Mengenal Lebih Jauh Social Anxiety Disorder

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com— Seringkali, masyarakat masih menganggap seseorang mengidap penyakit jika tampak dari fisiknya saja, bukan dari mentalnya. Namun sebenarnya, penyakit mental merupakan penyakit yang tak kalah penting diperhatikan. Salah satunya adalah Social Anxiety Disorder atau Gangguan Kecemasan Sosial.

Secara umum, social anxiety disorder adalah suatu ketakutan terhadap situasi sosial, terutama berinteraksi dengan orang lain atau menerima penilaian dan kritikan yang bersifat negatif. Akibatnya, seseorang dengan gangguan yang kerap kali disebut sebagai phobia sosial ini lebih banyak menghabiskan waktunya sendirian serta mengembangkan sikap malu, minder, bahkan depresi.

Berdasarkan sebuah studi epidemiologi di Amerika Serikat, social anxiety disorder meraih peringkat ketiga sebagai penyakit mental paling umum di negara tersebut, setelah depresi dan alkoholisme. Sementara itu, pengidap gangguan tersebut masih jarang ditemukan di Indonesia, sebab jumlah penderita masih belum diketahui hingga saat ini.

Menurut Thomas A. Richards, seorang psikologis dan direktur dari Social Anxiety Institute, seseorang dengan social anxiety disorder mengalami tekanan emosional di beberapa situasi tertentu, seperti berkenalan dengan orang lain, menerima kritikan, menjadi pusat perhatian, diamati saat tengah melakukan sesuatu, bertemu dengan orang-orang baru atau penting, menjalani hubungan interpersonal, dan masih banyak lagi.

Melalui situasi-situasi tersebut, seseorang dapat mengalami gejala emosional, seperti rasa cemas dan gugup yang intens, dan gejala fisik, seperti sesak nafas, blushing, mual, atau gemetaran, terutama di bagian suara.

Gangguan ini juga seringkali disalahpahami oleh masyarakat dengan mengaitkannya dengan rasa malu. Akan tetapi, menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat yang dipimpin oleh Marcy Burstein, seperti yang dikutip dari National Institute of Mental Health, dari partisipan yang mengidentifikasi diri mereka sebagai seorang pemalu, hanya 12 persen yang mengidap social anxiety disorder. Selain itu, pengidap gangguan tersebut juga cenderung memiliki gangguan psikologis lainnya, seperti depresi atau gangguan kepribadian seperti post-traumatic stress disorder (PTSD).

Social anxiety disorder tentu bisa diatasi, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama. Salah satu caranya adalah melalui terapi dengan seorang spesialis yang benar-benar mengerti dengan gangguan tersebut agar penyembuhan dapat lebih baik dan konsisten. Selain itu, bantuan dari orang-orang terdekat juga membantu pengidap untuk menjalani penyembuhannya.

Penulis: Audrie Safira Maulana

Editor: Nathania Zevwied Pessak

Foto: anxiety.org

Sumber: Social Anxiety Institute, hellosehat.com