• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, October 11, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Melankolia di Priuk: Showcase Dongker di Plaza Kalibaru

Celine Valleri by Celine Valleri
October 11, 2026
in Event, Musik
Reading Time: 3 mins read
Seorang penonton mengenakan balaclava saat konser Dongker bertajuk “Melankolia di Priok” di Plaza Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, DKI Jakarta, Sabtu (10/10/2026). [foto id=”384″]

Seorang penonton mengenakan balaclava saat konser Dongker bertajuk “Melankolia di Priok” di Plaza Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, DKI Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Dongker, band punk asal Bandung, mengadakan special showcase di Plaza Kalibaru, Jakarta pada Sabtu (10/10/2026). Showcase (penampilan) yang bertajuk “Melankolia di Priuk” ini menjadi lanjutan dari rangkaian “Melankolia di Kolong” yang sebelumnya sukses dirayakan di kolong Skatepark, Jalan Pasupati, Bandung. Setelah itu, showcase ini bergeser menuju kolong jembatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogja. 

Sama dengan prinsip sebelumnya, beras dan buku masih menjadi pengganti tiket untuk para pengunjung merasakan euforia pertunjukkan. Delpi Suhariyanto, vokalis dan gitaris Dongker, menjelaskan alasan pengganti tiket.

Baca juga: Melankolia Radikal: Dongker, Jokowi, dan Album Baru.

“Tiket masuknya (menggunakan) beras dan buku adalah ide dari Jim Alberka. Dia salah satu kawan, seorang guru, tapi aktif sebagai solidaritas di Dago Elos. Dia sebelumnya sudah melakukan acara serupa dengan band-nya yang bernama Unacceptable. Unacceptable sudah bikin acara gigs yang tiketnya (menggunakan) beras,” ujarnya kepada ULTIMAGZ pada Sabtu (10/10/2026). Melansir unggahan TikTok @dongker.band, pertunjukkan tersebut berhasil mengumpulkan tiga ton beras dan empat ribu buku.

Adapun pemilihan Plaza Kalibaru sebagai lokasi penampilan juga merupakan pilihan yang unik, berbeda dengan acara musik pada umumnya. 

“Sebenernya pertimbangannya itu yang penting di ruang publik. Bisa di taman atau dimanapun,” jelas Delpi. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat terwujud dengan bantuan kolektif Free UK, gabungan pemuda karang taruna Kalibaru yang rutin mengadakan acara kesenian hingga hardcore. Adapun fasilitas, pemilihan venue, hingga logistik dipersiapkan oleh Free UK.

“Jadi kami emang kebantu banget sama teman-teman Free UK dan kawan-kawan,” jelas Delpi.

Penonton dapat menukarkan buku atau beras sebagai tiket masuk konser Dongker bertajuk "Melankolia di Priok". [foto id=”384″]
Penonton dapat menukarkan buku atau beras sebagai tiket masuk konser Dongker bertajuk “Melankolia di Priok”.

Antusiasme Balada Dongkap dan Genset

Pertunjukkan dibuka dengan dengan penampilan Glyph Talk. Melansir unggahan Instagram @baladagehel, Jason Ranti akan turut meramaikan pertunjukkan tersebut. Jeje (sapaan akrab Jason Ranti) merupakan kolaborator dalam lagu “disarankan di bandung”, yang sampai saat ini menjadi lagu Dongker dengan pendengar terbanyak. 

Antusias para balada dongkap (penggemar Dongker) mulai menggema kembali ketika Dongker mulai memasuki area panggung dengan lagu pembuka “Takbir Terdengar Kejam”.  Pandu Fuzztoni, gitaris MORFEM, juga ikut meramaikan penampilan sebagai kolaborator spesial. Ketika tengah mempersiapkan diri di belakang panggung, Pandu sempat berkomentar bahwa acara ini akan chaos. Ungkapan chaos yang ia maksud berarti berenergi, seru, dan rusuh. 

Pertunjukkan sempat terhenti saat memasuki lagu kedua, “Lautan Bunga Warna Terang”, karena genset yang menjadi pasokan listrik utama panggung diduga terbakar. Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Dengan demikian pertunjukkan sempat terhenti selama kurang lebih 50 menit. Daya listrik akhirnya kembali dengan menggunakan bantuan listrik dari para pedagang yang berjualan di sekitar lokasi penampilan. 

Baca juga: #KLABMUSIK: Reinterpretasi dari Embalase Love Song

Dalam keterbatasan, Dongker kembali memainkan beberapa lagu dengan mengubah formatnya menjadi akustik. Lagu yang dibawakan antara lain “Metafora Berpelukan”, “Kukubur Trauma”, “Lagu Selepas Hujan”, dan “disarankan di bandung” yang menjadi lagu penutup penampilan tersebut. Meskipun Pandu dan Jeje belum berkesempatan untuk memeriahkan panggung, mereka tetap menyapa para penggemar sembari petikan gitar Delpi menggema mengiringi sorakan penonton.

“Melankolia di Priuk” dihadiri oleh kurang lebih empat ribu penonton. Dalam wawancara bersama ULTIMAGZ, Delpi menitipkan pesan kepada pada generasi muda untuk menjadi lebih kritis dalam situasi. 

“Kalau kamu muak sama sesuatu dipikir lagi. Bisa jadi akar penasaran muaknya itu bukan karena teman atau kondisi sekitar kamu. Tapi hal yang lebih mengakar bisa jadi negara atau kebijakan apapun. Jadi, rangkul orang sekitar saja dan musuhi negara saja.”

 

 

Penulis: Febrian Dwianto

Foto: ULTIMAGZ/Gabri Perboire

Editor: Celine Valleri

Sumber: Instagram/@baladagehel, TikTok/@dongker.band

Tags: acara musikband indonesiaberasbukuDongkerDongker Bandevent musikfestival musikgensetpunk
Celine Valleri

Celine Valleri

Salam kenal semuanya, nama aku Celine Valleri dan aku adalah mahasiswi jurnalistik di UMN. Aku suka nulis artikel, terutama yang softnews dan up to date! Visit my Instagram profile at @celinevlleri to connect with me!! <33

Related Posts

Penampil-penampil Synchronize Festival 2026 pada jumpa pers di HW Live House Kemang, Jakarta, Rabu (30/09/2026). (ULTIMAGZ/Febrian Dwianto).
Event

Synchronize Festival 2026: Tahun Kesebelas dengan Musim Baru dan Semangat Sama

October 1, 2026
Konferensi Nasional yang dihadiri 34 lembaga pers mahasiswa. (dewanpers.or.id)
Event

Dewan Pers dan UNESCO Gelar Konferensi Nasional untuk Perkuat Kedaulatan Pers Mahasiswa

September 3, 2026
Instalasi Karya Placemaker JaRe 2026. (Jakarta Reimagined)
Event

Sambut HUT ke-500, Jakarta ReImagined Pamerkan 15 Desain Ruang Publik Masa Depan Ibu Kota

September 2, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 2 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021