SERPONG, ULTIMAGZ.com – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) adakan seminar verifikasi fakta digital (digital fact-checking) pada Senin (11/05/2026) di lantai 9 Menara Kompas, Jakarta Pusat. Acara ini mengulas karakteristik informasi dan produk hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) serta strategi verifikasi informasi di media sosial.
Seminar dibawakan oleh Masato Kajimoto, professor Journalism and Media Studies Centre, The University of Hong Kong (JMSC HKU) sekaligus pendiri Annie Lab, program fact-checking yang dikembangkan mahasiswa HKU. Seminar dihadiri oleh Dekan Ilmu Komunikasi UMN, Dr. Fransiscus Xaverius lilik Dwi Mardjianto, S.S., M.A., Kepala Program Studi Jurnalistik UMN, Veronika, S.Sos., M.Si., dan mahasiswa jurnalistik UMN. Selain internal kampus, beberapa dosen dan mahasiswa dari Politeknik Tempo dan Universitas Islam Bandung (UNISBA) juga turut hadir dalam seminar.
Baca juga: Peluncuran Program Doktor Manajemen Teknologi oleh Universitas Multimedia Nusantara
Kajimoto menggarisbawahi bagaimana masalah rekayasa AI menjadi tantangan jurnalis di era modern. Ia juga mengungkap kondisi saat ini yang melihat kenyataan sebagai kepalsuan yang baru (real is the new fake now). Dalam penjelasannya, ia mengangkat studi kasus foto yang ditemukan oleh mahasiswa HKU dan tim Annie Lab.
“Kita tahu ini AI. Gambar ini jelas terlihat AI, kejadian pada gambar ini tidak pernah terjadi di dunia nyata. Namun, bagaimana kita membuktikan bahwa gambar ini tidak nyata?” ucap Kajimoto (diterjemahkan oleh tim ULTIMAGZ).
Kajimoto juga menjelaskan upaya tim Annie Lab dalam menganalisis pakaian untuk mengungkap konteks dan kebenaran dari sebuah kasus foto. Foto tersebut menampilkan seorang politikus Taiwan berpose di depan monumen yang menandakan masa akhir Taiwan sebagai negara di Cina.
“Dalam kasus ini, kita menganalisa semua pakaian yang [politikus] gunakan saat kunjungan ke negara tersebut. […], kita menonton semua cuplikan berita tentang beliau saat mengunjungi Tiongkok, dan kita menemukan bahwa [politikus] ini tidak pernah menggunakan jaket tersebut,” jelas Kajimoto.
Setelah menunjukkan beberapa kasus yang dihadapi Annie Lab, Kajimoto juga menjelaskan Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA) dan SynthID. Keduanya merupakan sistem identifikasi yang dapat membantu mahasiswa untuk memverifikasi kebenaran gambar dan video di internet. Ia menjelaskan cara kerja dan cara penggunaan kedua sistem tersebut.
Baca juga: Career Day Hadir Kembali Sebagai Titik Kumpul Peluang Masa Depan
Kajimoto menutup seminarnya dengan menjelaskan bahwa verifikasi fakta tidak dapat mengubah kebiasaan orang untuk menyebarkan informasi yang kebenarannya diragukan. Jumlah informasi di media sosial akan selalu bertambah setiap saat sedangkan jumlah verifikator akan tetap terbatas. Oleh karena itu, penting untuk memberikan data dan informasi yang benar kepada AI selain mengandalkan verifikasi.
Seminar ini menekankan pentingnya kegiatan verifikasi fakta dalam era kecerdasan buatan. Seminar ini juga menjadi pembekalan bagi mahasiswa untuk melawan gelombang informasi dan konten generatif AI yang akan selalu hadir di media sosial.
Penulis: Iskandar Gautama
Editor: Celine Valleri
Foto: ULTIMAGZ/Iskandar Gautama



![Jajaran rektorat Universitas Multimedia Nusantara pada acara Bincang Hangat 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Keluarga Besar Mahasiswa (DKBM) di Function Hall pada Selasa (05/05/26). [foto id="400"]](https://ultimagz.com/wp-content/uploads/24_20260509_125734_0001-350x250.png)
