Diskusi Jumat Buka Wadah Diskusi Regulasi Penggunaan Plastik

Divisi Sosial MAPALA UMN Varian Jonathan sedang menjelaskan solusi untuk mengurangi penggunaan plastik bagi mahasiswa dalam Diskusi Jumat (Disjum) bertajuk Regulasi Kampus Terhadap Penggunaan Plastik yang diadakan oleh Ultimagz. Disjum ini juga dihadiri oleh ketua BEM UMN Tri Nita serta Ketua DKBM UMN Ika Angela sebagai narasumber di Kantin Gedung C UMN, Jumat (19/05/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Jumat (19/05/17), Ultimagz kembali mengadakan Diskusi Jumat (Disjum) dengan tema “Regulasi Kampus Terhadap Penggunaan Plastik”. Berlokasi di pojok kantin sebelah kanan, dekat tempat Ayam Om, Ultimagz menghadirkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tri Nita, Ketua Dewan Keluarga Besar Mahasiswa (DKBM) UMN Ika Angela, serta Divisi Sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala UMN Varian Jonathan.

Dalam diskusi kali ini, pihak BEM dan DKBM mengaku kecewa dengan kurangnya koordinasi dari pihak kampus dalam mengeluarkan Surat Edaran Kampus Hijau. Kedua organisator tersebut menyatakan tidak ada diskusi dari pihak kampus mengenai regulasi ini.

“Dari kita cukup kecewa sih. Kita juga sudah sampaikan ke pihak kampus sendiri,” ujar Ika mengenai kekecewaannya.

Selain itu, pihak BEM dan DKBM juga membahas mengenai regulasi plastik yang tidak diterapkan pada Libro.

“Kalau kita lihat mengenai surat edaran ini, negatif nggak sih? Nggak kan, tapi cara mereka yang mendadak ini membuat mahasiswa berpikir “Oh, kampus bisa nih menggerakkan mahasiswanya untuk mengurangi plastik”, sedangkan mereka menjual botol minum (plastik) sendiri, yaitu di Libro,” jawab Tri Nita menanggapi penggunaan botol plastik di Libro.

Hal serupa juga diungkapkan perwakilan Mapala. Mereka menyayangkan pengeluarannya yang dinilai terlalu mendadak. Padahal, mereka mengaku setuju dengan maksud baik surat edaran tersebut.

“Sebenarnya dari Mapala sendiri, mengenai surat edaran tersebut, kami setuju. Namun, kesannya (pengeluaran surat edaran) mendadak sekali,” ujar Varian.

Menurutnya, regulasi yang dikeluarkan sudah cukup baik. Namun cara mempublikasikannya cenderung kurang efektif dan terlalu mendadak sehingga mengejutkan mahasiswa. Tidak adanya solusi yang diberikan pihak kampus pun menjadi kekurangan regulasi ini.

Perbincangan semakin menghangat saat sesi pertanyaan dibuka. Antusiasme mahasiswa tampak saat beberapa di antaranya memberikan saran dan kritik terhadap organisator dan pihak kampus. Melihat antusiasme yang ada, BEM dan DKBM menyampaikan rasa bangganya.

“Memintalah kalau kamu memang ingin, bersuaralah kalau kamu ingin didengar. Jadi, salut terhadap teman-teman yang berani bersuara terhadap kondisi kampus kita,” ujar Tri Nita seusai Diskusi Jumat.

Penulis: Monique Oktaviannie

Editor: Clara Rosa Cindy

Foto: Yohanes A. Yogie