagi wanita untuk makan makanan yang sehat dan memastikan dirinya mendapatkan banyak kalsium untuk menjaga tulang tetap kuat, bersumber dari nia.nih.gov.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Editor: Xena Olivia

Foto: pexels.com

Sumber: nia.nih.gov, medlineplus.gov, mayoclinic.org, healthline.com, webmd.com