SERPONG, ULTIMAGZ.com — Sudah kurang lebih satu tahun sejak Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMARS) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) generasi kedua bekerja. Mahasiswa aktif di arsitektur memandang kinerja HIMARS Gen 2 sudah baik, tetapi masih mengharapkan untuk lebih mengenal serta mengajak mahasiswa lainnya.
ULTIMAGZ mendapatkan pandangan mereka lewat survei kepada 27 dari 198 mahasiswa program studi arsitektur secara acak. Mahasiswa yang mengisi adalah pelajar aktif arsitektur dari angkatan 2017 hingga 2020.
Berdasarkan data yang ULTIMAGZ peroleh, sebanyak 51,9 persen mahasiswa mengakui bahwa mereka cukup tahu mengenai kegiatan dan program kerja yang sudah dilakukan HIMARS Gen 2. Semasa menjabat, HIMARS telah melaksanakan kegiatan One Day with HIMARS, Pengenalan Program Studi (Prodi), Archisport, Architalk 1.0 dan 1.1, Indo Build Tech (IBT) 2020, Paras (Pameran Arsitektur) 1.0, Ngobras (Ngobrol Bareng Arsitektur), dan donasi bersama 7 himpunan lainnya.

Paras dan Ngobras merupakan dua program kerja baru yang muncul pada saat pandemi virus Covid-19 melanda. Pasalnya, Ketua HIMARS Gen 2 Syahrul Khair Sopani mengatakan bahwa terdapat empat program kerja yang tidak dapat terlaksana untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19. Keempat program tersebut adalah MAKET (Malam Keakraban Arsitektur), Visit Studio Arsitektur, Bukbars (Buka Bersama Arsitektur), dan Farewell Party.
Sebagai solusi dari program kerja yang tidak terlaksana, Syahrul bersama pengurus HIMARS Gen 2 membuat Ngobras untuk menggantikan MAKET. Architalk juga merupakan alternatif kegiatan Visit Studio.
“Kemudian untuk Visit Studio, kami membuat alternatifnya dengan memasukan seminar-seminar yang memanggil arsitek yang memiliki biro untuk berbagi keadaan atau keseharian mereka di kantornya masing-masing ke dalam rangkaian acara Architalk,” jelas Syahrul kepada ULTIMAGZ.
Melihat program kerja baru HIMARS Gen 2, salah satu mahasiswa arsitektur angkatan 2019, Manuel Hendru, menilai program Paras sebagai langkah awal yang bagus. Selebihnya, Manuel juga menghargai usaha HIMARS Gen 2 selama pandemi Covid-19.
“Buat Paras itu menurut saya start yang bagus banget sih karena memang banyak kampus-kampus arsitektur lain udah ngejalanin ini, bahkan sebelum pandemi dan kebetulan tugas akhir arsitektur UMN juga baru di tahun ini. Jadi menurut saya bagus banget. Buat selebihnya juga udah bagus karena effort-nya kelihatan sih. Di pandemi kayak gini harus ada kegiatan apa yang dijalanin,” ungkap Manuel pada Selasa (01/12/20).
Namun, ia masih mengharapkan agar HIMARS Gen 2 lebih merangkul mahasiswanya dengan mencari cara supaya bisa mendekatkan pelajar di setiap angkatan. Hal senada juga disampaikan oleh Devina kepada ULTIMAGZ.
Mahasiswi arsitektur angkatan 2019 ini merasa kurang adanya pendekatan HIMARS Gen 2 dengan anak-anak arsitektur lainnya. Masalahnya, Devina mendapati ada beberapa mahasiswa yang kurang aktif dalam bersosialisasi.
“Soalnya di arsitektur ada beberapa anak yang kurang aktif dalam bersosialisasi. Jadi maksud dari pernyataan aku itu, kalau teman-teman yang lain alangkah baiknya dirangkul gitu dan diajak-ajakin untuk ikut. Jadi enggak itu-itu aja terus yang ikut panitia atau join ke acara yang lagi diselenggarain,” tulisnya pada Rabu (02/12/20)
Tidak ‘Tinggalkan Jejak’ Bagi Gen 3
Berbeda dengan generasi pertama, tidak ada anggota HIMARS Gen 2 yang bergabung kembali dalam periode kepengurusan Anjanette Lidwina Stephany. Mahasiswa arsitektur angkatan 2019 yang akrab disapa Stephany ini merupakan Ketua HIMARS Gen 3.
ULTIMAGZ mengamati, terdapat dua orang yang memutuskan untuk kembali mengemban tugas di HIMARS Gen 2, yaitu Syahrul dan Yosua Veinsen sebagai divisi kreatif. Sebelum menjabat menjadi ketua, Syahrul menjadi anggota divisi hubungan masyarakat bagian internal pada HIMARS Gen 1. Sementara itu, Yosua merupakan salah satu anggota dana usaha.
Sewaktu Stephany mengetahui tidak ada yang melakukan regenerasi dari generasi sebelumnya, ia pun mempertanyakan mengapa hal tersebut dapat terjadi kepada pengurus HIMARS Gen 2. Padahal menurutnya, kehadiran pengurus HIMARS Gen 2 dalam Gen 3 dapat membantu untuk menuntun dalam hal teknis maupun alur kerja.
“Menurutku, regenerasi dalam sebuah organisasi itu sangat penting. Munculnya wajah baru dalam suatu organisasi memang baik. Namun, alangkah lebih baiknya apabila ada pihak yang sudah lebih mengenal organisasi terkait sehingga ada ‘penuntun’ untuk hal-hal teknis dan alur kinerja suatu organisasi,” kata Stephany kepada Ultimagz pada Senin (30/11/20).
Ketika mendengar kabar bahwa tidak ada satu pun pengurus HIMARS Gen 2 yang ikut serta dalam himpunan generasi selanjutnya, ULTIMAGZ menanyakan alasannya kepada Syahrul. Ia mengatakan, anggota himpunan memiliki alasan pribadi.
“Untuk pertanyaan ini tidak bisa dijelaskan, pertanyaan mengandung unsur pribadi. Yang jelas anggota himpunan ingin fokus kepada kuliah dan pribadi masing-masing,” tulis Syahrul.
Melihat keadaannya sekarang, Stephany bersama Antonia Magdalena selaku wakilnya akan mengusahakan untuk memberikan kesan kepada anggota HIMARS Gen 3, khususnya angkatan 2019. Tujuannya agar tahun depan ada yang memiliki keinginan untuk bergabung dalam generasi keempat.
Pasalnya, Stephany percaya bahwa faktor kenyamanan seseorang selama bekerja di himpunan turut mempengaruhi keinginan untuk ikut serta dalam kepengurusan selanjutnya. Bukan hanya itu, kesadaran diri anggota juga membuat seseorang mau meneruskan kerjanya di HIMARS.
“Lumayan mempengaruhi sih (kenyamanan), tapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Mungkin selain kenyamanan, juga ada faktor kesadaran diri untuk meneruskan himpunan,” jelasnya.
Penulis: Elisabeth Diandra Sandi, Frengky Tanto Wijaya
Editor: Agatha Lintang
Foto: Rista Cynthia