• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Thursday, February 26, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Opini

Harga Emas: Antara Strategi Pasar dan Ketakutan Global

Jemima Anasya Rachman by Jemima Anasya Rachman
February 25, 2026
in Opini
Reading Time: 6 mins read
harga emas

Ilustrasi emas batangan. (Freepik)

0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan informasi inflasi dan konflik geopolitik yang silih berganti , harga emas kembali menjadi perbincangan. Grafiknya kembali menanjak, sementara media sosial dipenuhi ajakan membeli “aset aman” sebelum terlambat. Bagi sebagian orang, emas tampak seperti jawaban rasional di keadaan yang serba tidak pasti. 

Namun, di balik kilau logam mulia tersebut, terselip pertanyaan yang jarang diajukan. Apakah kenaikan harga emas benar-benar mencerminkan kenaikan ekonomi? Apakah laju harga pasar ini terbilang aman? Untuk menjawabnya, penting untuk memahami apa saja faktor yang mendorong harga emas naik, serta risiko yang dapat muncul di baliknya.

Baca juga: Banjir Sumatra Bukan Sekadar Faktor Alam, Ada Andil Politik di Baliknya

Catatan Harga Emas di Akhir 2025

Pada akhir 2025, harga emas mencatat tren penguatan yang signifikan di pasar Indonesia maupun  global.  Harga emas dunia bahkan sempat berhasil mencapai tingkat tertinggi dengan spot gold diperdagangkan sampai sempat menembus USD 4.500 per troy ounce. Lonjakan tersebut mencerminkan permintaan terhadap logam mulia di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global, dilansir dari ts2.tech.

Melansir cnbcindonesia.com, di pasar domestik Indonesia, dampak dari pergerakan global ini terlihat pada harga emas batangan yang kembali naik, seperti yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang (Antam). Dalam beberapa bulan terakhir, harga emas Antam kembali mencetak rekor terbaru yaitu mendekati Rp2,5 juta per gram, sebuah angka yang terasa tinggi bagi banyak investor ritel. 

Kekuatan tren emas juga didukung oleh harga perhiasan yang menunjukkan penguatan hampir di seluruh kadar pasar lokal. Beberapa pedagang besar, contohnya Laku Emas CMK Group mengonfirmasi bahwa kecenderungan harga masih bergerak naik, walaupun dengan fluktuasi harian kecil yang kerap terjadi, dilansir dari rri.co.id.

 Lonjakan harga emas diduga merupakan respons terhadap beberapa faktor makroekonomi. Salah satunya adalah ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral global, termasuk The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS). Mereka kerap membuat aset tanpa imbal hasil sehingga emas menjadi lebih menarik di mata investor. Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi membuat emas kembali dipandang sebagai aset pelindung nilai, dilansir dari economictimes.indiatimes.com.

Secara garis besar, harga emas tetap dalam tren penguatan pada 2025 dengan rekor harga baru yang terus dicetak dan diminati oleh investor. Meskipun tren ini masih dibayangi oleh sejumlah ketidakpastian ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga di masa depan. 

Namun, mengetahui rekor harga saja tidak cukup untuk memahami latar belakangnya. Lonjakan yang tampil di grafik pasar merupakan hasil dari proses yang lebih pelik daripada sekadar prediksi sesaat. Perlu ditelusuri terlebih dahulu, siapa yang berperan, dan bagaimana interaksi mereka menentukan harga emas.

Siapa yang Berperan di Balik Penentuan Harga?

Pergerakan harga emas global merupakan hasil dari interaksi kompleks antara berbagai pelaku pasar dan mekanisme perdagangan internasional. Pada dasarnya, harga emas terbentuk melalui keseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar global, dilansir dari investopedia.com. 

Salah satu pusat penentuan harga emas dunia adalah pasar spot dan bursa berjangka. Pada pasar spot, terjadi transaksi secara langsung berdasarkan harga pada saat itu. Sementara pada pasar berjangka (Futures), menetapkan harga kontrak yang akan diselesaikan di masa depan berdasarkan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi global dan permintaan emas. Harga di bursa ini sering  kali menjadi indikator utama arah emas global, dilansir dari bajajfinserv.in. 

Namun, kembali lagi kepada pelaku pasar utama yang memiliki pengaruh nyata terhadap harga emas antara lain bank sentral global, investor institusional, serta trader di pasar berjangka. Bank sentral global dapat mendorong harga melalui pembelian atau penjualan cadangan emas dalam skala besar. Hal ini terjadi karena inflasi yang mengikis nilai ekonomi mata uang sehingga menjadikan emas sebagai pelindung nilai tersebut. Oleh karena itu, ketika inflasi diperkirakan meningkat, investor kerap beralih ke emas dan menyebabkan kenaikan harga emas, dilansir dari metalsedge.com.

Kemudian, investor institusional seperti dana pensiun, hedge fund, dan Exchange Traded Funds (ETF) berbasis emas turut memengaruhi harga melalui arus modal besar, dilansir reuters.com. 

Terakhir, trader di pasar berjangka yang bereaksi cepat terhadap berita ekonomi, kebijakan suku bunga, dan sentimen risiko global. Aktivitas mereka di pasar berjangka sering memengaruhi pergerakan harga jangka pendek, dilansir dari blanchardgold.com. 

Memahami mekanisme pembentukan harga memperjelas alasan di balik responsifnya emas terhadap perubahan kondisi ekonomi dan politik global. Dari kuatnya pengaruh pelaku pasar, muncul status bahwa emas adalah safe haven di tengah ketidakpastian yang berubah konstan. Namun, apakah itu kenyataannya?

Ketidakpastian Peran Emas Sebagai Safe Haven
Para analis pasar dan pakar komoditas umumnya sepakat bahwa kenaikan harga emas saat ini dipengaruhi oleh kumpulan faktor fundamental yang saling terkait. Menurut analisis Kepala Strategi Komoditas Global di J.P. Morgan, Natasha Kaneva, harga emas saat ini didorong oleh ekspektasi suku bunga rendah dan pelemahan dolar AS. Kondisi ini membuat emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil, menjadi lebih menarik dibandingkan instrumen berbasis suku bunga tinggi, dilansir dari jpmorgan.com. 

Melansir channelnewsasia.com, CEO dan pendiri perusahaan pialang emas batangan Silver Bullion, Gregor Gregersen, menekankan peran ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dalam menopang permintaan emas. Ketika pasar global dipenuhi kekhawatiran akan resesi, konflik perdagangan, atau guncangan geopolitik, investor cenderung beralih ke emas sebagai safe haven. Safe haven merupakan sebutan untuk aset yang nilainya cenderung tetap bertahan atau meningkat ketika kondisi pasar modal tidak stabil.

Namun, beberapa ahli memperingatkan agar tren ini tidak selalu dipandang positif.  Ketika pasar modal pulih atau ekspektasi bunga berubah, harga emas dapat mengalami koreksi tajam yang menuntut pendekatan investasi untuk lebih hati-hati dilansir dari economictimes.indiatimes.com.

Baca juga: Not all Men: Antara Pembelaan Diri atau Pengabaian Realita

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa kenaikan harga emas merupakan cerminan dari kecemasan global, strategi institusi besar, dan mekanisme pasar yang bekerja secara menerus. Tren harga yang menguat seringkali dipicu oleh faktor makro seperti kebijakan suku bunga, ketegangan geopolitik,  pergerakan bank sentral, serta investor institusional. 

Saat ini, emas adalah indikator psikologi pasar, bukan jaminan keuntungan yang semata-mata dianggap selalu aman. Tanpa pemahaman konteks yang membentuk harganya, publik berisiko memaknai emas secara keliru dan sekadar mengikuti arus. 

 

 

Penulis: Jemima Anasya R.

Editor: Reza Farwan

Foto: Freepik

Sumber: ts2.tech, cnbcindonesia.com, rri.co.id, economictimes.indiatimes.com, investopedia.com, bajajfinserv.in, metalsedge.com, reuters.com, blanchardgold.com, jpmorgan.com, channelnewsasia.com, economictimes.indiatimes.com.

 

Tags: artikel opiniberitaberita politikEkonomiemasfinansialglobalkerugian finansialkrisis globalopiniopini mahasiswaopinion writingperekonomian
Jemima Anasya Rachman

Jemima Anasya Rachman

Related Posts

Foto banjir Aceh di 27 November 2025.
Opini

Banjir Sumatra Bukan Sekadar Faktor Alam, Ada Andil Politik di Baliknya

January 30, 2026
Karakter gim otome Love and Deepspace.
Opini

Gim Otome: Bukti Kebebasan Perempuan dalam Berekspresi

December 4, 2025
not all men
Opini

Not All Men: Antara Pembelaan Diri atau Pengabaian Realita?

November 24, 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 1 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021