Branding Acara Kampus untuk Dampak yang Lebih Luas

Albertus Magnus Prestiana selaku pembicara dalam pelatihan organisasi dan sosialisasi Standar Operasi Prosedur SOP Regulasi dan SOP Keuangan tengah membawakan materi pelatihan tentang Branding acara kepada anggota Badan Eksekutif Mahasiswa BEM UMN, anggota himpunan dan juga badan pengurus harian BPH unit kegiatan mahasiswa UKM di Student Lounge Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada (29/11).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Seiring dengan kehadiran para mahasiswa baru dan regenerasi anggota organisasi, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengadakan sosialisasi Standar Operasi Prosedur (SOP) Regulasi dan SOP Keuangan pada Selasa (29/11/16) di Student Lounge. Pelatihan sekaligus sosialisasi ini diikuti oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Keluarga Besar Mahasiswa (DKBM), himpunan setiap fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), khususnya para anggota yang merupakan mahasiswa aktif UMN angkatan 2015.

Selain membahas SOP regulasi dan keuangan, Albertus Magnus Prestianta yang menjadi pembicara juga menyampaikan pentingnya melakukan branding pada kegiatan yang nantinya akan diurus oleh para pengurus organisasi baru. Menurutnya, selama ini cara yang diselenggarakan dari kampus kurang dikenal atau terdengar oleh pihak luar UMN, bahkan terkadang antar fakultas saja tidak mengetahui acara yang sedang berlangsung di fakultas lain.

“Kegiatan – kegiatan yang diadakan oleh setiap himpunan seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh mahasiswa dari setiap fakultas, tidak hanya pada satu fakultas saja, sehingga bisa terjalin sosialisasi antar fakultas,” ujar Albertus.

Kurang terpublikasinya acara akhirnya menyebabkan kurangnya dampak acara kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, Albertus menegaskan perlunya branding dalam sebuah acara agar orang – orang, baik dari mahasiswa aktif UMN maupun mahasiswa luar UMN ataupun masyarakat umum lebih mengenal dan aware terhadap setiap acara yang diselenggarakan oleh UMN. Ia juga mencontohkan beberapa acara yang memiliki branding baik sebagai acuan.

“Orang – orang tahu JGTC (Jazz Goes to Campus) milik UI (Universitas Indonesia) dan JGTC sudah digelar selama 39 tahun. Sampai sekarang, masih banyak orang yang familiar dengan JGTC,” ucap Albertus.

Branding acara yang berhasil akan memberikan dampak yang positif tidak hanya untuk pihak penyelenggara acara saja melainkan juga para partisipan, kurang lebih itulah yang diharapkan oleh Albertus kepada para pengurus organisasi yang baru.

CUKUP KIRIM PROPOSAL LEWAT EMAIL

Pihak Student Service (SS) turut menjelaskan mengenai bagaimana prosedur dalam pembuatan kegiatan – kegiatan yang mahasiswa ingin ajukan kepada pihak kampus khususnya kepada rektorat. Dalam sesi ini, Citrandika Krisandua Okta Selarosa selaku Manager of Internal Student Affairs menjelaskan bagaimana cara Student Service menjadi perantara.

“Proposal yang diajukan tidak di print-out, melainkan di kirim lewat e-mail, dan nantinya akan kami (SS) akan acc proposal tersebut. Cara itu lebih efektif dan efisien ketimbang harus di print-out terus menerus, ini sekaligus menghemat penggunaan kertas,” imbuh Citra.

Keberadaan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan para pengurus baru gambaran mengenai kewajiban dan haknya serta regulasi ketika mengajukan kegiatan dan mengurus keuangan.

Penulis : Christian Manafe
Editor : Monica Devi Kristiadi
Fotografer : Evan Andraws