SERPONG, ULTIMAGZ.com – Seminar Information System Festival (ISFEST) 2026 berlangsung di Lecture Theater, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada Senin (05/10/26). Seminar tahun ini menghadirkan Sadam Permana dengan mengusung tema “Becoming 1% Better: Small but Consistent Changes”.
Seminar ini dibuka dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Mars UMN” yang dilanjutkan dengan penjelasan tema serta tagline dari seminar ISFEST 2026. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian regulasi dari divisi keamanan, kata sambutan, dan ice breaking untuk mencairkan suasana.
Baca Juga: Satir yang Menertawakan Realita, Digger: Layak Ditonton atau Terlalu Konyol?
Pada seminar ini, Sadam memperkenalkan diri kepada peserta sebagai sosok yang ganteng dan berprestasi. Ia juga menceritakan tantangan-tantangan yang dihadapi hingga mencapai titik saat ini, termasuk cara menghadapinya. Sadam pun menjelaskan bahwa dunia tidak selalu berpihak kepadanya. Karena itu, ia turut membagikan cara mengatasi keadaan ketika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan harapan.

Sadam menjelaskan bahwa fondasi dari segalanya adalah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis diperlukan agar seseorang tidak menerima informasi secara mentah, tetapi mengevaluasinya terlebih dahulu sebelum membuat keputusan. Kemampuan ini juga dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah banyaknya berita dan misinformasi yang beredar di media sosial.
Selain itu, public speaking juga menjadi keterampilan yang penting, baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Sadam mengasah keterampilan tersebut melalui teori wajah singa, yang berfungsi untuk melatih otot wajah dan menjadi pemanasan vokal. Latihan tersebut dapat membantu mengontrol ekspresi wajah dan memperjelas artikulasi suara jika dilakukan secara rutin.
Sadam kemudian membahas hal yang sering menjadi penghalang seseorang untuk mencoba sesuatu ketika merasa belum bisa melakukannya. Ia menceritakan insecurity terkait jerawat dan ejekan yang pernah diterimanya. Dari pengalaman tersebut, Sadam memperkenalkan Let Them Theory yang ditulis oleh Mel Robbins sebagai cara untuk mengatasinya. Untuk menerapkan teori tersebut, ia memilih untuk membiarkan orang lain berkomentar tanpa membuatnya memengaruhi diri secara negatif. Sebaliknya, komentar tersebut dapat dijadikan sebagai dorongan untuk meningkatkan diri.
Baca Juga: Four Hands, Two Sonatas: Dua Pianis dalam Satu Harmoni
Selain topik tersebut, Sadam juga membahas pengalamannya meraih kelulusan dengan predikat cum laude. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa perlu mencari metode belajar yang sesuai untuk setiap mata kuliah dan tidak menyamakan perkuliahan dengan masa SMA. Tidak hanya itu, Sadam menambahkan bahwa peran kakak tingkat sangat penting sebelum memasuki semester baru untuk memperoleh informasi mengenai preferensi masing-masing dosen. Dari informasi tersebut, mahasiswa dapat memahami karakteristik dosen dan menyesuaikan cara menjawab soal.
Melalui seminar ISFEST tahun ini, Sadam menjelaskan dan membagikan cara untuk menghadapi tantangan hingga mencapai titiknya sekarang. Bagi Ultimates yang mengikuti seminar ini, adakah pesan Sadam yang kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
Penulis: Jocelyn Gabrielle
Editor: Jocellyn Lee Kurnianto
Foto: ULTIMAGZ/Muara Ikhwan Faraaj

![Mahasiswa baru mengantre untuk mengikuti rangkaian kegiatan MAXIMA 2026 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten, Minggu (22/8/2026). [foto id=”384″]](https://ultimagz.com/wp-content/uploads/Maxima-2026-Cover_Gabri-350x250.png)


