Pengaruh WFH bagi Kesehatan Tulang Punggung

sakit punggung
Ilustrasi pengaruh WFH dengan kesehatan tulang punggung. (ULTIMAGZ/Titus)
Share:

YOGYAKARTA, ULTIMAGZ.com Pandemi COVID-19 menyebabkan masyarakat diharuskan melakukan pembatasan kontak fisik (physical distancing) dan beraktivitas di rumah. Aktivitas belajar dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) membuat kebanyakan orang harus duduk dalam jangka waktu cukup lama.

Terkait hal tersebut, dr. Budi Setiawan, Sp. BS dari Rumah Sakit Manyar Medical Center, Surabaya menyatakan bahwa kegiatan WFH memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan tulang punggung. Ia menjelaskan lebih lanjut, bahwa tulang punggung merupakan tonggak anatomi tubuh manusia sehingga pada posisi duduk yang lama akan mengubah kinerja asli tulang belakang. Fungsinya akan berkurang dan menyebabkan masalah pada otot dan tulang. Otot yang mengecil karena tidak digunakan secara benar bisa menjadi masalah dalam menyangga beban berat tubuh. 

“Ada istilah medis protein wasting (pembuangan protein). Duduk dalam jangka waktu lama berakibat protein wasting, otot mengecil yang menyebabkan nyeri otot,” jelas dr. Budi pada Senin (27/04/20). 

Masalah tulang punggung kini bergeser pada usia muda yang aktif bekerja, dan bukan lagi pada orang-orang tua yang aktivitasnya semakin berkurang. Duduk dalam waktu yang lama bisa mengakibatkan saraf terjepit di tulang punggung. Menurut dr. Budi, orang yang melakukan WFH, malas olahraga, dan lebih banyak berdiam memiliki risiko lebih untuk terkena penyakit tersebut. 

“Banyak peneliti membuat kesimpulan bahwa manusia diciptakan untuk bergerak. Jika apapun melawan hal itu akan menimbulkan masalah,” ujar dr. Budi.

Pun, dr. Budi memberikan beberapa cara untuk menjaga kesehatan tulang punggung bagi masyarakat yang melakukan WFH. Caranya mudah, yaitu duduk dengan posisi duduk yang benar dan bergerak tiap rentang waktu 30 menit. Baik postur duduk, berdiri, maupun berjalan yang benar adalah bahu harus sejajar dengan posisi tubuh tidak terlalu condong ke depan atau pun ke belakang. Ia menambahkan, contoh mudah posisi duduk yang benar adalah posisi tegak seperti aparat militer.

“Beberapa ahli memberi solusi, tiap 30 menit melakukan pergerakan atau peregangan tubuh. Dari posisi duduk bisa dengan menyilangkan kaki ke kanan atau ke kiri, berjalan sebentar, dan peregangan yang tidak terlalu ekstrim,” terangnya.

Ia pun menambahkan, bahwa makanan berminyak dan berlemak patut dikurangi untuk menjaga beban tulang belakang. Selain itu, makanan yang mengandung banyak vitamin C, vitamin D, kalium, dan kalsium merupakan makanan yang memiliki pengaruh baik bagi kesehatan tulang punggung.

 

Penulis: Theresia Amadea

Editor: Maria Helen Oktavia

Foto: Titus Chrisna Yoga