Petugas Keamanan UMN Tamo Tutup Usia

Foto oleh: Roberdy Giobriandi
Monica Pratiwi, mahasiswi Public Relation UMN ikut serta menulis doanya di papan tulis memoriam untuk Alm. Tamo di Kantin Gedung C UMN, Senin (02/07/18).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com Salah satu petugas keamanan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tamo tutup usia pada Sabtu (30/06/18) pukul 09.59. Sosok yang dikenal ramah dan disiplin tersebut meninggal dunia pada usia 38 tahun. Berdasarkan informasi dari Kepala Petugas Keamanan Sutoro, almarhum meninggal akibat jatuh di kamar mandi rumahnya.

“Cerita dari istri Tamo, malam itu almarhum sudah menyampaikan akan melakukan pengamanan wisuda di ICE BSD besoknya. Saat mandi pagi, terjatuh di kamar mandi. Almarhum sempat pingsan dan dibawa ke Rumah Sakit Siloam Karawaci. Setelah dirawat sebentar di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tidak lama Tamo meninggal,” ujar Sutoro.

Hari itu, seharusnya Tamo bertugas menjaga pelaksanaan wisuda XIII UMN di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Seluruh personel keamanan diminta siap di tempat pukul 06.00. Namun, Sutoro mengungkapkan kalau dirinya bingung karena almarhum belum juga sampai pada pukul 09.00. Kemudian, ia mendapat kabar bahwa Tamo telah meninggal.

Tamo yang sudah bekerja di UMN sejak sekitar empat tahun lalu tersebut dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab. Dilihat dari daftar hadir kerjanya, almarhum sangat jarang izin dengan alasan apa pun.

“Saya suka dengan kerjanya. Tamo nggak pernah mengeluh dan cukup bertanggung jawab. Ia jarang sekali absen. Ia juga selalu tampil rapih,” kenang Sutoro.

Di sisi lain, datang pula rasa duka dari civitas academica UMN. Hal itu tampak pada banyaknya kesan, pesan, dan doa untuk almarhum yang ditulis pada papan memoriam di Kantin C UMN, Senin (02/07/18). Diletakkan oleh pihak kemahasiswaan, papan tersebut sudah terlihat penuh dengan doa pada siang hari.

Salah satu mahasiswi yang menuliskan doa untuk almarhum ialah Agnes Tahir atau yang biasa dipanggil Inez (Jurnalistik 2016). Pada hari almarhum meninggal, Inez mengaku merasa melihat dan menyapa almarhum sekitar pukul 07.35 di Lobi Utama Nusantara Hall ICE BSD.

“Waktu wisuda di ICE, gue merasa lihat dan menyapa almarhum. Lalu siangnya kaget dapat info bahwa almarhum meninggal. Ternyata, beliau nggak ke ICE sama sekali. Entahlah semacam pertanda atau orang bilang halu. Sedih banget,” ujar Inez.

Lebih lanjut, Inez berterima kasih pada almarhum yang sudah bertugas dengan baik selama menjadi petugas keamanan di UMN.

“Almarhum orang yang ramah, sering senyum, dan tubuhnya bugar sekaliiii! Gue cuma mau bilang terima kasih sudah menjaga lingkungan UMN dengan baik selama ini,” tambah Inez.

Selain Inez, Monica Pratiwi (Public Relations 2015) yang ikut menuliskan doa untuk almarhum juga turut berduka. Menurut Monic, almarhum merupakan sosok petugas keamanan yang ramah dan pernah beberapa kali membantunya.

“Pernah beberapa waktu lalu saat libur, UMN sebenarnya nggak boleh dibuka. Aku minta tolong almarhum untuk dibukakan karena sudah izin Pak Darman walaupun memang tidak ada suratnya. Akhirnya dibukakan. ‘Yaudah tidak apa-apa, untuk tugas akhir, kan?’ katanya. Jadi dibantu buka. Akhirnya aku bisa masuk UMN dan mengerjakan tugas UAS yang butuh ruangan,” tutur Monic.

Terima kasih Alm. Pak Tamo atas semua kontribusi dalam menjaga keamanan di UMN. Terima kasih juga sudah menjadi teman bagi kami, civitas academica UMN. Doa kami selalu menyertai.

 

Penulis: Geofanni Nerissa Arviana

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Roberdy Giobriandi