Dosen UMN Terbitkan Buku Kumpulan Karya Sastra

Sampul buku karya dosen Universitas Multimedia Nusantara Abdul Qowi Bastian. Buku berjudul "Love Lost" ini dirilis pada Sabtu (07/04/18). (Foto: Instagram.com/aqbastian)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Salah satu dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang juga merupakan pemenang kontes Manhunt Indonesia 2017, Abdul Qowi Bastian, baru saja meluncurkan buku kumpulan puisi, cerpen dan prosanya yang berjudul Love Lost pada 7 April yang lalu. Karyanya ini merupakan kumpulan dari puisi, surat-surat dan cerpen yang ia buat sejak tahun 2008. 

“Jadi Love Lost ini merupakan gabungan dari puisi, surat-surat, prosa, cerpen yang saya buat dari rentang 2008 sampai 2018,” ujar pria yang akrab disapa Qowi ini, Rabu (18/04/17).  

Qowi mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak pernah berpikir untuk menerbitkan sebuah buku, walaupun itu memang cita-citanya sejak kecil.

“Cuma saat itu, saat saya pindahan rumah dan sedang membereskan barang-barang saya, tiba-tiba saya kembali menemukan barang-barang lama seperti surat-surat, foto-foto, lukisan dan lain sebagainya. Lantas saya berpikir, kayaknya menarik untuk menjadikan barang-barang ini menjadi sebuah kompilasi dan dijadikan cerita utuh dari sisa-sisa surat-surat yang ada ini,” jelas Qowi. 

Bukan tanpa alasan antologi karya ini diberi judul Love Lost. Menurut Qowi, sebagai manusia, kita pasti pernah merasa telah menemukan seseorang yang cocok untuk mendampingi hidup kita kedepannya. Kita merasa telah menemukan si “dia” yang akan kita habiskan waktu kehidupan bersama dirinya. Namun pada kenyataannya, banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan, dan kita berakhir menjalani hidup tanpa orang yang kita harapkan. 

Inspirasi tulisan-tulisan ini berasal dari surat, lukisan, foto, lagu, film dan masih banyak lagi yang tokoh utama dalam Love Lost buat.

“Inspirasinya banyak sekali. Ini menjadi memorabilia yang mengingatkan akan tokoh yang menjadi tokoh sentral dalam Love Lost. Memang berasal dari kisah nyata juga yang dikembangkan menjadi sebuah ide yang didatangkan dari berbagai sumber, bukan hanya dari satu tokoh tapi kita juga menyuntikkan berbagai macam ide karakter untuk membentuk satu orang tokoh ini,” ungkap Qowi. 

Dikatakan Qowi, perilisan buku Love Lost ini juga menjadi semacam peringatan 10 tahun momen awal ia mulai menulis karya-karya sastranya. Maka dari itu, ia memilih untuk menerbitkan karyanya secara independen karena tidak memerlukan banyak proses yang harus dilalui seperti penerbitan besar. 

Love Lost sendiri berisikan 126 halaman dengan rincian 120 halaman black/white dan 6 berwarna. Dijual dengan harga Rp. 46.200, buku ini bisa dibeli online lewat leutikapro.com atau bisa mengunjungi tautan yang ada di Instagram pribadi Qowi, @aqbastian.

 

Penulis: Stefanny

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Instagram.com/aqbastian