Independensi Jadi Modal Utama Pers Mahasiswa

Agung Sedayu, Koordinator Forum Alumni Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia, sedang memaparkan penjelasannya terkait pers mahasiswa dalam seminar Campus Media Sharing Session and Discussion yang merupakan rangkaian acara Televisionair 2.0 yang digelar oleh UMN TV pada Jumat (17/03/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Menjadi salah satu bagian dari rangkaian acara Televisionair 2.0 yang digagas UMN TV, seminar Campus Media Sharing Session And Discussion digelar di Executive Lounge Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Jumat (17/03/17).

Menghadirkan Agung Sedayu sebagai Koordinator Forum Alumni Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia dan Bowo Usodo dari Jaringan Radio Komunitas Indonesia, acara yang dimoderatori oleh Bayu Wardana sebagai perwakilan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini membahas serba-serbi mengenai media kampus, terutama salah satu modal utama dan tantangannya yakni independensi.

“Dibutuhkan media alternatif yang lebih independen, tegas, sekaligus mampu menyusun kembali kebenaran informasi berbasis masyarakat demokratis, dan sepertinya pers mahasiswa bisa mengambil peran itu,” ujar Agung Sedayu dalam menjelaskan peran ideal pers mahasiswa di era sekarang ini.

Menurutnya juga, independensi media kampus mengalami tantangan dengan kecenderungan kampus sekarang yang anti-kritik, suka melarang pergerakan pers mahasiswa, dan mengancam pers mahasiswa, terutama dalam masalah pendanaan.

“Tampaknya, kampus sekarang lebih suka melarang daripada zaman Orde Baru,” demikian Agung berujar sambil membandingkan kondisi sekarang dengan masa lalu. Lebih lanjut, dalam konteks pers mahasiswa ia menjelaskan, akibat apabila tidak independen, pers mahasiswa akan mudah disetir kampus terutama dalam hal konten pemberitaan dan hanya berujung menjadi humas kampus.

Maka menurutnya yang diperlukan adalah keberanian dalam melawan segala tekanan dengan menjunjung tinggi independensi dalam praktik pers mahasiswa. “Ketika kita sudah sudah terjun dan memastikan bahwa kita akan aktif di dunia pers, dunia jurnalis, maka independen itu adalah sebuah harga mati,” tegasnya.

Dengan independensi itulah menurut Agung, kerja jurnalis akan otomatis menjadi lancar dan baik karena tidak adanya pengaruh dari pihak manapun. “Itulah mengapa Aliansi Jurnalis Independen, misalnya, mereka mengapa, sih, memilih untuk independen, karena ternyata jika mereka bekerja dan tidak independen, mereka akan susah,” ujar Agung sambil memberi contoh.

Selain dihadiri mahasiswa UMN, perwakilan-perwakilan dari televisi kampus dari 16 daerah turut hadir, seperti Budi Luhur TV, UNTIRTA TV, Sigma TV Universitas Negeri Jakarta, UPN TV Jatim, dan masih banyak lagi.

Penulis: Christian Karnanda Yang 

Editor: Nathania Zevwied Pessak

Foto: Ignatia M. Adeline