SERPONG, ULTIMAGZ.com – Dongker, band punk asal Bandung, mengadakan special showcase di Plaza Kalibaru, Jakarta pada Sabtu (10/10/2026). Showcase (penampilan) yang bertajuk “Melankolia di Priuk” ini menjadi lanjutan dari rangkaian “Melankolia di Kolong” yang sebelumnya sukses dirayakan di kolong Skatepark, Jalan Pasupati, Bandung. Setelah itu, showcase ini bergeser menuju kolong jembatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogja.
Sama dengan prinsip sebelumnya, beras dan buku masih menjadi pengganti tiket untuk para pengunjung merasakan euforia pertunjukkan. Delpi Suhariyanto, vokalis dan gitaris Dongker, menjelaskan alasan pengganti tiket.
Baca juga: Melankolia Radikal: Dongker, Jokowi, dan Album Baru.
“Tiket masuknya (menggunakan) beras dan buku adalah ide dari Jim Alberka. Dia salah satu kawan, seorang guru, tapi aktif sebagai solidaritas di Dago Elos. Dia sebelumnya sudah melakukan acara serupa dengan band-nya yang bernama Unacceptable. Unacceptable sudah bikin acara gigs yang tiketnya (menggunakan) beras,” ujarnya kepada ULTIMAGZ pada Sabtu (10/10/2026). Melansir unggahan TikTok @dongker.band, pertunjukkan tersebut berhasil mengumpulkan tiga ton beras dan empat ribu buku.
Adapun pemilihan Plaza Kalibaru sebagai lokasi penampilan juga merupakan pilihan yang unik, berbeda dengan acara musik pada umumnya.
“Sebenernya pertimbangannya itu yang penting di ruang publik. Bisa di taman atau dimanapun,” jelas Delpi. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat terwujud dengan bantuan kolektif Free UK, gabungan pemuda karang taruna Kalibaru yang rutin mengadakan acara kesenian hingga hardcore. Adapun fasilitas, pemilihan venue, hingga logistik dipersiapkan oleh Free UK.
“Jadi kami emang kebantu banget sama teman-teman Free UK dan kawan-kawan,” jelas Delpi.
![Penonton dapat menukarkan buku atau beras sebagai tiket masuk konser Dongker bertajuk "Melankolia di Priok". [foto id=”384″]](https://ultimagz.com/wp-content/uploads/Dongker-Isi-300x169.png)
Antusiasme Balada Dongkap dan Genset
Pertunjukkan dibuka dengan dengan penampilan Glyph Talk. Melansir unggahan Instagram @baladagehel, Jason Ranti akan turut meramaikan pertunjukkan tersebut. Jeje (sapaan akrab Jason Ranti) merupakan kolaborator dalam lagu “disarankan di bandung”, yang sampai saat ini menjadi lagu Dongker dengan pendengar terbanyak.
Antusias para balada dongkap (penggemar Dongker) mulai menggema kembali ketika Dongker mulai memasuki area panggung dengan lagu pembuka “Takbir Terdengar Kejam”. Pandu Fuzztoni, gitaris MORFEM, juga ikut meramaikan penampilan sebagai kolaborator spesial. Ketika tengah mempersiapkan diri di belakang panggung, Pandu sempat berkomentar bahwa acara ini akan chaos. Ungkapan chaos yang ia maksud berarti berenergi, seru, dan rusuh.
Pertunjukkan sempat terhenti saat memasuki lagu kedua, “Lautan Bunga Warna Terang”, karena genset yang menjadi pasokan listrik utama panggung diduga terbakar. Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Dengan demikian pertunjukkan sempat terhenti selama kurang lebih 50 menit. Daya listrik akhirnya kembali dengan menggunakan bantuan listrik dari para pedagang yang berjualan di sekitar lokasi penampilan.
Baca juga: #KLABMUSIK: Reinterpretasi dari Embalase Love Song
Dalam keterbatasan, Dongker kembali memainkan beberapa lagu dengan mengubah formatnya menjadi akustik. Lagu yang dibawakan antara lain “Metafora Berpelukan”, “Kukubur Trauma”, “Lagu Selepas Hujan”, dan “disarankan di bandung” yang menjadi lagu penutup penampilan tersebut. Meskipun Pandu dan Jeje belum berkesempatan untuk memeriahkan panggung, mereka tetap menyapa para penggemar sembari petikan gitar Delpi menggema mengiringi sorakan penonton.
“Melankolia di Priuk” dihadiri oleh kurang lebih empat ribu penonton. Dalam wawancara bersama ULTIMAGZ, Delpi menitipkan pesan kepada pada generasi muda untuk menjadi lebih kritis dalam situasi.
“Kalau kamu muak sama sesuatu dipikir lagi. Bisa jadi akar penasaran muaknya itu bukan karena teman atau kondisi sekitar kamu. Tapi hal yang lebih mengakar bisa jadi negara atau kebijakan apapun. Jadi, rangkul orang sekitar saja dan musuhi negara saja.”
Penulis: Febrian Dwianto
Foto: ULTIMAGZ/Gabri Perboire
Editor: Celine Valleri
Sumber: Instagram/@baladagehel, TikTok/@dongker.band
![Seorang penonton mengenakan balaclava saat konser Dongker bertajuk “Melankolia di Priok” di Plaza Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, DKI Jakarta, Sabtu (10/10/2026). [foto id=”384″]](https://ultimagz.com/wp-content/uploads/Dongker-Cover-750x422.png)



