Comnews 2019 Hadirkan Seminar soal Era Digital

(kiri ke kanan) Founder KayuApi Digital Reputation Arya Gumilar, CCO Kapan Lagi Youniverse (KLY) sekaligus ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wens Manggut, peneliti dan pengajar Australian National University Dr. Ross Tapsell, Komisaris Kumparan.com Budiono Darsono, serta moderator diskusi Hamdan Alkafie melakukan diskusi panel dengan tema dominasi genarasi milenial dalam era digital di Lecture Hall Gedung B UMN pada Rabu (13/03/19). (ULTIMAGZ/Rafaela Chandra)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Acara konferensi komunikasi dan kajian media besutan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (Fikom UMN) Comnews 2019 menjadikan era digital sebagai bahasan utamanya. Konferensi nasional yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini dimeriahkan oleh berbagai rangkaian acara. Salah satunya adalah seminar bertajuk Tutur Digital dalam Dominasi Generasi Milenial yang diadakan di Lecture Hall Gedung B UMN pada Rabu (13/03/19).

Seminar ini diisi oleh sejumlah narasumber ahli di bidang strategis yang berkaitan dengan era digital. Di antaranya Staf Ahli Menteri Kominfo RI Bidang Hukum Henri Subiakto, peneliti dan pengajar Australian National University Dr. Ross Tapsell, Presiden Komisaris Kumparan.com Budiono Darsono, Founder KayuApi Digital Reputation Arya Gumilar, serta CCO Kapan Lagi Youniverse (KLY) sekaligus ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wens Manggut. Secara garis besar, seminar ini membahas soal dinamika komunikasi di era digital yang didominasi oleh generasi milenial.

“Comnews diadakan sebagai bentuk perhatian UMN terhadap isu dinamika Ilmu Komunikasi di tengah kemajuan digital. Selain itu, ini juga merupakan wadah bagi para praktisi dan akademisi komunikasi untuk menyalurkan pemikirannya terhadap fenomena ini,” ungkap Ketua Panitia Comnews 2019 Cendera Rizky Anugrah Bangun.

Pada sesi awal seminar, Henri selaku pembicara utama mengungkapkan hal-hal yang menjadi perhatian pemerintah di era digital dan industri 4.0. Salah satu topiknya ialah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), internet of things (IOT), serta Palapa Ring yang merupakan infrastruktur berupa fiber optik untuk mendukung transmisi data dan layanan internet.

“Dengan pembangunan infrastruktur tadi maka muncullah sebuah koneksi teknologi di mana masyarakat Indonesia akan terkoneksi secara teknis. Dengan demikian akan muncul pula juga sosio-cultural connectivity (konektivitas sosial budaya) dan muncul juga economical connectivity (konektivitas ekonomi),” ungkap Henri soal perhatian pemerintah terhadap infrasturktur pendukung di era digital.

Ia juga bicara soal kebijakan-kebijakan pemerintah baik yang sudah ada maupun yang masih digodok untuk mengantisipasi era ini. Salah satu yang menurutnya menarik adalah Right to be Forgotten alias hak untuk dilupakan di dunia maya yang diinisiasi oleh DPR RI.

Selanjutnya acara dilajutkan dengan sesi diskusi panel antara Dr. Tapsell, Budiono, Arya, serta Wens yang dipandu oleh new anchor MetroTV Hamdan Alkafie. Pun, diskusi panel ini membahas soal generasi milenial dan era digital yang meliputi soal mitos tentang generasi milenial, tren penggunaan jejaring sosial dan media online oleh generasi milenial, perubahan perilaku produsen dan konsumen informasi, hingga membangun jurnalisme berkualitas tinggi di era digital. Seminar ini ditutup dengan sesi tanya-jawab antara para panelis dan peserta seminar.

Seminar ini diikuti bukan hanya oleh dosen dari dalam UMN melainkan oleh para dosen, mahasiswa S2, dan S1 dari luar kampus. Peserta seminar yang merupakan mahasiswa S1 asal Fikom Universitas Gunadarma Noviawan Rasyid Ohorella mengungkapkan wawasan yang ia dapatkan setelah mengikuti seminar.

“Yang saya tangkep adalah intinya kita sebagai milenial harus bijak dalam menggunakan teknologi digital, misalnya dengan memilah mana berita yang dijadikan sebagai sumber informasi. Karena sekarang kita lihat media massa cetak, apalagi elektronik dan media sosial yang sekarang banyak hoaks,” ujar Noviawan yang juga menjadi peserta pemakalah Comnews 2019.

Sedangkan, mahasiswa S2 jurusan Marketing Communication Universitas Gunadarma Virgia Aida mengungkapkan hal yang berbeda dari Noviawan. Melalui seminar ini, ia mendapat pengetahuan baru seputar kebijakan pemerintah dan hoaks.

“Seminarnya keren banget karena salah satu pembicaranya dari staf ahli Kominfo. Dari situ, saya jadi tahu data-data yang sebelumnya saya tidak tahu. Khususnya soal hoaks yang ternyata menjadi bagian political activity serta program-program pemerintah yang bakal menguntungkan milenial ke depannya,” kata Virgia yang merupakan pemakalah dengan tema penelitian komunikasi politik dan media digital.

Sebelumnya, Comnews 2019 juga mengadakan rangkaian acara pre-event berupa seminar bertajuk Model Pembelajaran Untuk Generasi Z pada Februari 2019 lalu. Konferensi nasional ini sendiri tengah berlangsung sejak 13-14 Maret 2019. Sementara itu, di hari terakhir penyelenggaraan konferensi ini para pemakalah juga akan mempresentasikan hasil penelitian mereka.

 

Penulis: Galuh Putri Riyanto

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: Rafaela Chandra