• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Friday, October 2, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan Film

Zach Cregger Mengembalikan Racoon City: Resident Evil dalam Sudut Pandang Baru

Annabelle Chloe Pramono by Annabelle Chloe Pramono
October 2, 2026
in Film, Hiburan, Review
Reading Time: 3 mins read
Austin Abrams sebagai Bryan di film Resident Evil. (imdb.com)

Austin Abrams sebagai Bryan di film Resident Evil. (imdb.com)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Direktur atau Sutradara Zach Cregger, kembali sukseskan genre horor ke layar lebar lewat film Resident Evil di Jumat (18/09/2026). Setelah mendapat banyak pujian berkat kemampuannya dalam film Weapons, ia kembali membawa gaya khasnya dalam waralaba populer Resident Evil. 

Film ini sendiri dimulai dengan Bryan, seorang kurir medis, yang berusaha mengantarkan paket penting ke salah satu rumah sakit di Racoon City. Di tengah salju dan suasana yang mencekam, ia bertekad membawa barang titipan itu dengan selamat. Namun, perjalanannya tidak selalu berjalan mulus. 

Baca juga: Demam TCG: Hobi, Koleksi, dan Nilai di Balik Kartu

Kisah Baru yang Tidak Kalah Menarik

Mendapat skor 96% di Rotten Tomatoes, Cregger berhasil membawa nuansa baru di dunia Resident Evil. Berbeda dari film-film dahulunya, dilansir dari hollywoodreporter.com, Cregger mengungkapkan bahwa ia sengaja meninggalkan tokoh-tokoh dari seri sebelumnya. Menurutnya, kisah mereka telah disampaikan dengan sempurna melalui permainan yang telah ada. 

Sebagai pemain sendiri, sutradara horor-komedi itu mengungkapkan harapannya agar para penggemar dapat memahami visi yang ingin dibawanya melalui film ini. Seperti permainan Resident Evil lainnya yang penuh kejutan, film ini tidak menghilangkan elemen tersebut dan menambah keseruannya dengan sisipan komedi khas Cregger. 

Bentuk cintanya juga tergambar dari bagaimana film ini diambil. Penonton diajak seolah-olah sedang memainkan game itu sendiri melalui adegan demi adegan, termasuk penggunaan sudut pandang first-person (FPS) dan over-the-shoulder (OTS).

Tokoh yang Terlalu Relatable 

Namun, bukan hanya kejutan yang membuat film ini terasa mirip dengan pengalaman bermain Resident Evil. Karakter Bryan yang terasa relate, juga jadi salah satu daya tarik yang membuat perjalanan ini terasa semakin hidup. 

Baca juga: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Kinki? Membedah Format About a Place in the Kinki Region

Tidak hanya mengandalkan cerita baru, film ini juga dipenuhi berbagai adegan yang terasa familiar bagi pemain Resident Evil. Mulai dari zombie hingga berbagai detail kecil yang menjadi easter egg (pesan tersembunyi) bagi yang mengikuti waralabanya. Adegan-adegan tersebut terasa menyenangkan tanpa harus menghilangkan identitas film sebagai sebuah cerita baru.

Jika bagi penggemar lama, kehadiran easter egg sekaligus sisi teknis memberi rasa nostalgia. Maka bagi penonton baru, film ini menawarkan teror dan kejutan yang dapat dinikmati tanpa harus sepenuhnya memahami setiap referensi yang diberikan.

 

 

Penulis: Annabelle Chloe 

Editor: Celine Valleri

Foto: imdb.com

Sumber: rottentomatoes.com, hollywoodreporter.com

Tags: austin abramsfilmfilm reviewGameleon kennedyresident evilreviewreview resident evilulasanweaponszach cregger
Annabelle Chloe Pramono

Annabelle Chloe Pramono

Related Posts

Penampil-penampil Synchronize Festival 2026 pada jumpa pers di HW Live House Kemang, Jakarta, Rabu (30/09/2026). (ULTIMAGZ/Febrian Dwianto).
Event

Synchronize Festival 2026: Tahun Kesebelas dengan Musim Baru dan Semangat Sama

October 1, 2026
Beberapa Compact Comic yang sudah dirilis oleh DC. (waltscomicshop.com)
Hiburan

DC Compact Comics, Format Ringkas untuk Kisah-Kisah Ikonik

October 1, 2026
Koleksi kartu Yu-Gi-Oh! (Jovan Vasijevic/Unsplash)
Hiburan

Demam TCG: Hobi, Koleksi, dan Nilai di Balik Kartu

September 22, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − three =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021