SERPONG, ULTIMAGZ.com – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melakukan sosialisasi tentang kebijakan Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kebijakan ini merupakan salah satu bagian dari program besar Merdeka Belajar milik Nadiem Makarim.
Sosialisasi ini dilakukan secara daring selama lima hari dari Senin (01/03/21) hingga Jumat (05/03/21) .
Kampus Merdeka adalah sebuah kebijakan yang mewajibkan perguruan tinggi untuk memberikan hak belajar selama tiga semester kepada mahasiswa di luar program studinya. Di UMN, program ini wajib dilakukan oleh angkatan 2018, 2019, dan 2020, sedangkan untuk angkatan 2017 ke bawah bersifat pilihan.
Untuk menyelesaikan program Kampus Merdeka, mahasiswa bebas memilih salah satu dari enam pilihan bidang yang telah disediakan. Berikut daftar lengkapnya.
- Program Magang
- Program Kewirausahaan
- Proyek Independen
- Proyek Penelitian
- Proyek Desa
- Pertukaran Pelajar
Adapun syarat dasar yang harus dipenuhi mahasiswa untuk mengikuti setiap program di atas:
- mahasiswa aktif Universitas Multimedia Nusantara;
- telah menempuh minimal 90 SKS;
- memiliki IPS minimal 2.50; dan
- melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing.
Program Magang
Dengan memilih program ini, mahasiswa akan menjalani magang sebanyak dua kali, yakni magang wajib universitas (track 1) dan magang Kampus Merdeka (track 2). Perlu diingat, program ini hanya boleh diambil setelah mahasiswa menyelesaikan magang track 1.

Program Kewirausahaan
Selain jalur magang, mahasiswa juga bisa memilih untuk menyelesaikan Kurikulum Kampus Merdeka dengan membuat proyek bisnis. Di UMN, program ini bekerjasama dengan Skystar Ventures sebagai lembaga konsultan sekaligus penilai akhir.
Perlu diketahui bahwa program kewirausahaan wajib dikerjakan secara berkelompok. Skystar Ventures menyarakan agar kelompok sebaiknya terdiri dari mahasiswa lintas program studi dan angkatan. Mahasiswa yang ingin mendaftarkan diri secara individu masih diperbolehkan, tetapi nantinya akan tetap dibuatkan kelompok secara acak.
Proyek Independen
Bidang ini memperkenankan mahasiswa untuk mengembangkan sebuah proyek inovatif berdasarkan topik sosial yang berbasis riset dan pengembangan (R&D). Sama seperti program kewirausahaan, pilihan ini bersifat kelompok dengan tiga hingga lima anggota di dalamnya.
Proyek Penelitian
Bagi Ultimates yang memiliki jiwa peneliti, ini mungkin dapat menjadi proyek alternatif yang cocok. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan untuk melakukan kegiatan di lembaga penelitian, pusat studi, dan industri.
Proyek Desa
Bisa dikatakan program ini merupakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2.0. Berbeda dari KKN pada umumnya, program ini mewajibkan mahasiswa untuk terjun langsung dalam proyek yang sedang dikerjakan oleh desa tujuan. Mahasiswa boleh memilih satu dari tiga desa yang ditawarkan oleh UMN, berikut pilihannya.
- Desa Serdang Wetan Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang
- Desa Keranggan Kecamatan Setu Kota Tanggerang Selatan
- Deso Lengkong Kulon Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang
Indiwan Wahjuwibowo selaku penanggung jawab program ini menyatakan bahwa nantinya ada 25 topik pilihan yang dapat dipilih oleh mahasiswa.

Proyek sosial ini dilakukan untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Pertukaran Pelajar
Program ini memperkenankan mahasiswa untuk menyelesaikan Kurikulum Kampus Merdeka dengan memilih untuk belajar secara lintas universitas ataupun lintas prodi. Pertukaran Pelajar bersifat resiprokal sehingga tidak membutuhkan biaya akademik tambahan.

Terkait lintas universitas, mahasiswa hanya boleh melakukan pertukaran ke kampus yang saling bekerja sama. UMN saat ini telah berkolaborasi dengan 13 universitas untuk mewujudkan program ini. Berikut daftar lengkapnya.
- Universitas Gadjah Mada
- Institut Teknologi Bandung
- Universitas Brawijaya
- Universitas Atma Jaya Jakarta
- Universitas Atma Jaya Yogyakarta
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Institut Seni Indonesia Surakarta
- Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
- Universitas Terbuka
- Universitas Negeri Surabaya
- Universitas Lampung
- Universitas Esa Unggul
- Universitas Islam Indonesia
Kebijakan Merdeka Belajar – Merdeka Belajar merupakan upaya Kemendikbud untuk membekali dan menyiapkan lulusan yang siap bersaing di industri 4.0. Selain itu, ini juga merupakan cara untuk mempercepat inovasi di bidang pendidikan.
Penulis: Jairel Danet Polii
Editor: Maria Helen Oktavia
Foto: Jessica Gabriela