• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, February 22, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Matcha: Tidak Berasal dari Negeri Sakura, tetapi dari Tiongkok?

Victoria Nadine Gunawan by Victoria Nadine Gunawan
November 17, 2025
in Iptek, Lainnya
Reading Time: 2 mins read
Foto segelas matcha di atas meja. (freepik.com)

Hot green tea in a glass with cream topped with green tea, decorated with green tea powder.

0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Tahun 2025 menjadi waktu yang mana orang-orang lebih sadar akan kesehatan. Hal ini menjadi tren sehingga masyarakat mulai terbiasa mengonsumsi beberapa makanan atau minuman khusus, salah satunya adalah matcha. Teh hijau bubuk ini sering kali diasosiasikan dengan minuman asal Jepang. Namun, apakah Ultimates tahu bahwa matcha sesungguhnya berasal dari Tiongkok?

Melansir dari kumparan.com, teh hijau ini adalah minuman yang pertama kali muncul di Tiongkok pada abad ke-10. Pada saat itu, Dinasti Tang dan Dinasti Song mulai memperkenalkan kebiasaan minum teh hijau karena khasiatnya sudah dikenal baik untuk kesehatan. Mereka percaya bahwa minuman ini mampu menurunkan tekanan darah tinggi, mulai dari untuk kesehatan paru-paru, menguatkan tulang, dan lain-lain. Oleh karena itu, tidak heran saat itu mereka mengagungkan minuman ini bisa memperpanjang usia.

Baca juga: Intip Khasiat Asli Matcha, Bukan Sekadar Varian Kekinian

Minuman ini mulai dikenal di Jepang setelah 200 tahun kemudian, yakni pada abad ke-12. Seorang biksu bernama Eisai dari Jepang saat itu belajar di Tiongkok dan menemukan bahwa matcha memiliki manfaat. Dengan perannya sebagai biksu dan ramuan  asal Tiongkok yang sehat, maka ia mulai membawa kebiasaan ini ke Jepang untuk menjadi bagian dari meditasi, dilansir dari kompas.id. 

Akulturasi budaya ini akhirnya terinternalisasi di Jepang dan berkembang dengan berbagai aliran yang berbeda. Dalam arti lain, matcha yang berkembang di Jepang telah dimodernisasi dengan aliran berbeda. Praktik modernisasinya terletak pada kebun teh yang mulai bermunculan di Uji. Kondisi alam dan iklim yang relatif baik,  terutama di pegunungan, membuat Jepang menjadi tempat sesuai bagi kebun teh untuk tumbuh subur, dilansir dari bbc.com.

Penyajian minuman ini di Jepang pada masa kini pun berbeda dengan situasi beberapa waktu silam.  Saat ini, matcha telah menjadi minuman yang dikonsumsi sehari-hari dan dapat ditemukan di mana-mana, mulai dari minuman kemasan di minimarket hingga kafe. Dahulu, kebiasaan minum matcha ini hanya ada pada saat tertentu seperti upacara khusus. Jika masyarakat Jepang saat itu ingin minum teh dalam kesehariannya, minuman yang mereka konsumsi bukanlah matcha, melainkan  sencha. 

Baca juga: Matcha vs Kopi: Dua Kafein Bikin Semangat, Mana yang Lebih Baik ?

Kalau Jepang bisa modernisasi budaya Tiongkok, apakah artinya akan ada kesempatan minuman ini suatu hari akan ada kesempatan modernisasi ala Indonesia? Bagaimana pendapat Ultimates? 

 

 

Penulis: Victoria Nadine Gunawan 

Editor: Jessie Valencia

Foto: veectezy.com 

Sumber: kumparan.com, kompas.id, bbc.com

Tags: 2025akulturasibudayajepangKebiasaanmatchaminumanmodernisasiPerjamuanSenchationgkok
Victoria Nadine Gunawan

Victoria Nadine Gunawan

Related Posts

Sampul album Icon Brent Faiyaz.(music.apple.com)
Hiburan

Dari Wasteland ke Icon: Brent Faiyaz, Sonik, dan Konsep Baru

February 21, 2026
Tiga Pasangan MBTI yang Mengubah Kerja Kelompok Jadi Lebih Produktif
Iptek

Tiga Pasangan MBTI yang Mengubah Kerja Kelompok Jadi Lebih Produktif

February 19, 2026
Pemenang D&AD New Blood 2025 (wa.campaignbrief.com)
Event

D&AD Pencil: Alat Generasi Muda untuk Menulis Karir di Industri Kreatif

February 13, 2026
Next Post
Ikan barreleye dengan kepala transparannya. (mbari.org)

Ikan Barreleye, Makhluk Laut Dalam Berkepala Transparan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 1 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021