• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, March 21, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Apa yang Perempuan Pakai Sebelum Ada Pembalut? Yuk, Intip Sejarahnya!

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa by Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
March 21, 2026
in Iptek, Lainnya
Reading Time: 3 mins read
Perempuan mesir dahulu menggunakan kapas yang dilapisi dengan kertas papirus. (thewomensorganisation.org.uk)

Perempuan mesir dahulu menggunakan kapas yang dilapisi dengan kertas papirus. (thewomensorganisation.org.uk)

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Menstruasi adalah siklus alami yang sudah ada sejak perempuan pertama kali menginjakkan kaki di Bumi. Namun, cara perempuan menanganinya telah mengalami transformasi yang panjang, dari penggunaan serat tumbuhan yang kasar hingga teknologi polimer super serap yang kita kenal sekarang. 

Melansir helloclue.com, perempuan menggunakan papirus di zaman Mesir Kuno. Papirus sendiri merupakan tanaman air sejenis gelagah atau rumput yang tumbuh subur di sepanjang tepi Sungai Nil. Papirus akan diolah menjadi bahan kertas kemudian dilembutkan dengan cara direndam untuk dijadikan pembalut darurat. 

Baca juga: Toxic Shock Syndrome: Bahaya Menggunakan Pembalut Terlalu Lama!

Di Yunani Kuno, catatan medis Hippocrates menyebutkan bahwa perempuan menggunakan kain linen yang dibalutkan pada potongan kayu kecil, menjadikannya tampon primitif. Sementara itu, bangsa Romawi memiliki preferensi tersendiri dengan memanfaatkan kain atau benang wol sebagai alat penyerap. Intinya, sejak dahulu manusia sudah menggunakan apa pun yang tersedia di alam untuk menyerap darah.

Memasuki abad ke-19 atau era Victoria, menstruasi masih dianggap sangat tabu. Kebanyakan perempuan menggunakan rags (kain perca) yang dicuci dan dipakai berulang kali. Dari sinilah muncul istilah on the rag, ungkapan vulgar untuk menggambarkan perempuan yang marah atau mudah tersinggung karena sedang menstruasi. 

Inovasi komersial pertama muncul pada 1888 dengan nama Lister’s Towels oleh Johnson & Johnson. Sayangnya, produk ini gagal total di pasaran karena perempuan merasa malu untuk membelinya secara terbuka. Selain itu, muncul pula sabuk menstruasi, sebuah alat elastis yang harus dikaitkan ke pinggang untuk menahan bantalan kain agar tidak bergeser. Namun, alat ini sangat tidak nyaman untuk digunakan dan sering kali menyakitkan.

Mengutip beautynesia.id, revolusi besar terjadi justru di medan perang. Selama Perang Dunia I, para perawat di Prancis menyadari bahwa cellucotton (kapas selulosa) yang digunakan untuk membalut luka tentara memiliki daya serap yang jauh lebih baik daripada kapas biasa.

Melihat peluang ini, perusahaan Kimberly-Clark meluncurkan Kotex pada 1920. Ini adalah pembalut sekali pakai pertama yang sukses secara komersial. Keberadaannya mengubah hidup banyak perempuan karena mereka tidak perlu lagi mencuci kain kotor dan bisa lebih bebas beraktivitas saat menstruasi.

Baca juga: Menepi Sejenak, Kenali Budaya Slow Living Yang Sekarang Menjadi Impian Orang

Barulah pada 1970-an, inovasi perekat (adhesive) diperkenalkan, yang akhirnya membebaskan perempuan dari sabuk menstruasi yang menyiksa. Lalu, tahun 1980-an membawa kita pada desain pembalut dengan wings (sayap) untuk mencegah kebocoran samping. Saat ini, fokus industri telah bergeser ke arah keberlanjutan. Dengan meningkatnya kesadaran lingkungan, banyak perempuan beralih ke pembalut kain modern, menstrual cup, atau celana menstruasi yang lebih ramah bumi tapi tetap menggunakan teknologi tekstil tinggi.

Menstruasi tidak pernah menghalangi perempuan untuk beraktivitas karena mereka selalu menemukan inovasi untuk beradaptasi dengan keterbatasan zaman. Hal ini sekaligus menjadi refleksi penting tentang bagaimana kesehatan reproduksi telah berevolusi dari pemanfaatan bahan alam mentah hingga menggunakan teknologi sanitasi modern yang kita nikmati saat ini.

 

 

Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Editor: Celine Valleri

Foto: thewomensorganisation.org.uk

Sumber: helloclue.com, beautynesia.id

Tags: haidmenstruasiMesir Kunopad menstruasipembalutperempuanSejarahsejarah perempuantamponYunani Kuno
Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Related Posts

Poster Danur 4: Senjakala. (harapanrakyat.com)
Film

Segala Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Danur 4: Senjakala

March 21, 2026
Introver
Iptek

Introver dan Extrover: Pandangan Carl Jung Mengenai Kepribadian

March 20, 2026
Tren Velocity TikTok (liputan6.com).
Hiburan

Apa Itu Velocity dan Mengapa Kini Menjadi Tren

March 20, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + eighteen =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021