ULTIMAGZ Sabet Piala Perak pada ISPRIMA 2020

penghargaan isprima 2020
Penyerahan piala silver winner 'The Best of Java Magazine' kepada Ultimagz dalam ajang Indonesian Student Print Media Awards (ISPRIMA) 2020 pada Jumat (07/02/19) di Grand Mercure Banjarmasin. (ULTIMAGZ/Azhar Dwi Arinata)
Share:

BANJARMASIN, ULTIMAGZ.com – ULTIMAGZ, media independen Universitas Multimedia Nusantara menangkan penghargaan Indonesian Student Print Media Awards (ISPRIMA) 2020 pada Jumat (07/02/20) yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pada ajang yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers Indonesia, ULTIMAGZ mendapatkan piala perak untuk kategori The Best of Java Magazine untuk edisi Maret 2019 Belenggu Bunuh Diri Mahasiswa.

Edisi Maret 2019, Belenggu Bunuh Diri Mahasiswa yang memenangkan ISPRIMA 2020

Geofanni Nerissa Pemimpin Umum ULTIMAGZ 2019/2020 mengatakan memilki ekspektasi mendapatkan penghargaan karena sudah enam tahun mendapatkan penghargaan di ISPRIMA.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk bawa pulang plakat ISPRIMA ini ketujuh kalinya, tapi pastinya kerja keras selama satu tahun ini bukan sekadar berusaha untuk dapetin ISPRIMA aja,” ujar Geofanni.

Selain itu, Geofanni merasa senang akan kemenangan ini. Ia menyebut penghargaaan ini menjadi bayaran simbolik akan kerja keras tim ULTIMAGZ selama satu tahun bekerja. Menurutnya kemenangan ini sekaligus menjadi kado untuk ulang tahun ULTIMAGZ 9 Februari mendatang.

Ilustrator untuk edisi Maret 2019, Celine Mehitabelle mengatakan isu bunuh diri yang diangkat dalam edisi ini memang jadi tantangan tersendiri karena merupakan isu yang sensitif. Maka, ilustrasi karyanya dibuat agar tidak terkesan menyindir orang yang pernah berpikiran untuk bunuh diri atau sedang depresi.

“Gue usahain objek-objek yang ada itu representatif dari apa yang dirasakan oleh mereka. Jadi meskipun enggak ada gambar orang bunuh diri, tapi tetap mewakili isu yang sedang dibahas,” jelasnya.

Celine menceritakan dalam proses pengerjaan ilustrasi, dirinya memulai dengan membaca artikel yang ditulis dalam edisi tersebut dan mencari informasi lebih lanjut mengenai isu bunuh diri.

“Gue baca artikelnya dulu dan cari lebih lanjut tentang bunuh diri itu dari internet, kayak penyebab terbesarnya. Nah, dari hasil analisisnya, depresi jadi penyebab orang bunuh diri. Dari situ gue ambil ‘feel’ dari apa yang orang rasain kalau lagi depresi atau stres,” tuturnya.

 

Penulis: Theresia Amadea

Editor: Abel Pramudya

Foto: Azhar Dwi Arinata