SERPONG, ULTIMAGZ.com – Comic Frontier atau Comifuro kembali menggelar event tahunan mereka pada 16-17 Mei 2026 di ICE BSD City. Acara kreatif yang telah berlangsung sejak 2012 ini kembali dipadati pengunjung sejak dini hari pada hari pertamanya. Antusiasme yang terus konsisten dari tahun ke tahun menjadi bukti bahwa Comifuro bukan lagi sekadar event tahunan biasa. Ada alasan mengapa acara ini selalu dirindukan pengunjung setiap tahunnya.
Tahun ini, Comifuro 22 diramaikan oleh lebih dari 1.500 kreator dari berbagai negara, Comifuro telah menjadi ruang spesial bagi ilustrator, cosplayer, dan VTuber untuk bertemu dengan penggemar mereka.
Baca Juga: Comifuro 21: Ketika Kegemaran dan Keinginan untuk Berekspresi Bersatu
Sejumlah nama besar seperti Muse Asia dan Bushiroad turut meramaikan acara melalui booth interaktif, merchandise eksklusif, hingga area aktivitas pengunjung. Menariknya, pada tahun ini Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pos Indonesia turut berkolaborasi dengan Comifuro 22.
Namun, di balik ramainya kolaborasi dan deretan booth besar, banyak pengunjung mengaku bahwa alasan mereka terus datang ke Comifuro bukan hanya untuk berbelanja. Atmosfer yang hangat dan komunitas yang terasa hidup justru menjadi daya tarik utama acara ini.
Cerita dari Teman-Teman Pengunjung dan Cosplayer

Surya, salah satu pengunjung yang sudah datang ke Comifuro untuk ketiga kalinya, mengaku bahwa atmosfer dalam acara ini yang membuatnya selalu kembali. Menurutnya, pengalaman di Comifuro sulit ditemukan di tempat lain.
“Mungkin di mata orang-orang yang belum pernah datang langsung bakal mikir ini cuma event yang sama setiap tahun,” ucap Surya. “Tapi, orang-orang berbeda yang hadir setiap tahunnya membuat Comifuro selalu terasa baru. Mulai dari cosplayer yang bebas berkreasi dengan kostum mereka sampai ke kreator yang buka booth untuk berbagi karya mereka,” lanjutnya.
Hal serupa juga dirasakan Darrel, seorang cosplayer yang baru pertama kali datang ke Comifuro menggunakan kostum karakter David Martinez dari Cyberpunk: Edgerunners. Meski baru pertama kali melakukan cosplay di acara sebesar ini, ia mengaku senang bisa bertemu teman lama sekaligus berinteraksi dengan banyak orang.
Aktivitas untuk mengenakan kostum, aksesori, dan riasan wajah yang meniru karakter fiksi ini telah menjadi tradisi pengunjung Comifuro. Bagi Darrel, ini merupakan salah satu kesempatan untuk mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan banyak orang yang memiliki minat serupa. Walau kerap terlihat menyulitkan, Darrel mengajak Ultimates yang ingin mencoba tradisi cosplay ini untuk tidak takut mencoba dan menikmati prosesnya.
“Don’t be afraid and just have fun,” ujarnya.
Azra, pengunjung lain yang tampil sebagai Sakura dari Cardcaptor Sakura juga memberi pesan serupa. Meski membutuhkan waktu cukup lama untuk mempersiapkan kostum, ia tetap senang dapat berfoto dengan teman-teman satu fandom.
Keseruan Kreator Booth di Comifuro 22
Di sisi lain, kreator yang membuka booth, turut membagikan kisah serunya di Comifuro 22. Angeline, kreator dari J-Cafe Illust mengaku selalu penasaran melihat respons pengunjung terhadap karya yang ia jual. “Kayak gacha banget, ternyata apa yang mereka suka itu kadang nggak kami kira,” katanya sambil tertawa.
Pengalaman menjaga booth ini juga semakin berkesan karena adanya solidaritas antar kreator yang saling membantu, terutama ketika lelah. Gira dan Arvy dari Kembu Club juga membagikan kisah seru mereka dari tahap persiapan merchandise yang bisa memakan waktu dua bulan, hingga momen berkumpul dengan teman-teman.
Baca Juga: Perubahan Istilah Wibu: Dari Ejekan Hingga Kegemaran
Meski begitu, Ia merasa kerja kerasnya terbayar ketika melihat antusias penggemar dan berharap dapat terus bertemu teman-teman baru yang seru di Comifuro lainnya di masa depan. “Crowd-nya asik dan gila banget!” ucap Gira dengan penuh semangat.
Melalui ramainya interaksi antara pengunjung, cosplayer, hingga kreator booth, Comifuro 22 kembali menunjukkan bahwa daya tarik utamanya tidak hanya terletak pada deretan merchandise atau booth besar, tetapi juga pada rasa kebersamaan yang tercipta di dalamnya. Bagi banyak orang, Comifuro menjadi ruang untuk bertemu, berekspresi, dan merayakan hobi bersama komunitas yang memiliki ketertarikan serupa.
Penulis: Annabelle Chloe
Editor: Kezia Laurencia
Foto: ULTIMAGZ.com/ Muara Ikhwan Faraaj




