• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, March 25, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Mengenal Nellie Bly, Jurnalis Investigasi Pertama

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa by Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
March 25, 2026
in Iptek, Lainnya
Reading Time: 2 mins read
Potret Nellie Bly saat melakukan perjalanan 72 hari, 1889-1990. (nashuproar.org)

Potret Nellie Bly saat melakukan perjalanan 72 hari, 1889-1990. (nashuproar.org)

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Di akhir abad ke-19, dunia jurnalistik menjadi bidang pekerjaan yang didominasi laki-laki. Penulis perempuan biasanya dibatasi ruang geraknya. Namun, Elizabeth Cochrane Seaman, atau yang lebih dikenal dengan nama pena Nellie Bly, menolak untuk mengikuti batasan tersebut. Tidak hanya menulis berita, ia menciptakan sejarah melalui keberanian yang melampaui zamannya.

Melansir thecity.nyc, keberanian Bly mencapai puncaknya pada 1887 ketika ia menerima tugas berisiko dari Joseph Pulitzer di surat kabar New York World. Tugasnya cukup mengerikan, yaitu berpura-pura sakit jiwa untuk masuk ke Rumah Sakit Jiwa Perempuan di Pulau Blackwell’s demi menginvestigasi tuduhan penganiayaan pasien. Setelah berlatih di depan cermin, Bly berhasil menipu para dokter dan benar-benar dirawat di sana selama sepuluh hari.

Baca juga: Black Dahlia: Bayangan Sensasi Media terhadap Kasus Tragis

Apa yang ia temukan di balik tembok dingin Pulau Blackwell’s Island sangat memilukan. Dalam laporan berserinya yang kemudian dibukukan menjadi Ten Days in a Madhouse, Bly menggambarkan kondisi yang sangat tidak manusiawi. Mulai dari banyaknya makanan busuk, dinginnya air mandi, hingga kekerasan fisik dan verbal dari para perawat. 

Laporan ini menjadi sensasi nasional. Ia memaksa publik dan pemerintah untuk tidak mengabaikan isu kesehatan jiwa. Hasilnya? Dewan juri melakukan investigasi besar-besaran dan meningkatkan anggaran untuk perbaikan fasilitas kesehatan jiwa secara signifikan.

Baca juga: Tragedi Junko Furuta: Luka Kolektif Jepang di Akhir 1980-an

Tidak berhenti di situ, Bly kembali membuktikan kehebatannya dengan melakukan perjalanan keliling dunia selama 72 hari. Namun, warisan terbesar Bly tetaplah keberaniannya dalam jurnalisme investigasi. Ia membuktikan bahwa perempuan juga memiliki kapasitas pikiran dan fisik untuk melakukan pekerjaan lapangan yang berat, mengutip daily.jstor.org.

Hingga saat ini, Nellie Bly menjadi simbol bahwa sebuah narasi bukan sekadar rangkaian kata di atas kertas atau layar. Ia menunjukkan bahwa menjadi perempuan tangguh berarti berani mengungkap hal-hal yang lama disembunyikan, bahkan ketika hal itu menuntut kita menghadapi sisi dunia yang gelap dan penuh risiko.

 

 

Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Editor: Celine Valleri

Foto: nashuproar.org

Sumber: daily.jstor.org, thecity.nyc.

Tags: artikel sejarahinvestigasijurnalisjurnalis perempuanjurnalismejurnalisme investigasiJurnalistiknellie blyperempuansosok perempuan
Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Related Posts

petani gurem
Iptek

Petani Gurem: Pahlawan Pangan di Lahan Sempit

March 23, 2026
Blok M Square di Blok M. (garuda.tv)
Iptek

Surga Kuliner: Mengapa Blok M Tak Pernah Sepi

March 23, 2026
Perempuan mesir dahulu menggunakan kapas yang dilapisi dengan kertas papirus. (thewomensorganisation.org.uk)
Iptek

Apa yang Perempuan Pakai Sebelum Ada Pembalut? Yuk, Intip Sejarahnya!

March 21, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 8 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021