• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, April 15, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Opini

Tabur Kriminalitas di Ranah Pendidikan

sintiaastarina by sintiaastarina
October 27, 2014
in Opini
Reading Time: 1 min read
0
SHARES
83
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ULTIMAGZ.com – Menurut saya, institusi pendidikan di Indonesia belum memadai karena masih banyak tindak kriminal yang terjadi. Contohnya, seperti tindak kriminal pelecehan seksual ataupun kekerasan yang terjadi di sekolah-sekolah. Kasus-kasus kriminal seperti itu banyak terjadi bukan hanya di sekolah-sekolah menengah ke bawah, tapi sekolah-sekolah ternama lainnya.

Di dalamnya, bisa terjadi kejadian-kejadian yang seharusnya tidak terjadi pada ranah pendidikan. Akhir-akhir ini, malahan banyak media memberitakan tentang kasus kekerasan antara junior dan senior di sekolah. Kebanyakan sih di sekolah-sekolah menengah atas dan perguruan tinggi.

Mereka menjadikan Masa Orientasi Siswa sebagai ajang balas dendam dan timbulah kasus-kasus kekerasan. Yang mirisnya, kejadian-kejadian tersebut terjadi di jenjang universitas atau perguruan tinggi. Terutama di universitas-universitas negeri yang memafaatkan ajang orientasi siswa sebagai ajang balas dendam. Seharusnya mereka memperkenalkan kampus mereka, membimbing para juniornya, bukan untuk mengekspresikan tindak kekerasan.

Contoh lainnya, terjadi di Sekolah Menengah Atas yang mendirikan ekstrakurikuler Pencinta Alam, itu juga malah menyimpang. Banyak tindakan yang sama sekali tidak diindahkan. Maka dari itu, saya merasa institusi pendidikan di Indonesia perlu banyak memperbaiki dan meninjau ulang serta lebih dalam apa saja yang bisa diterapkan pada murid-murid agar terlepas dari sumber pemikiran-pemikiran. Jadi, mereka dapat memfokuskan diri pada masa belajar mereka.

[divider] [/divider] [box title=”Info”]

PEnulis: Putri Metty Wulandari – mahasiswi ATKI Broadcasting Indosiar

Ditulis ulang oleh Annisa Meidiana

Editor: Arnoldus Kristianus

Gambar: Hepinews.com

[/box]
sintiaastarina

sintiaastarina

Related Posts

Seseorang menyukai video fan edit ship K-pop di media sosial. (ULTIMAGZ/Iskandar Gautama)
Budaya

Idola Bukan Karakter Fiksi: Menimbang Etika Shipping Culture K-pop

March 18, 2026
Ilustrasi seorang anak bermain Roblox di gawainya. (ULTIMAGZ/Tiffany Michiko P.)
Iptek

Batas Usia Media Sosial bagi Anak: Upaya Melindungi atau Mengekang?

March 18, 2026
harga emas
Opini

Harga Emas: Antara Strategi Pasar dan Ketakutan Global

February 25, 2026
Next Post

Anggota Obscura UMN Raih Juara 3 di Canon Photomarathon Indonesia 2014

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + sixteen =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021