SERPONG, ULTIMAGZ.com – Apakah Ultimates pernah mendengar atau berkunjung ke Blok M? Tau gak sih, Blok M yang sekarang mencuri perhatian warga Jakarta dengan banyaknya kuliner dulu sempat dijuluki “mati suri”?
Melansir jurnalpost.com, awalnya Blok M dirancang Belanda sebagai kawasan hunian elit untuk mengurangi kepadatan di Gambir. Sejalannya waktu, wilayah ini menjadi pusat perdagangan dan hiburan ikonik Jakarta Selatan, terutama pada era 1980-an dengan kehadiran mal serta terminal. Walaupun sempat meredup pada 2011 hingga 2019 karena banyaknya toko yang tutup, Blok M kini kembali hidup berkat integrasi Mass Rapid Transit (MRT) dan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD).
BACA JUGA: Pasar Subuh Senen: Menyusuri Jejak Jajanan Tradisional
Selain faktor mobilitas, keberadaan Taman Martha Tiahahu dengan fasilitas perpustakaan gratisnya menjadi magnet rekreasi keluarga yang terjangkau bagi masyarakat Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi). Taman ini berhasil mengisi kekosongan ruang publik berkualitas, sekaligus mentransformasi citra Blok M dari sekadar pusat perdagangan ke destinasi wisata kota yang inklusif.
Melansir garuda.tv, terdapat 6 alasan mengapa Blok M selalu ramai, khususnya di kalangan Gen Z.
Blok M Sudah Ramai dari Dulu
Pada mulanya, Blok M sudah mulai naik daun sejak tahun 60-an karena pembangunan jalan untuk Asian Games 1962. Bahkan di tahun 80 sampai 90-an, tempat ini sudah ramai dikunjungi sebagai tempat berkumpul.
Surga Pusat Perbelanjaan
Dari mal modern seperti Blok M Plaza, hingga toko unik seperti toko buku bekas dan kaset pita jadul dapat mudah ditemukan di Blok M Square. Bahkan kawasan ini juga dikenal sebagai pusat barang antik (vintage) seperti koleksi musik antik.
Mudah Dijangkau dengan Transportasi Umum
Alasan utama Blok M jarang sepi adalah karena lokasinya yang strategis. Banyak transportasi umum seperti MRT dan TransJakarta juga membuat pengunjung dengan mudah langsung turun tepat di depan kawasan Blok M.
Surga Kuliner
Dari kafe estetik untuk berfoto-foto, toko roti yang sedang naik daun, sampai kuliner Jepang asli dapat ditemukan di Blok M. Namun, hal yang paling digemari pengunjung adalah makan Gulai Tikungan atau Gultik bersama teman-teman di pinggir jalan.
Atmosfer Jepang di “Little Tokyo”
Di Jalan Melawai, Ultimates dapat merasakan suasana seperti berada di Jepang. Banyak restoran hingga kedai yang didekorasi ala Jepang di Blok M, menjadikannya magnet para kreator konten.
Ruang Kreatif dan Area Hijau yang Instagramable
M Bloc Space menjadi salah satu ruang kreatif di kawasan ini yang sering mengadakan konser atau pameran seni. Selain itu, ada juga Taman Literasi yang memiliki perpustakaan gratis dan Taman Langsat, area terbuka bagi yang ingin mencari udara segar di tengah kota.
BACA JUGA: Intip Beragam Tempat Bersejarah yang Jarang Diketahui di Jakarta
Melansir kompasiana.com, fenomena bangkitnya Blok M menjadi bukti keberhasilan penataan ulang kota yang membuat tempat lama menjadi lebih modern dan fungsional. Perubahan ini sangat penting bagi kota besar seperti Jakarta agar warganya memiliki ruang yang seimbang antara mobilitas, budaya, dan ruang sosial. Walaupun semakin ramai, kawasan ini masih menghadapi tantangan seperti kemacetan dan kenaikan harga sewa ruko yang berisiko menggeser warga atau pedagang lama.
Setelah mengetahui sejarah panjangnya, apakah Ultimates pernah mengunjungi kawasan Blok M? Kalau sudah, tempat apa saja yang didatangi Ultimates? Apakah ada kuliner atau tempat yang menurut Ultimates wajib dikunjungi?
Penulis: Jocelyn Gabrielle
Editor: Celine Valleri
Foto: garuda.tv
Sumber: jurnalpost.com, garuda.tv, kompasiana.com





