• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, March 14, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Panchiko: Band yang Raih Kesuksesan 20 Tahun Setelah Bubar

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa by Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
March 14, 2026
in Iptek, Lainnya, Musik, Musisi
Reading Time: 3 mins read
Sampul album D>E>A>T>H>M>E>T>A>L yang mencuri perhatian internet. (daily.bandcamp.com)

Sampul album D>E>A>T>H>M>E>T>A>L yang mencuri perhatian internet. (daily.bandcamp.com)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com –  Bayangkan jika Ultimates sedang membeli sebuah CD di toko barang bekas, membawanya pulang, dan tanpa sengaja memicu topik internasional yang berlangsung selama bertahun-tahun. Itulah awal mula kisah Panchiko, band indie-pop asal Nottingham, Inggris, yang namanya kini sejajar dengan nama-nama besar di cult music.

Melansir lhstoday.org, kisah ini dimulai pada 2016 ketika seorang pengguna di forum 4chan (situs berbagi gambar daring), yang kemudian menyebar luas di Reddit (forum diskusi daring), mengunggah foto sebuah CD-R berjudul “DOKKI DOKKI PANCHIKO”. CD tersebut ditemukan di sebuah toko amal Nottingham dengan harga bersahabat.

Baca juga: HELP(02) War Child Records: Ketika Musik Lebih Keras dari Perang

Sampulnya menampilkan seni bergaya anime yang mencolok, tetapi kondisi fisiknya cukup memprihatinkan. Ketika diputar, musik di dalamnya mengalami disc rot, yaitu kerusakan fisik pada lapisan cakram yang menghasilkan suara distorsi, desis, dan kegagalan audio yang cukup unik. Ironisnya, kerusakan ini justru memberikan estetika lo-fi dan glitchy yang sangat disukai oleh komunitas musik internet. Lagu pembukanya, D>E>A>T>H>M>E>T>A>L, menjadi viral.

Masalahnya satu, tidak ada yang tahu siapa itu Panchiko. Internet pun bergerak. Subreddit (komunitas khusus di Reddit) seperti r/Panchiko dan r/LostMedia menjadi sarana para warganet. Mereka mencoba melacak nama-nama yang tertera di kredit album yang sangat samar: Owain, Andy, Shaun, dan John. Selama bertahun-tahun, pencarian ini menemui jalan buntu, dilansir dari vice.com.

Daya tarik musik mereka yang memadukan elemen trip-hop, shoegaze, dan melodi manis britpop membuat orang-orang tidak mau menyerah. Suara distorsi akibat kerusakan CD tersebut justru dianggap sebagai elemen artistik yang tidak sengaja tercipta.

Mengutip spin.com , titik terang muncul pada 2020. Seorang penggemar berhasil melacak Owain Davies, sang vokalis, melalui media sosial. Saat dihubungi, Owain awalnya merasa bingung dan terkejut. Ia tidak menyangka bahwa demo yang ia rekam bersama teman-temannya saat remaja di tahun 1998-2000 kini menjadi obsesi ribuan orang di internet.

Panchiko ternyata adalah sekelompok kawan lama yang sudah beberapa tahunberhenti bermain musik bersama dan menjalani kehidupan normal. Mengetahui bahwa musik mereka dicintai, Owain segera menghubungi anggota lainnya. Mereka tergerak oleh dedikasi para penggemar yang bahkan berhasil menemukan salinan album asli yang tidak rusak.

Baca juga: 21 Savage Rilis Album WHAT HAPPENED TO THE STREETS? Brutalitas Berbentuk Sonik

Kejutan tidak berhenti di situ. Menyadari adanya permintaan dari berbagai pihak, Panchiko memutuskan untuk melakukan reuni. Mereka merilis ulang Extended Play (EP) D>E>A>T>H>M>E>T>A>L dalam format yang lebih bersih. Band yang dulunya hanya memproduksi 30 keping CD untuk teman-teman mereka kini tampil di festival besar dan menjual habis tiket konser di berbagai negara.

Kisah Panchiko adalah bukti kekuatan komunitas internet dalam menyelamatkan karya seni yang hampir hilang ditelan waktu. Dari tumpukan barang bekas yang berdebu, mereka kini berdiri tegak sebagai salah satu ikon musik indie modern.

 

 

Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Editor: Celine Velleri

Foto: daily.bandcamp.com

Sumber: lhstoday.org, vice.com, spin.com

Tags: BandBand Indieband indie-popCDindie-popInggrismusicmusikNottinghampanchiko
Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Related Posts

Beberapa film Remake dan Reboot di Hollywood (hollywoodinsider.com)
Film

Fenomena Remake dan Reboot di Hollywood: Apa Alasannya?

March 13, 2026
Black Dahlia
Event

Black Dahlia: Bayangan Sensasi Media terhadap Kasus Tragis

March 11, 2026
Lanyard bagi penyandang disabilitas tak tampak oleh Hidden Disabilities Sunflower (vantagegroup.com)
Iptek

Memahami Disabilitas Taktampak: Apa Arti di Balik Lanyard Bunga Matahari?

March 10, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × five =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021