SERPONG, ULTIMAGZ.com – Himpunan Mahasiswa Film (HMFILM) Gen 4 akhirnya sampai di penghujung tanggung jawab kepemimpinannya. Untuk meninjau satu tahun kerja HMFILM Gen 4, ULTIMAGZ menyebarkan survei kepada mahasiswa Film dan Animasi untuk menyampaikan pendapat serta kepuasan atas kinerja HMFILM Gen 4.
Dari total 1389 mahasiswa jurusan Film dan Animasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN), ULTIMAGZ berhasil mengumpulkan 24 responden. Survei ini bertujuan untuk melihat seberapa puas mahasiswa Film dan Animasi UMN terhadap kinerja HMFILM Gen 4.
Baca juga: Satu Tahun Gen 12 I’M KOM, Kerja Nyata Wujudkan Aspirasi
Hasil survei membuktikan dari 24 responden, hanya 1 responden yang tidak mengetahui keberadan HMFILM. Kebanyakan dari responden mengetahui kegiatan HMFILM melalui Orientasi Mahasiswa Baru (OMB UMN) dan Teman yang masing-masing memiliki persentase 33.3 persen. Diikuti dengan media sosial resmi HMFILM (@hmfilm_umn) sebanyak 25 persen, media kampus (ULTIMAGZ, UMN TV, dan UMN Radio), dan e-mail student yang masing-masing sebanyak 4,2 persen.

Satu tahun sudah berlalu bagi kepengurusan Gen 4 HMFILM untuk melaksanakan tugasnya sebagai himpunan. Lalu, bagaimana dengan program kerja (proker) yang sudah direncanakan dan dieksekusi?
Tentang Program Kerja HMFILM Gen 4
Adapun proker yang dirancang oleh HMFILM Gen 4, yaitu Moving Image Production (MIP) Awards, Almanac, dan Perkenalan Prodi, sebagai proker utama. Lalu Filme, Malam Akrab Film dan Animasi (MAFIA), dan Art Survival Kit (ASK).
Almanac merupakan proker eksibisi untuk mengapresiasi karya mahasiswa prodi animasi. Setelah dipamerkan, karya-karya tersebut akan diberikan penghargaan. Selain itu, ada juga job fair dalam Almanac yang mengundang beberapa studio animasi.
Mahasiswa peminatan Film pun memiliki acara penghargaan serupa tapi tak sama, yaitu MIP Awards. Beda halnya dengan Almanac yang berupa eksibisi, MIP Awards bertitik berat pada screening hasil karya mahasiswa program studi (prodi) Film dan diskusi dengan narasumber. Uniknya, awal mula proker ini tidak lahir begitu saja.
“Moving Image Production ini sebenernya nama mata kuliah yang dijadikan acara, that’s why yang di screening acaranya itu karya-karya dari anak-anak kelas itu,” ujar Wakil Ketua HMFILM Gen 4 Ivana Jocelyn Wijaya.
Lalu, proker utama yang terakhir adalah perkenalan prodi. Proker ini termasuk dalam rangkaian acara OMB UMN yang bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru kepada prodinya masing-masing.
Jika diukur dengan skala 1-5, sebagian besar responden menjawab 3 saat ditanya seberapa tahu mereka tentang proker HMFILM Gen 4.

Adapun proker HMFILM Gen 4 yang paling diketahui mahasiswa jurusan Film dan Animasi secara berurutan adalah MIP Awards sebanyak 96 persen, Almanac sebanyak 75 persen, MAFIA 41,7 persen, dan Filme 4,2 persen.

Pada masa kepemimpinan Ardi Aryaguna dan Ivana Jocelyn Wijaya sebagai Ketua dan Wakil Ketua HMFILM Gen 4, ada beberapa proker yang tidak terlaksana seperti Filme, MAFIA, dan ASK.
Alasan utama ketiga proker ini tidak bisa direalisasikan adalah kurangnya sumber daya manusia untuk menjalankan proker tersebut. Terlebih ketika itu HMFILM terlibat dalam agenda Campus Visit yang menjadi proker insidental. Maka dari itu, HMFILM lebih memfokuskan Campus Visit.
Tentunya HMFILM Gen 4 memiliki mimpi dan visi untuk melaksanakan program kerja baru. Akan tetapi, keterbatasan waktu dan sumber daya manusia ditambah masa transisi perkuliahan daring ke luring harus menghentikan langkah HMFILM Gen 4. Ini pun menjadi harapan pengurus HMFILM Gen 4 untuk penerusnya nanti.
“Proker baru dan besar belum tentu bisa dilaksanakan di masa satu jabatan, justru kita bisa jadi fondasi awal banget agar bisa terlaksana di gen-gen selanjutnya,” ungkap Ivana.
ULTIMAGZ menemukan beberapa responden yang mengevaluasi kinerja proker HMFILM Gen 4. Salah satunya berupa pengaturan waktu dan lini masa kegiatan yang masih perlu ditingkatkan.
“Masing-masing (proker) punya BPH panitia lagi, walaupun kita kasih masukan, kita tetap bebasin mereka untuk berkreasi,” jelas Ivana.
Namun, di akhir penjelasan, ia juga menyetujui bahwa memang terkait hal tersebut masih perlu banyak diperbaiki, baik dari timeline kegiatan dan teknis supaya lebih tertata.
Kurangnya Aspirasi Mahasiswa Film dan Animasi UMN
Adapun dari hasil survei yang ULTIMAGZ buat, sebanyak 95,8% mahasiswa menjawab bahwa mereka belum pernah memberikan aspirasi kepada HMFILM Gen 4. Rata-rata mahasiswa menjawab karena tidak tahu cara untuk menyampaikan pendapatnya.

Menanggapi hal tersebut, Ivana menjelaskan bahwa HMFILM Gen 4 sendiri membuka forum aspirasi yang dibuat oleh divisi Research and Development. Forum aspirasi tersebut disebarkan kepada mahasiswa melalui media sosial. Ivana berpendapat bahwa menjangkau mahasiswa secara daring tersebutlah yang menjadikan kendala.
“Memang reach secara online gak gampang walaupun kita sediakan, belum tentu notifnya langsung dibuka dan (mahasiswa) mau isi,” ujar Ivana. Atas hal tersebut, Ivana mengaitkan karena masih kurangnya awareness dari mahasiswa Film dan Animasi sendiri.
Namun, Ivana juga mengakui bahwa HMFILM Gen 4 cenderung masih kurang dalam menyebarkan forum aspirasinya kepada mahasiswa. “Kemarin di-blast-nya kurang maintain dari HMFILM (Gen 4), hanya di satu bulan saja dan kurang di-follow up,” ujarnya.
Menurut Ivana, keluhan atau aspirasi yang paling sering disuarakan mahasiswa kepada HMFILM Gen 4 adalah fasilitas Gapura. Kemudian, ada juga keinginan mahasiswa agar prodi Film dan Animasi dapat lebih memberikan pengajaran yang lebih spesifik. Tindakan yang dilakukan oleh HMFILM Gen 4 sendiri yaitu meneruskan saran-saran tersebut kepada kepala prodi.
“HMFILM gak punya otoritas untuk menindak langsung, (saran-saran) diteruskan ke dosen pembimbing kami, lalu lanjut ke kaprodi,” jelas Arya kepada ULTIMAGZ.
Baca juga: HIMMA Gen 12: Sukses Tapi Perlu Maksimalkan Aspirasi
Adapun harapan yang disampaikan oleh Gen 4 kepada Gen 5 adalah supaya lebih merangkul prodi. Seperti dengan menciptakan hubungan yang baik dan bijaksana dalam mengurus himpunan serta dalam membuat keputusan. Gen 4 juga berharap supaya menjadikan kinerja Gen 4 sebagai bahan evaluasi.
“(Peralihan online ke) offline (kemarin) sudah cukup untuk mengetahui bagaimana workflow dari proker offline dan kesalahan apa yang harus diperbaiki,” jelas ketua HMFILM Gen 4.
Penulis: Louis Brighton, Josephine Arella, dan Jessica Elisabeth
Editor: Jessica Elisabeth Gunawan, Nadia Indrawinata, Vellanda
Foto: Margaretha Netha
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!
Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.