SERPONG, ULTIMAGZ.com – ANDALAS: Realms of Eternal Lights diperkenalkan pada Comic Frontier 23 (Comifuro 23) oleh Busy Beaver Studio. Gim pertama studio gim indie ini menceritakan seorang anak bernama Rei yang menderita tumor otak. Ia berusaha melarikan diri dari dunianya dan terbebas dari penyakitnya di dalam petualangan antara mimpi dan kenyataan, mengutip dari worldofandalas.com.
Dalam sesi konferensi pers dengan media pada Sabtu (31/10/2026), Victor Sugianto, Creative & Tech Director dan Wilsen Lius, Marketing & Business Development Director menyatakan ANDALAS tidak ingin hanya dikenal sebagai “gim lokal”. Busy Beaver Studio ingin menjadikannya sebagai Intellectual Property (IP) yang berasal dari Indonesia. Bahkan, mereka sudah merencanakan kelanjutan ANDALAS dengan gim kedua maupun ketiga.
BACA JUGA: Kojima Production Resmi Rilis Gim “Death Stranding”
Di tengah maraknya gim gacha seperti Genshin Impact dan Wuthering Waves, Busy Beaver Studio memilih untuk menghadirkan ANDALAS sebagai gim premium. Melalui konsep ini, pemain dapat menikmati keseluruhan cerita dan menjelajahi dunia gim dengan lebih leluasa tanpa harus bergantung pada sistem gacha.
“Dari awal memang ANDALAS ini tidak dibuat untuk kita bilang freemium, yang ada gachanya (dan) kita bayar-bayar terus-menerus. Juga memang dari awal kita fokusnya ini game adventure, jadi kita berharap (dapat) membangun satu dunia yang heavy lore, high adventure based. Jenis game-kan banyak, kita memilih sektor adventure dan juga premium.” ucap Wilsen.
Walaupun ANDALAS mengusung genre gim petualangan, Busy Beaver Studio ingin menghadirkan pengalaman bermain yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, tanpa terbatas pada usia maupun gender tertentu. Hal ini juga menjadi salah satu daya tarik ANDALAS, karena pemain tidak harus memiliki pengalaman khusus dalam memainkan gim bergenre petualangan untuk menikmati cerita dan dunia yang ditawarkan.
“Genre gim itu ada banyak sekali, bahkan sampai ratusan. ANDALAS bukan termasuk gim dengan tingkat kesulitan tinggi seperti soulslike. Berbeda dengan Elden Ring, kita ingin menghadirkan pengalaman bermain yang lebih nyaman dan bisa dinikmati oleh berbagai usia maupun gender. Fokus kamu bukan hanya pada pertarungan, tetapi juga petualangan dan cerita.” ucap Victor.
Fokus utama gim ini bukan hanya pada pertarungan, melainkan juga petualangan dan cerita. Melalui kisah seorang anak yang tengah menderita penyakit serius dan memasuki dunia isekai, Busy Beaver Studio ingin menghadirkan pengalaman bermain yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menyentuh perasaan pemain.

ANDALAS: Realms of Eternal Lights diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 30 jam untuk menyelesaikan alur cerita utamanya. Sementara itu, jika ingin mengeksplor keseluruhan gim, Ultimates membutuhkan sekitar 80 jam untuk menjelajahi setiap sudut gim dan menyelesaikan semua misi sampingan.
BACA JUGA: Festival Film NextScene 2026 Putar Karya Sutradara Jepang Kousuke Sakoda
Dalam kisaran 80 jam tersebut, pemain dapat melakukan kegiatan seru seperti memasak, mencari harta karun, memancing, hingga menjelajahi bawah laut. Selain itu, Ultimates juga bisa membantu Non-Player Character (NPC) untuk mendapatkan hadiah dan petunjuk untuk menyelesaikan gim.
Kehadiran ANDALAS: Realms of Eternal Lights di Comifuro 23 menjadi langkah awal Busy Beaver Studio untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas. Melalui konsep premium, genre petualangan, serta cerita yang menggabungkan unsur mimpi dan kenyataan, mereka berharap ANDALAS dapat memberikan pengalaman bermain yang berbeda sekaligus memperkenalkan potensi gim buatan Indonesia.
Penulis: Suci Alyssa Suherman
Editor: Kezia Laurencia
Foto: ULTIMAGZ/Suci Alyssa Suherman
Sumber: worldofandalas.com




