• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Tuesday, October 20, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Efek Rumah Kaca, Kontras, dan Jakarta 32: Kolaborasi Untuk Segala Yang Terjadi

Muhammad Khairan Ananta Nugroho by Muhammad Khairan Ananta Nugroho
October 20, 2026
in Event, Konser, Lainnya, Musik, Politik, Seni
Reading Time: 2 mins read
Penampilan Cholil Mahmud, vokalis Efek Rumah Kaca di Forest Stage Synchronize Fest 2026, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026). [foto id=”384″]

Penampilan Cholil Mahmud, vokalis Efek Rumah Kaca di Forest Stage Synchronize Fest 2026, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026). [foto id=”384″]

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Syncrhonize Fest 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi musisi untuk menampilkan karya-karya mereka, tetapi juga ruang untuk menyuarakan segala hal yang menjadi keresahan mereka. Pada hari pertama, Efek Rumah Kaca yang membuka acara, berkolaborasi dengan KontraS dan Jakarta 32 untuk menyuarakan permasalahan politik yang telah dan sedang terjadi di Indonesia.

Sebelum bermain di Panggung Forest, Efek Rumah Kaca memulai dengan permainan akustik, dengan lagu-lagu yang mengangkat isu politik seperti “Mosi Tidak Percaya” dan “Di Udara”. KontraS dan komplotan Jakarta 32 ikut serta memeriahkan dengan membawa berbagai macam media cetak propaganda untuk merespons isu yang diangkat.

Baca juga: Synchronize Fest 2026: Suara Bergema, Isu Tragis Dibawa

Setelah penampilan akustik, komplotan Jakarta 32 bersama KontraS menampilkan penampilan seni. Penampilan seni tersebut dapat terjadi setelah pihak KontraS menghubungi Jakarta 32 untuk berkolaborasi di awal penampilan Efek Rumah Kaca. Penampilan tersebut dilakukan oleh kelompok Ramuan Fatima, satuan mahasiswi yang kerap menyuarakan isu seputar kekerasan seksual dan juga advokasi.

Mural kritik sosial buatan kolektif Jakarta 32°C yang ditampilkan di Synchronised Fest 2026 Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, pada Jumat (16/10/2026). [foto id=”384″]
Mural kritik sosial buatan kolektif Jakarta 32°C yang ditampilkan di Synchronised Fest 2026 Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, pada Jumat (16/10/2026).
“Kami dihubungi oleh KontraS langsung karena mereka mencari sentuhan artistik saat penampilan Efek Rumah Kaca. Berhubung mereka juga mengetahui Jakarta 32 itu karyanya bersinggung dengan aktivisme dan menyuarakan pendapat-pendapat dari forum mahasiswa yang kami jalankan. Lalu, setelah berbicara, kami diberikan ruang untuk menjalankan karya teman-teman forum mahasiswa pada awal penampilan Efek Rumah Kaca berupa pertunjukan seni dari kelompok Ramuan Fatima yang merupakan kumpulan perempuan-perempuan yang berkenalan dari forum mahasiswa yang berisikan hal-hal seputar advokasi, kekerasan seksual, dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi,” Ucap Isya, salah satu bagian dari Jakarta 32 saat ditanya mengenai persiapan dan proses kolaborasi dengan Efek Rumah Kaca dan KontraS oleh ULTIMAGZ.

Penampilan seni dari Jakarta 32 merespons segala hal yang telah terjadi atau masih terjadi di Indonesia, mengikuti konsep Efek Rumah Kaca dan KontraS yang membawa Aksi Kamisan ke dalam Synchronize. Fokus pesan penampilan Jakarta 32 diakui memang sedikit berbeda, dengan fokus pada isu kebakaran hutan, akses pendidikan, serta kekerasan seksual yang banyak terjadi di ruang-ruang seperti festival. 

Baca juga: Melankolia di Priuk: Showcase Dongker di Plaza Kalibaru

“Pada konteks hari ini, kami menyuarakan apa yang sebenarnya kami rasakan atau apa yang kami lihat. Jadi, mungkin memang sedikit berbeda dengan teman-teman yang ada aksi saat Efek Rumah Kaca tampil. Karena kami bertanya kembali, apa sih yang paling urgent pada saat ini? Bisa tentang kebakaran hutan, akses pendidikan, atau kekerasan seksual yang terjadi di ruang-ruang festival,” balas Duta yang juga merupakan bagian dari Jakarta 32 saat ditanya mengenai konteks respons dari Jakarta 32.

Setelah penampilan seni, Efek Rumah Kaca lanjut menampilkan beberapa lagu mereka, termasuk salah satu lagu yang akan menjadi soundtrack untuk film Laut Bercerita yang akan segera rilis. Mulai dari “Cinta Melulu”, “Kenakalan Remaja Di Era Informatika”, dan dibuka dengan “Putih” yang menyentuh banyak penggemar.

Penulis: Muhammad Khairan Ananta Nugroho

Editor: Kezia Laurencia, Reza Farwan

Foto:  Gabri Perboire Wilhelminho Ringgi Sengga

Sumber:

Tags: 2026acaraEfek Rumah KacafestivalJakarta 32KontraSmusikmusisiSenisynchronizeSyncrhonize Fest
Muhammad Khairan Ananta Nugroho

Muhammad Khairan Ananta Nugroho

Related Posts

Kerumunan penonton di District Stage Synchronize Fest 2026, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2026). [foto id=”384″]
Event

Synchronize Fest 2026 Day 2: Dari Jazz Hingga Hipdut.

October 20, 2026
Seseorang melakukan crowdsurfing di tengah kerumunan penonton di Forest Stage Synchronize Fest 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, pada Jumat (16/10/2026). [foto id=”384″]
Event

Synchronize Fest 2026: Suara Bergema, Isu Tragis Dibawa

October 19, 2026
Seorang penonton mengenakan balaclava saat konser Dongker bertajuk “Melankolia di Priok” di Plaza Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, DKI Jakarta, Sabtu (10/10/2026). [foto id=”384″]
Event

Melankolia di Priuk: Showcase Dongker di Plaza Kalibaru

October 11, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 1 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021