• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Tuesday, March 3, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Gisele Pelicot dan Keputusan untuk Berdiri Tanpa Anonimitas

Jemima Anasya Rachman by Jemima Anasya Rachman
March 3, 2026
in Iptek, Perempuan
Reading Time: 2 mins read
Gisele Pelicot

Potret Gisele Pelicot, seorang penyintas kekerasan seksual. (Barrons.com)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Gisele Pelicot berdiri di ruang sidang Avignon sebagai penyintas yang memilih meninggalkan anonimitas demi mengungkapkan kebenaran pahit. Kisahnya merupakan salah satu kasus kekerasan  seksual paling tragis. Setelah membius  Pelicot dengan obat penenang yang kuat, suaminya, Dominique, mengundang puluhan laki-laki untuk melakukan serangan seksual  di kamar tidur mereka. 

Kasus kekerasan seksual  ini terkuak pada 2020, ketika Dominique ketahuan merekam bagian bawah rok seorang perempuan di supermarket secara diam-diam . Setelah penangkapan atas aksi tersebut, polisi menemukan bukti rekaman berupa rekaman Pelicot yang dilecehkan oleh sekitar 70 laki-laki berbeda. Semua video dan foto direkam oleh Dominique sendiri dan tindakan tersebut  sudah dimulai sejak 2011 silam, dilansir dari nytimes.com.

Baca juga: Roehana Koeddoes, Perempuan Penggerak Pena dan Perubahan

Melansir theguardian.com, keputusan Pelicot untuk tidak anonim menegaskan bahwa “rasa malu harus berpindah pihak” (shame has to change sides) dan membentuk perlawanan sadar. Baginya, penderitaan seorang korban kekerasan seksual acap kali diperparah oleh rasa malu yang seharusnya sepenuhnya ditanggung oleh pelaku. 

Pelicot menganggap keputusannya untuk tampil ke publik merupakan sebuah misi. Ia ingin mengungkapkan kejahatan suaminya dan bagaimana sistem hukum membiarkan budaya penyangkalan terhadap kekerasan seksual tetap bertahan. Dengan mengadakan sidang terbuka agar memaksa dunia untuk melihat tindakan kejahatan yang difasilitasi oleh zat psikoaktif (chemical submission), yaitu penggunaan obat-obatan tanpa persetujuan untuk melumpuhkan kemampuan korban dalam melawan, dilansir dari theguardian.com.
Baca juga: Centang Biru X: Tempat Mencari Uang Baru?

Dari itu kasus kekerasan tersebut, Pelicot mengalami benturan antara ingatan positif pernikahan selama 50 tahun dengan kenyataan pahit yang terungkap. Meski mengalami trauma, Pelicot memilih untuk tidak menjadi pribadi yang pahit atau penuh kebencian. Ia  membuktikan bahwa seorang penyintas mampu membangun kembali  hidupnya melalui optimisme, dilansir dari cbc.ca.

Kisah  Pelicot mengingatkan kembali bahwa keberanian sejati adalah keputusan untuk tetap berdiri tegak di tengah kehancuran. Setelah semua peristiwa yang ia alami, Pelicot menerbitkan buku bertajuk A Hymn to Life. Sebagai sebuah pesan bahwa cahaya keadilan hanya bisa bersinar jika seseorang cukup berani untuk menyalakan api kebenaran. Gisele Pelicot telah menyelesaikan tugasnya di ruang sidang, sekarang giliran masyarakat luas untuk memastikan bahwa suara yang telah ia sampaikan tidak kembali senyap.

 

 

Penulis: Jemima Anasya R.

Editor: Reza Farwan

Foto: Barrons.com

Sumber: nytimes.com, theguardian.com, cbc.ca.

 

Tags: aktivisAktivis Perempuananti kekerasanbentuk kekerasan seksualgerakan perempuanhak perempuanhari anti kekerasan perempuanHukumIsu Perempuankampanye perempuankeamanan perempuanKekerasan Dalam Rumah Tanggakekerasan pada perempuankekerasan rumah tanggakekerasan seksualkeputusan hukumpelecehanPelecehan Seksualpemerkosaanpenyintas
Jemima Anasya Rachman

Jemima Anasya Rachman

Related Posts

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
Iptek

Awardee LPDP Viral Berujung Masuk Daftar Hitam Pemerintahan

March 2, 2026
Junko Furuta
Iptek

Tragedi Junko Furuta: Luka Kolektif Jepang di Akhir 1980-an

March 2, 2026
Potret Bohlale saat diundang di acara The Angle, Desember 2025. (henextafrica.com)
Iptek

Bohlale Mphalele, Tokoh di Balik Penjagaan Digital Keamanan Perempuan

March 2, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 11 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021