SERPONG, ULTIMAGZ.com – Hari ketiga konser musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakarta Pusat, dihentikan oleh polisi pada Sabtu (29/10/22). Acara yang seharusnya berlangsung selama tiga hari ini juga mendapatkan sanksi berupa pencabutan izin penyelenggara oleh pihak berwenang.
Alasan diberhentikannya acara musik ini lantaran terlalu banyak pengunjung yang datang dan mengakibatkan korban akibat berdesakan.
Baca juga: 174 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Melansir dari cnnindonesia.com, pihak kepolisian mengatakan di hari kedua festival musik Berdendang Bergoyang, tiap orang dalam tim medis harus merawat belasan hingga puluhan orang. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengatakan bahwa banyak korban berjatuhan yang tak terhitung jumlahnya.
“Sempat tercatat 27 orang di tenda itu. Yang tidak tercatat cukup banyak,” tutur Komarudin.
Menurut Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya juga, panitia penyelenggara acara telah mengantongi izin untuk mengundang 10.000 pengunjung sebagaimana kapasitas Stadion Istora. Namun, kenyataannya jumlah pengunjung mencapai 21.000 orang.
“Kami temukan bahwa jumlah penonton dengan kapasitas yang ada itu tidak berimbang. Kapasitas 10.000 tapi yang ada itu 21.000 orang. Ini tentunya melanggar,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Endra Zulpan, dikutip dari kompas.com.
Pihak terkait acara seperti panitia dan tim medis pun telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Pusat pada Selasa (01/11/22).
“Total keseluruhan sudah 10 orang yang dimintai keterangan, sebagian besar dari pihak manajemen atau event organizer, tiga orang tenaga medis yang dimintai keterangan terkait dengan jumlah penonton yang diberikan layanan kesehatan hari pertama dan kedua,” ungkap Komarudin.
Emvrio Production selaku promotor Berdendang Bergoyang Festival 2022 memohon maaf atas terjadi tersebut. Pihak promotor mengaku telah mengantongi perizinan dari pihak terkait untuk menyelenggarakan acara.
Baca juga: Insiden Halloween Itaewon Berujung Tragedi
“Kami juga menyadari banyak kejadian saat event berlangsung, namun kami sudah berusaha melakukan penyesuaian alur penonton, mengatur ulang jumlah penampilan, menambah keamanan dan tim medis,” kata CEO Emvrio Production Vino Sefvirrano sebagaimana dilansir dari merdeka.com.
Setelah berakhirnya peraturan pembatasan pemberlakuan konser, acara musik berskala besar memang mulai diadakan di kota-kota besar Indonesia. Acara Berdendang Bergoyang sendiri menjadi salah satu acara yang paling dinantikan, hal ini karena mereka memiliki deretan penyanyi ternama yang turut meramaikan panggung acara tersebut.
Penulis: Rizky Azzahra Rahmadanya
Editor: Alycia Catelyn
Foto: Instagram/@berdendangbergoyang
Sumber: kompas.com, cnnindonesia.com, merdeka.com
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.