Apericena: Musikal Pembunuhan di Café Stella

Tersangka pembunuhan di Cafe Stella telah tertangkap oleh sang detektif ahli, dalam pertunjukkan kolaborasi Teater Katak dan Ultima Sonora, Function Hall UMN, Jumat (24/03/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Dua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Teater Katak dan Ultima Sonora, berkolaborasi dan menghadirkan drama musikal bertajuk Apericena. Drama musikal tersebut dipentaskan dalam dua sesi di Function Hall UMN pada Jumat (24/03/17).

Pertunjukkan diawali dengan kehadiran para pemain di panggung yang disinari dengan penerangan seadanya. Musik gubahan kru Apericena mengalun selama pemain berdiri berjajar tanpa melakukan apa-apa, membuat penonton bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Beberapa menit kemudian, para aktor mulai menari serta bernyanyi mengikuti irama musik dan disambut meriah oleh penonton.

Drama musikal ini bercerita tentang misteri tewasnya seorang tamu pada acara pesta yang diadakan di Café Stella milik Salvatore. Peristiwa mengejutkan itu membuat Café Stella kehilangan pengunjung dan tidak lagi ramai seperti dulu. Kesunyian yang tiba-tiba melanda Café Stella membuat Salvatore merasa putus asa. Baik Salvatore maupun tiga pegawainya sama-sama tidak terbiasa dengan suasana Café Stella yang sepi seperti itu.

Salah seorang pegawai mencetuskan ide untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus kematian tiba-tiba yang telah merusak nama baik Café Stella. Penyelidikan tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki citra diri Café Stella dan kembali menarik pengunjung. Akhirnya, dengan bantuan Detektif Laura, Salvatore melakukan penyelidikan untuk menguak misteri kematian mendadak yang diduga adalah kasus pembunuhan itu.

Apericena yang berarti minuman ringan adalah pentas kolaborasi yang dipenuhi dengan adegan musikal dan lelucon jenaka dari beberapa aktor. Sesuai dengan namanya, teater ini mengangkat tema kebahagiaan ketika meminum minuman ringan dengan menjadikan sebuah kafe sebagai latar tempat utamanya.

Salah satu keunggulan teater musikal ini adalah lagu dan musik country yang mengiringi setiap adegan. Para pemusik dan pemain berhasil membawakan lagu-lagu tersebut dengan menarik, membuat para penonton ikut bertepuk tangan dengan antusias. Pimpinan Produksi Anastasia Joveta mengaku bahwa musik-musik yang dibawakan merupakan karya para musisi Apericena.

“Kita ciptakan sendiri. Kebetulan dari penulis naskahnya bersama dengan vokalnya, bersama dengan musisinya itu kerja bareng-bareng,” jelasnya.

Sebelumnya, Ultima Sonora sudah pernah melakukan kolaborasi dengan Teater Katak dalam pentas Arture. Kali ini, kedua UKM tersebut kembali melakukan kolaborasi untuk mencoba sesuatu yang baru.

“Ini satu-satunya kolaborasi yang dalam bentuk drama musikal dan di sini benar-benar kolaborasi yang seimbang antara vokalnya dan teaternya,” ujar Anastasia.

Menggabungkan seni teater dengan seni vokal bukanlah hal yang mudah. Anastasia mengaku menghadapi beberapa kesulitan dalam mewujudkan pentas kolaborasi ini, salah satunya adalah perbedaan sistem antara Ultima Sonora dengan Teater Katak. Meski begitu, perbedaan tersebut merupakan tantangan yang ingin sama-sama ingin dikalahkan oleh kedua belah pihak. Ke depannya, ada kemungkinan Ultima Sonora dan Teater Katak akan kembali melakukan kolaborasi.

“Karena kita lihat juga antusiasnya cukup lumayan, bukan hal yang nggak mungkin kalau kita kolaborasi lagi, mungkin di event-event berikutnya,” ungkap Anastasia.

Penulis: Hilel Hodawya

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Nico Nathanael