• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, October 3, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan Film

Bisakah Marvel Menjaga Loki Sebaik Loki Menjaga Multiverse? Menanti Nasib Sang Dewa Cerita di Doomsday

Aurelia Lisbeth by Aurelia Lisbeth
October 3, 2026
in Film, Opini
Reading Time: 4 mins read
Poster film Avengers: Endgame Encore. (marvel.com)

Poster film Avengers: Endgame Encore. (marvel.com)

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Perjalanan Tom Hiddleston sebagai Loki tampak berakhir pada 2018 ketika Thanos mencekiknya di menit-menit awal Avengers: Infinity War. Namun, berkat konsep perjalanan waktu yang diusung Marvel, Avengers: Endgame berhasil menghadirkan kembali Loki versi 2012. Kini, tujuh tahun berselang, kisah Dewa Kenakalan yang telah berevolusi itu justru semakin panjang. 

(Peringatan: artikel ini mengandung spoiler adegan baru dari Avengers: Endgame Encore.)*

Marvel Studios menayangkan ulang Avengers: Endgame dengan tajuk Avengers: Endgame Encore sejak Jumat (25/09/26). Dalam salah satu adegan barunya, Loki berseragam Time Variance Authority (TVA) mengetuk pintu rumah Steve Rogers dan Peggy Carter, lalu menawarkan bantuan kepada keduanya. Adegan tersebut menjadi salah satu jembatan menuju Avengers: Doomsday yang akan tayang pada Jumat (18/12/26).  

Baca juga: Loki Diminta Perbaiki Garis Waktu dalam Trailer Baru “Loki”

Ketukan itu lebih dari sekadar kejutan bagi penggemar. Loki merupakan salah satukarakter dengan busur paling utuh di Marvel Cinematic Universe (MCU). Karena itu, Doomsday akan menjadi titik penting bagi Marvel untuk melihat perkembangan karakter dan cerita yang telah mereka bangun. 

Lima Belas Tahun Menuju Dewa Cerita

Perjalanan Loki telah dibangun Marvel selama 15 tahun sejak kemunculan pertamanya dalam Thor (2011). Hiddleston kemudian kembali memerankan karakter tersebut dalam enam film lain milik MCU hingga Avengers: Endgame. Loki awalnya diperkenalkan sebagai anak angkat yang iri kepada kakaknya. Rasa iri tersebut membuatnya memimpin invasi ke New York. Selanjutnya, pada Thor: Ragnarok, ia mulai menebus kesalahannya dengan berpihak pada Asgard sampai puncak penebusannya pada Avengers: Infinity War berupa pengorbanannya untuk Thor.

Loki dalam The Avengers (2012) (marvel.com)
Loki dalam The Avengers (2012) (marvel.com)

Namun, perjalanan Loki tidak berhenti di sana. Serial Loki’menuntaskan busur tersebut. Dalam serial ini, Loki versi 2012 dipaksa untuk melihat nasibnya sendiri dan belajar percaya pada orang lain melalui Mobius dan Sylvie. Pada akhir musim kedua, ia memilih untuk menjaga seluruh linimasa secara permanen dan menjadi God of Stories. Perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Setiap langkah yang diambil Loki memiliki alasan yang bisa ditelusuri oleh para penonton.

Janji Hiddleston, Rekam Jejak Marvel

Kemunculan Loki dalam  Avengers: Endgame Encore menunjukkan bahwa Marvel masih membawa perkembangan karakter tersebut. Loki yang dulu datang untuk berkuasa, kini datang untuk menolong. Hiddleston pun memberikan petunjuk untuk para penggemar. Melansir hollywoodreporter.com, ia menyebutkan bahwa Avengers: Doomsday dimulai dari titik akhir serial Loki sehingga perkembangan karakternya akan dijadikan pijakan untuk film tersebut.  

Di Zurich Film Festival, Hiddleston juga menyinggung arah karakternya. 

“Saya ingin kembali menyoroti kapasitasnya untuk mencintai serta rasa keterikatannya dengan keluarga. Saya ingin menemukan cara untuk menuntaskan alur kisahnya,” ujarnya, dilansir dari variety.com.

Tom Hiddleston memegang piala penghargaannya dalam Zurich Film Festival pada Kamis (24/09/26). (Instagram/@zurichfilmfestival)
Tom Hiddleston memegang piala penghargaannya dalam Zurich Film Festival pada Kamis (24/09/26). (Instagram/@zurichfilmfestival)

Namun, pernyataan seorang aktor belum tentu menjadi jaminan. Perkembangan karakter dalam MCU tidak selalu berjalan dengan arah yang sama. Sebagai contoh, perjalanan Wanda Maximoff dalam WandaVision banyak dibatalkan oleh Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Perjalanan Sam Wilson di The Falcon and the Winter Soldier juga diulang di Captain America: Brave New World. 

Hal tersebut menjadi salah satu tantangan Doomsday. Setelah perkembangan panjang Loki, Marvel perlu memastikan bahwa keputusan terhadap karakter tersebut tetap memiliki hubungan dengan perjalanan yang telah dibangun sebelumnya.

Godaan di Avengers: Doomsday

Posisi Loki di Doomsday menjadi semakin menarik. Doctor Doom dikabarkan ingin merobek realitas sehingga Loki sebagai penjaga linimasa berpotensi menjadi sasaran langsung. Hiddleston sendiri tidak memberikan jawaban langsung ketika ditanya mengenai kemungkinan kematian Loki. Ia hanya mengingatkan bahwa karakternya sedang menahan semua linimasa. 

Poster film Avengers: Doomsday. (marvel.com)
Poster film Avengers: Doomsday. (marvel.com)

Di film dengan puluhan karakter, Loki mudah tereduksi menjadi alat plot semata. Sebagian penggemar mungkin berpendapat bahwa karakter perlu diguncang supaya tetap menarik. Loki dapat berubah, bahkan boleh gugur, selama perubahan itu berangkat dari perjalanan yang sudah ia tempuh. 

Baca juga: Tom Holland Kembali Berayun, Trailer Spider-Man: Brand New Day Raih 718 Juta Views dalam Sehari

Jika Loki akan gugur demi melindungi multiverse, cerita tersebut masih sejalan dengan kisahnya. Sebaliknya, jika Loki mendadak kembali menjadi penipu yang haus kuasa, perubahan tersebut akan terasa tidak konsisten dengan perjalanan karakternya. 

Loki telah berubah dari perebut takhta menjadi penjaga linimasa. Pertanyaannya, apakah Marvel siap menjaga Loki sebaik Loki menjaga multiverse?

 

Penulis: Aurelia Lisbeth

Editor: Jocellyn Lee Kurnianto

Foto: marvel.com

Sumber: marvel.com, imdb.com, hollywoodreporter.com, variety.com

Tags: Avengers: Doomsdayavengers: endgameAvengers: Endgame EncoreDoctor Doomfilm superheroGod of Storieslokimarvelmarvel cinematic universemarvel studiosmcumultiverseOpini FilmPeggy CarterSerial LokiSteve RogersTime Variance AuthorityTom HiddlestonTVAZurich Film Festival
Aurelia Lisbeth

Aurelia Lisbeth

Related Posts

Austin Abrams sebagai Bryan di film Resident Evil. (imdb.com)
Film

Zach Cregger Mengembalikan Racoon City: Resident Evil dalam Sudut Pandang Baru

October 2, 2026
Ilustrasi medali emas (Unsplash/@George Pisarevsky)
Opini

Hadiah OSN Anjlok, ONMIPA Ikut Terdampak: Jaminan Efisiensi Pendidikan yang Terus Tidak Ditepati

September 24, 2026
Ilustrasi perempuan yang sedang membaca buku di kafe. (Unsplash/@Bundo Kim)
Opini

Antara Pamer dan Rasa Ingin Tahu: Menyoal Performative Intellectualism

September 4, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 6 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021