Kemampuan Visual dan Teknologi, Modal Jurnalis Masa Kini

(Dari kanan-ke kiri) Stephanie Tanata, Khoirul Huda, Lilyana, Agung Wibowo, dan Amir Sodikin. Acara ini diselenggarakan oleh COMMPRESS 2018 dengan diadakannya Workshop bersama VIK Kompas.com. Workshop berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara, Gading Serpong, Tangerang, Banten pada Rabu (18/04/18). (ULTIMAGZ / Sania Zelikha)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Jurnalis muda yang paham dunia multimedia kini lebih diminati ketimbang yang hanya menguasai kemampuan menulis. Dalam workshop dan seminar bertajuk Menelisik Gaya Baru Produk Jurnalistik dalam Visual Interaktif Kompas pada Rabu (18/04/18), tim Kompas.com berbagi ilmu tentang jurnalistik masa kini.

Acara yang masih dalam rangkaian Commpress 2018 tersebut bertempat di collaborative room Universitas Multimedia Nusantara. Sejumlah perwakilan dari tim Visual Interaktif Kompas (VIK) Kompas.com hadir sebagai pemberi materi siang itu. Mereka adalah Redaktur Pelaksana Kompas.com Amir Sodikin, Assistant Manger Agung Wibowo, Creative Strategist – Visual Conceptor Lilyana, FrontEnd Developer Khoirul Huda, dan User Interface and Graphic Designer Stephanie Tanata.

Sebagai generasi penerus yang kerap bersentuhan dengan teknologi, jurnalis muda diharapkan mampu menghidupkan media online dengan beragam inovasi secara digital. Seperti kemunculan VIK pada tahun 2016 lalu yang isinya menjawab kritik kemiskinan perspektif media online. Berita kini dikemas dengan lebih kreatif.

“Dari sinilah saya ingin menekankan bahwa jurnalisme ke depan tidak sekedar mengandalkan keahlian kita dalam meramu berita. Kalau misalnya tidak bisa menjawab tantangan ini, lewat sudah jurnalistik kita,” ujar Amir Sodikin.

Dia pun berharap para calon jurnalis memiliki keahlian di bidang coding, web design, maupun interface. Tak harus benar-benar jago, tetapi setidaknya memahami bagaimana cara divisi visual dan teknologi bekerja.

“Jangan sampai request satu yang kita enggak mengerti pengerjaannya, kemudian mendadak misalnya butuh satu hari. Padahal misalnya programming butuh waktu. Tidak cuma ini sudah ada programmer, sudah ada desainer, kita tinggal order. Tidak demikian. Kami berproses di Kompas.com, bagaimana saling memahami pekerjaannya,” jelas Amir.

Menurut Agung Wibowo generasi sekarang lebih tertarik membaca konten dengan visual yang menarik.

“Artinya teman-teman jurnalis juga harus mengerti teknologi, bagaimana tulisan kalian itu bisa dikemas dan dibaca oleh target kalian tuh lebih enak,” kata Agung.

Tim VIK Kompas.com turut menjelaskan proses pembuatan halaman website interaktif, mulai dari tahap pemilihan konten hingga desain dan coding. Acara kemudian dilanjutkan dengan praktek membuat website oleh para peserta. Diharapkan dengan adanya workshop dan seminar mereka dapat mengembangkan media di era digital nantinya.

 

Penulis: Nabila Ulfa Jayanti

Editor: Hilel Hodawya

Foto: Sania Zelikha