SERPONG, ULTIMAGZ.com – Comic Frontier atau yang lebih dikenal dengan Comifuro adalah pameran karya kreatif yang telah diselenggarakan sejak 2012. Tahun ini, mereka kembali dengan Comifuro 22 yang digelar pada 16–17 Mei 2026 di Hall 6-10 ICE BSD City, Tangerang Selatan.
Comifuro dikenal sebagai wadah komunitas kreator lokal, terutama seniman independen, ilustrator, hingga penulis untuk menjual karya orisinil maupun fanmerch. Tidak hanya diramaikan oleh kreator lokal, Comifuro 22 juga dihadiri oleh kreator mancanegara, mulai dari Asia Tenggara hingga Jepang.
Baca Juga: Apa yang membuat Comifuro Selalu Ramai? Intip Keseruan Hari Pertama Comifuro 22!
Stan-stan yang memenuhi area pameran tampil unik dengan konsep dan nama yang beragam, penuh kreativitas, hingga nyeleneh. Seperti Kucing Kayang, Freakytiw, SaYa Butuh Asupan Uang (SYBAU) hingga Bapack-bapack Jualan Deskmat. Stan tersebut dihias dengan dekorasi menarik dan interaktif, mulai dari penggunaan ornamen warna-warni, display produk yang tertata rapi, hingga konsep visual yang disesuaikan dengan identitas masing-masing kreator. Beberapa stan bahkan menghadirkan tema khusus dan spot foto kecil yang membuat pengunjung tertarik untuk berhenti, melihat-lihat, hingga mengabadikan momen.
Jenis produk yang diperjualbelikan juga beragam seperti art print, gantungan kunci, stiker, boneka, baju, hingga komik dan zine dengan desain unik yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Untuk booth itu kita juga nyari banyak referensi ya, tidak cuman di CF aja tapi di event-event lain. Misalnya di art market luar negeri itu biasanya Vietnam tuh seru-seru, ya kita liat referensi dari sana terus dari Jepang juga.” ucap Amri dari Rombongan Cilinn.

“Sebenernya wholesome banget sih di Comifuro banyak orang yang antusias. Apalagi kalo kita bikin fanart dari fandom yang spesifik banget gitu ya, banyak orang yang kaya ‘OMG! Itu gw suka itu.’ Serunya kaya gitu sih, ternyata relate sama mereka terus mereka juga merasa punya temen yang seleranya sama. Terus mereka juga apresiatif banget orang-orang disini kaya ‘Kamu yang gambar ya kak, bagus banget.’ jadi bener-bener seru banget.” ucap Lidwina Zita, salah satu penjaga stan di Comifuro.
Kedekatan antara fandom dan kreativitas kreator lokal inilah yang membuat suasana Comifuro 22 terasa semakin hidup dan mengesankan.
Selain dipadati pengunjung, Comifuro 22 juga menjadi kesempatan bagi kreator kecil untuk mulai memperkenalkan karya mereka ke publik. Banyak kreator memanfaatkan acara ini sebagai langkah awal untuk mencoba berjualan cenderamata atau mengenalkan brand mereka kepada komunitas yang lebih luas.
Baca Juga: Comifuro 21: Ketika Kegemaran dan Keinginan untuk Berekspresi Bersatu
“Enaknya di CF (Comifuro) itu harga boothnya sebenarnya hitungannya murah kalau dibandingkan dengan market Jakarta lainnya. Jadi kaya menurut aku cocok banget buat kreator pemula yang mau coba jualan merch, sih.” ucap Yena dari Aricato.
Dengan suasana yang ramai dan penuh antusiasme, Comifuro 22 tidak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga ruang bagi kreator dan penggemar untuk saling berbagi apresiasi. Kehangatan interaksi antara pengunjung dan kreator berhasil membuktikan bahwa Comifuro bukan sekadar berburu cendramata, tetapi juga menjadi ruang bagi komunitas untuk saling terhubung lewat karya dan minat yang sama.
Penulis: Suci Alyssa Suherman
Editor: Kezia Laurencia
Foto: ULTIMAGZ.com/ Gabri Perboire




