• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, September 2, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan

Daisy Chain Fields: Olivia Rodrigo Buktikan Perempuan Juga Bisa Buat Festival Musik

Annabelle Chloe Pramono by Annabelle Chloe Pramono
September 2, 2026
in Hiburan, Musik
Reading Time: 3 mins read
Olivia Rodrigo di atas panggung Daisy Chain Festival. (Pooneh Ghana/Rolling Stone)

Olivia Rodrigo di atas panggung Daisy Chain Festival. (Pooneh Ghana/Rolling Stone)

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pada hari Sabtu (29/08/26), Olivia Rodrigo sukses menyelenggarakan festival musik Daisy Chain Fields di California. Ia turut mengundang sejumlah artis populer dan legendaris seperti Stevie Nicks, Chappell Roan, Mitski, hingga Doechii. Keuntungan dari festival ini sendiri akan didonasikan seluruhnya. 

Antusiasme terhadap festival ini pun sangat tinggi, dengan tiket yang habis terjual dalam waktu 30 menit. Di balik kesuksesan tersebut, Daisy Chain Fields membawa misi yang lebih besar dengan menghadirkan jajaran musisi yang seluruhnya perempuan. Kehadiran para musisi dan aktivis inilah yang jadi sumber harapan penyanyi asal Amerika tersebut di tengah kemunduran hak-hak perempuan saat ini. 

Baca Juga: Wave to Earth hingga Ella Mai Jadi Sorotan di Hari Kedua Java Jazz 2026

Dilansir dari apnews.com dan theconversation.com, harapan tersebut juga tergambar dari nama festival yang dipilihnya. Bagi Rodrigo, rangkaian bunga ini menjadi pengingat bahwa setiap individu yang berdiri sendiri dapat tetap saling terhubung, membentuk satu ikatan kuat yang tidak mudah putus. 

Lilith Fair oleh McLachlan Jadi Inspirasi

Rodrigo menyebutkan bahwa Lilith Fair yang dibentuk oleh Sarah McLachlan telah menjadi inspirasi untuk gerakan barunya. 

“Tanpa Lilith Fair, tidak akan ada Daisy Chain Fields.”  

Festival yang sempat diselenggarakan di 1900-an ini sempat diragukan oleh bebagai pihak. Pada masa itu, musisi perempuan kerap menghadapi berbagai hambatan di industri musik. Mulai dari keterbatasan dalam pemutaran lagu di radio hingga tampil di berbagai acara dan festival musik, dilansir dari theconversation.com.

Lewat diskriminasi dan dominasi gender yang timpang itulah McLachlan mencoba menciptakan ruangnya sendiri. Lilith Fair hadir dengan para penyanyi solo atau grup musik yang dipimpin oleh perempuan. 

Melansir glamour.com, McLachlan ingin Lilith Fair menjadi ruang yang menunjukkan bahwa para musisi perempuan tidak harus selalu ditempatkan sebagai kompetitor satu sama lain. Sebaliknya, mereka dapat berkumpul, berkolaborasi, dan menjadi lebih kuat bersama-sama.

Baca Juga: Festival Film NextScene 2026 Putar Karya Sutradara Jepang Kousuke Sakoda

Semangat inilah yang coba diteruskan oleh Olivia Rodrigo melalui Daisy Chain Fields. Tidak hanya menghadirkan musisi perempuan lintas generasi, festival tersebut juga berhasil mengumpulkan keuntungan bersih sebesar 10 juta dolar Amerika Serikat. 

Sebanyak 10 organisasi akan menjadi penerima manfaat dari festival ini, dilansir dari desertsun.com. Adapun beberapa organisasi diantaranya adalah Planned Parenthood, Center for Reproductive Rights, National Women’s Law Center, hingga Black Mamas Matter Alliance. Isu yang dibawa pun beragam, mencakup hak reproduksi, kesehatan ibu, kekerasan domestik, hingga pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak yang hidup dalam kemiskinan. 

 

 

Penulis: Annabelle Chloe 

Editor: Celine Valleri

Foto: Pooneh Ghana/Rolling Stone

Sumber: rollingstone.com, desertsun.com, apnews.com, theconversation.com, glamour.com

Tags: daisy chain fieldsdonasifestival musikKonserlilith fairmclachlanmusikmusisiMusisi Perempuanolivia rodrigostevie nicks
Annabelle Chloe Pramono

Annabelle Chloe Pramono

Related Posts

Konser showcase album Melankolia Radikal oleh Dongker (instagram.com/keivisalman)
Event

Melankolia Radikal: Dongker, Jokowi, dan Album Baru.

August 31, 2026
Sutradara asal Jepang, Kousuke Sakoda, memberikan materi mengenai proses pembuatan salah satu film yang ditayangkan dalam Festival NextScene, Sabtu (08/08/2026), di Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki. (ULTIMAGZ/Iskandar Gautama)
Anak-anak

Festival Film NextScene 2026 Putar Karya Sutradara Jepang Kousuke Sakoda

August 18, 2026
Dari kiri ke kanan, Miyake Shota (Asisten Direktur The Japan Foundation Jakarta), Penny Sylvania Putri (Festival Director NextScene), Abhay Punjabi (sutradara film Pukam Pukai: To Fetch a Pail of Water), dan Andang Kelana (Direktur Artistik NextScene) berfoto bersama dalam pembukaan Festival NextScene di CGV fX Sudirman, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Sumber: Dokumentasi NextScene).
Anak-anak

NextScene Kids & Youth Film Festival 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema “Stories Along the Way”

August 18, 2026
Next Post
Tampilan salah satu situs pesan makanan. (foodnevercomes.com)

Pesan Tanpa Bayar? Mengenal Dopamine Sites, Tren Situs Belanja Palsu untuk Cari Kenyamanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 11 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021