JAKARTA, ULTIMAGZ.com — Teater kelas 18-13A London School of Public Relation (LSPR) mementaskan cerita rakyat asal Jawa Tengah, Jaka Tarub dalam rangkaian festival teater ke-15 LSPR, Jumat (7/8) di auditorium Prof. Dr. Djajusman.
“Kita memang sengaja milih naskah Indonesia, karena yang lain banyak yang pakai naskah asing. Cerita ini juga sebetulnya diadaptasi sesuai keinginan tim kami, banyak candaan yang sebetulnya khas kami, bukan cerita asli Jaka Tarub,” ungkap Fina selaku pimpinan produksi pementasan Jaka Tarub.
Lakon ini menceritakan kisah tentan Jaka Tarub dan Nawangwulan. Cerita bermula ketika tujuh bidadari melakukan hal yang dilarang di nirwana, tempat tinggal mereka. Mereka bermain panah dan sepak bola di lumpur hingga menjadi kotor. Ketika mereka hendak membersihkan diri di sungai, Jaka Tarub bersama adiknya, Jaka Sembung datang mengintip.
Kala itu, Jaka Tarub dan Jaka Sembung langsung teringat akan perkataan bahwa barang siapa membawa selendang bidadari akan beruntung selamanya. Tanpa berpikir panjang, Jaka Tarub mengikuti ajakan adiknya untuk membawa selendang itu dan menyembunyikannya.
Akhirnya, Jaka Tarub berhasil mendapatkan bidadari kelima, yakni Nawangwulan yang pemarah dan paling buruk rupa dibandingkan bidadari lainnya. Sedangkan Jaka Tarub sendiri adalah seorang yang baik hati dan humoris. Perbedaan itu membuat mereka merasa saling melengkapi dan memutuskan untuk menikah.
Mikhail Yulius Cobis selaku dosen pembimbing menyatakan kepuasannya menonton pementasan Jaka Tarub ini. Baginya, pementasan ini merupakan langkah yang sangat baik.
“Di samping mahasiswa berhasil menyampaikan pesan, mereka juga berhasil mencicipi pengalaman baru dalam seni. Saya senang banget, karena akhirnya mereka bisa menunjukkan yang terbaik buat orang-orang yang mereka sayang,” tuturnya.
Reporter: Felix Nathaniel
Editor: Ghina Ghaliya
Fotografer: Gustama Pandu



