SERPONG, ULTIMAGZ.com — Drama Korea Four Hands, Two Sonatas resmi menamatkan 12 episodenya di tvN pada Minggu (04/10/26). Dibintangi Song Kang dan Lee Jun-young, drama ini mengisahkan dua pianis muda yang tumbuh dari rival menjadi rekan duet. Dengan berlatar musik klasik, drama garapan sutradara Park Hyun-suk ini menyuguhkan kisah persahabatan yang hangat sekaligus emosional.
Cerita berpusat pada Kang Bi-o (Song Kang), siswa Korea Arts High School yang perfeksionis dan selalu menempati peringkat teratas. Ia berlatih tanpa henti demi mendapatkan pengakuan dari kakeknya, seorang konduktor ternama dunia. Namun, posisinya mulai goyah ketika Choi Jeong-yo (Lee Jun-young) datang sebagai siswa pindahan.
Baca juga: Zach Cregger Mengembalikan Racoon City: Resident Evil dalam Sudut Pandang Baru
Berbeda dari Bi-o, Jeong-yo adalah pianis berbakat alami yang sempat meninggalkan dunia piano. Ia kehilangan ibunya sejak kecil sehingga harus menjadi tulang punggung keluarga. Di antara keduanya, hadir pula Hong Jae-in (Jang Gyu-ri), siswa jurusan viola atau biola besar dengan pendengaran yang sangat peka.
Judul Four Hands, Two Sonatas memiliki makna yang cukup dalam. Istilah four hands merujuk pada teknik memainkan satu piano oleh dua orang secara bersamaan. Teknik ini menuntut keselarasan tempo dan kepekaan terhadap rekan bermain, seperti hubungan antara Bi-o dan Jeong-yo yang perlahan belajar untuk saling memahami.
Berbagai karya musik klasik juga tampil sebagai penggerak cerita. Salah satunya adalah “Piano Concerto No. 2” karya Sergei Rachmaninoff yang menjadi ujian bagi Bi-o untuk melampaui batas dirinya. Sementara itu, “Danse Macabre” karya Camille Saint-Saëns menandai kembalinya Jeong-yo ke panggung melalui permainan empat tangan bersama Bi-o.
Dalam drama ini, kontras kedua tokoh utama pun tergarap rapi. Bi-o dapat bermain dengan penuh presisi dan halus, sedangkan Jeong-yo tampil dengan penuh energi dan mampu menguasai panggung.
Penonton Korea Selatan menyambut drama ini dengan baik. Melansir soompi.com, data dari Nielsen Korea menyatakan rating drama ini meningkat dari 3,4 persen di episode perdana menjadi 7,9 persen di episode kedelapan yang tayang pada Minggu (20/09/26).
Baca juga: Young Sherlock Ungkap Awal Mula Dua Tokoh Legendaris
Pada akhirnya, Four Hands, Two Sonatas tidak hanya bercerita mengenai siapa yang lebih unggul di atas panggung. Bakat dan kerja keras pun dapat saling melengkapi, layaknya dua pasang tangan yang memainkan satu piano.
Melalui kisah Bi-o dan Jeong-yo, drama ini mengajak penonton untuk melihat bahwa tumbuh bersama bisa sama berartinya dengan sebuah kemenangan. Bagi Ultimates yang mencari tontonan tentang ambisi dan persahabatan, Four Hands, Two Sonatas dapat menjadi salah satu pilihan untuk disaksikan melalui Netflix.
Penulis: Aurelia Lisbeth
Editor: Jocellyn Lee Kurnianto
Foto: tvN
Sumber: soompi.com, imdb.com




