Menjadi Pembawa Acara yang Baik ala Maria Selena

Maria Selena membagikan pengalaman serta tips menjadi pembawa acara yang baik dalam acara Kampus Keren, Rabu (2/3), di Lecture Hall, UMN.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Maria Selena, pembawa acara program Selamat Malam Indonesia ANTV mengatakan ada kunci 3V untuk menjadi pembawa acara yang baik. Ia mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara acara “Kampus Keren” di Function Hall, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Rabu (2/3).

3V tersebut adalah verbal, voice, dan visual. Selena menjelaskan bahwa verbal berkaitan dengan bagaimana penyampaian konten agar dapat sampai ke penonton. “Seberapa smart kalian mampu men-deliver pesan tersebut,” kata Selena.

Selena juga menjelaskan bahwa seorang pembawa acara perlu mengatur teknik voice atau suara yang akan digunakan. Hal tersebut disesuaikan dengan konten yang akan disampaikan, sehingga pembawa acara harus mengerti kapan harus bersuara lantang atau pelan. “Intonasinya diperhatikan,” jelasnya.

Di atas verbal dan voice, Selena mengatakan bahwa unsur visual lebih mempengaruhi penonton dibanding kedua unsur lainnya. Selena menyebutkan, 60-70% penonton akan terpengaruh untuk menonton dari unsur visualnya yang menarik atau tidak. “Ketika materi atau konten sudah perfect, tapi kalian tidak ada interaksi dan ekspresi, maka penonton bisa pergi,” kata Selena.

Bagi Selena, seorang pembawa acara juga perlu mengembangkan kemampuannya dalam berbahasa asing. Selain dibutuhkan dalam berinteraksi dengan narasumber, ia mengatakan bahwa hal tersebut dapat membuat seorang pembawa acara terlihat lebih pintar. “Ketika bisa kelihatan pintar, itu yang dibutuhkan di dunia TV presenting,” ujar Selena.

Meski sudah menguasai berbagai teknik tersebut, Selena mengatakan bahwa rasa gugup akan tetap selalu muncul. Namun, hal tersebut wajar terjadi pada setiap orang, tak terkecuali dirinya. Ia pun mengatakan perlunya improvisasi dan kontrol agar tidak bertingkah berlebihan, terutama saat ada gangguan teknis saat live.

“Sisipkan jokes buat menganalisir nervous. Gesture tangan atau tubuh juga bisa ditekankan ketika berbicara. Jadi mimik dan gesture bisa membantu,” ujar Selena.

Penulis: Agustina Selviana
Editor: Alif Gusti Mahardika
Foto: Debora Darmawan