• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Women’s March 2018: Ragam Pandangan Pada Bendera Pelangi

Rachel Rinesya Putri by Rachel Rinesya Putri
March 5, 2018
in Event
Reading Time: 2 mins read
Women’s March 2018: Ragam Pandangan Pada Bendera Pelangi

Para perserta yang membawa beragam atribut seperti poster dan bendera turut meramaikan acara Women's March Jakarta 2018. Acara diadakan pada Sabtu (03/03/18) di daerah Jakarta Pusat. Bendera dan poster menunjukan beragam aspirasi wanita yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

0
SHARES
814
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.COM – Pada Women’s March Jakarta 2018 yang berlangsung hari Sabtu pekan lalu (03/03/18), terlihat berbagai macam atribut dibawa oleh peserta. Dengan mengusung permasalahan kekerasan berbasis gender, berbagai poster dengan kalimat yang menarik memenuhi barisan para peserta tersebut. Hal menarik lainnya adalah beberapa peserta yang membawa bendera pelangi.

Bendera pelangi terlihat cukup banyak dalam barisan peserta Women’s March dan berkibar tanpa malu. Beberapa pemikiran terhadap bendera pelangi ini punya pengertian pendukung LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender). Namun, peserta memiliki sudut pandang menarik tentang pengertian dari bendera pelangi ini. Mereka punya alasan tersendiri untuk mengibarkan bendera tersebut pada saat parade.

“Aku pikir, Indonesia itu kan kaum minoritas disudutkan, aku punya teman yang seperti itu. Pendukung LGBT itu terlalu dipojokkan kayak dianggap ada basis agamanya, nilai-nilainya, padahal kita tuh sesama manusia,” ujar Samantha, salah satu peserta Women’s March Jakarta 2018 yang masih di bangku kelas satu SMA.

“Konteksnya melindungi sesama manusia begitu, loh, jadinya,” tambah teman Samantha, Afifah.

Caesi, seorang siswi kelas satu salah satu SMA Negeri di Jakarta Selatan juga menambahkan penjelasan temannya. Bendera pelangi ini bukan tentang gender atau apapun. Alasan mereka hadir dan membawa bendera pelangi ini demi manusia saja.

“Manusia itu kan harus saling melindungi,” ujar Samantha lagi.

Selain ketiga siswi SMA Kelas 1 tersebut, Vina dan Adin yang turut hadir dalam acara besar bagi perempuan Indonesia pun punya pendapat sendiri mengenai cerita mereka membawa bendera pelangi.

“Pelangi itu sebenarnya menandai freedom, kebahagiaan. Women’s march ini seperti emansipasi wanita, dilambangin dengan sesuatu yang ceria, jadi pelangi,” ujar Vina.

Adin, temannya yang sama-sama berada dibangku kelas 3 SMA menambahkan, “Hari ini kita bebas jadi siapa aja karena Women’s March.”

Women’s March 2018 pun punya delapan tuntutan, yang bila ditarik benang merahnya tidak jauh dari tema besar yang mengenai kekerasan berbasis gender. Selain itu, para peserta yang terlihat banyak gadis-gadis muda ini punya harapan tersendiri dengan adanya acara Women’s March ini.

“Ngejudge orang itu berkurang, supaya nggak ada orang yang ngejudge orang lain hanya karena – misalnya – dia salah satu dari LGBT atau apapun,” tutur Adin.

Sedangkan temannya, Vina berharap agar catcall atau panggilan tak senonoh dari pria untuk wanita berkurang.

“Semoga suara kita didengar pemerintah dan masyarakat minoritas juga diperhatikan oleh pemerintah, hak-hak kita. Terutama hak-hak perempuan di tempat kerja, dalam keluarga dan juga yang lain,” kata Floren, seorang mahasiswa semester enam sekaligus peserta Women’s March 2018.

 

Penulis: Rachel Rinesya Putri

Editor: Hilel Hodawya

Foto: Daniela Dinda 

Tags: 20183 maretbenderbendera pelangijakartalawan bersamamaretmaret 2018pandanganpelangipendapatsmaWomen's MarchWomen's March Jakartawomen's march jakarta 2018
Rachel Rinesya Putri

Rachel Rinesya Putri

Related Posts

Baskara Putra vokalis Hindia saat membawakan lagu “Rumah ke Rumah” dalam konser Pesta Bebas Berselancar 2025 pada Sabtu (19/07/2025). (ULTIMAGZ/Andita Chayara)
Event

Penampilan Hindia Ramaikan Pesta Bebas Berselancar 2025

July 22, 2025
Nyoman Paul tampil perdana di BNI Java Jazz Festival 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (30/05/25). (ULTIMAGZ/Putri C. Valentina)
Event

Nyoman Paul Debut di Java Jazz Festival 2025 dengan Album LUAP

July 16, 2025
IMDES 2025 menggelar Student Exhibition di area Nusakara, Universitas Multimedia Nusantara, pada Kamis (15/05/25). (ULTIMAGZ/Putri C. Valentina)
Event

IMDES 2025 Angkat Tema Keberlanjutan: Mahasiswa Tunjukkan Gagasan Inovatif

July 16, 2025
Next Post
KPI: Perempuan Cenderung Jadi Korban Perkawinan Anak

KPI: Perempuan Cenderung Jadi Korban Perkawinan Anak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 2 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021