• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, March 11, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan Literatur

Goodbye Eri: Ketika Duka Menjadi Seni

Belva Putri Paramitha by Belva Putri Paramitha
March 11, 2026
in Literatur, Review
Reading Time: 2 mins read
Goodbye Eri

Sampul buku Sayonara Eri karya Tatsuji Fujimoto. (animehunch.com)

0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com– Sayonara Eri, atau Goodbye Eri dalam bahasa Inggris, merupakan komik karya Tatsuji Fujimoto. Dirilis pada 2022, karya ini berhasil meraih nominasi Harvey Awards 2023 dengan kategori Best Manga dan Eisner Awards 2024 dengan kategori Best U.S. Edition of International Material–Asia, dilansir dari gramedia.com.

Kisahnya berpusat pada Yuta, seorang remaja yang merekam hari-hari terakhir ibunya atas permintaan sang ibu sendiri. Rekaman tersebut kemudian ia rangkai menjadi sebuah film yang merekam momen-momen keseharian mereka berdua.

Baca juga: No Longer Human: Catatan Hidup Seorang Penipu

Setelah ibunya meninggal, Yuta mengubah rekaman tersebut menjadi film dokumenter yang diberi judul Dead Explosion Mother. Film itu diputar di sekolahnya, tapi ditanggapi dengan kebingungan dan kritik tajam dari teman kelasnya.

Tekanan itu membuat Yuta terpuruk hingga berniat mengakhiri hidupnya. Di titik terendah itulah ia bertemu Eri, seorang gadis misterius yang justru mengaku menyukai film buatannya. Eri kemudian mengajak Yuta untuk membuat film baru bersama. Seiring waktu, keduanya menghabiskan hari-hari dengan menonton film, berdiskusi, dan mulai merekam proyek baru mereka.

Namun, kepribadian Eri perlahan menunjukkan sisi-sisi aneh. Rahasia besar yang ia simpan mulai terungkap dan mengguncang cara pandang Yuta terhadap kenyataan. Film yang mereka ciptakan pun berubah menjadi medium untuk menyalurkan trauma, harapan, dan keinginan terdalam mereka.

Baca juga: “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

Goodbye, Eri menyampaikan pesan tentang arti penting kenangan dalam kehidupan manusia. Kehilangan memang tak terelakkan, tetapi ingatan dapat terus hidup melalui berbagai medium. Karya ini juga menegaskan bahwa duka adalah bagian alami dari hidup dan setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menghadapinya tanpa batasan benar atau salah. Cerita one-shot ini ditampilkan oleh Fujimoto dengan unik dan sinematik. Dengan panel empat lanskap yang konsisten, pembaca seolah-olah menonton sebuah film dokumenter.

Komik ini cocok untuk pembaca yang menyukai cerita introspektif dan eksperimental. Meski nuansanya gelap dan misterius, Goodbye, Eri menghadirkan refleksi mendalam tentang duka dan kehilangan yang tak dapat dihindari hidup.  Tatsuji Fujimoto juga menulis karya-karya lainnya seperti Look Back dan Chainsaw Man, yang juga menunjukkan visual dinamis dan narasi unconventional khasnya. Jadi, apakah Ultimates siap menonton film Yuta dan Eri?

 

 

Penulis: Belva Putri Paramitha

Editor: Celine Valleri

Foto: animehunch.com

Sumber: gramedia.com

Tags: bukubuku fiksidukafiksijepangkomikmanganovelreviewReview Bukusedih
Belva Putri Paramitha

Belva Putri Paramitha

Related Posts

Desain sampul terbaru dari buku IQRO. (Instagram/@kahfeveryday)
Budaya

Kahf: Memperindah Wajah, Visual Budaya, dan Kultur Anak Kecil di Indonesia

March 7, 2026
Ilustrasi Sampul buku Strange Pictures karya Uketsu. (jpntimes.co.jp)
Hiburan

Strange Pictures: Buku Misteri dengan Kumpulan Gambar Aneh Karya Uketsu

March 7, 2026
Junko Furuta
Iptek

Tragedi Junko Furuta: Luka Kolektif Jepang di Akhir 1980-an

March 2, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 4 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021