Windu Jusuf: Film Jurnalistik Berikan Image Heroik pada Jurnalis

Editor Cinema Poetica, Windu Jusuf, berbagi cerita mengenai film berbau jurnalistik dalam diskusi film "Spotlight" yang diselenggarakan di Lecture Hall UMN, Selasa (29/3)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Editor Cinema Poetica Windu Jusuf dalam acara pemutaran dan diskusi film Spotlight yang diadakan oleh UMN Juice dan Remotivi, menyatakan bahwa film bertema jurnalistik memberikan image heroik kepada jurnalis. Pasalnya, dalam film Spotlight, jurnalis investigasi seolah bisa melakukan hal yang polisi dan detektif lakukan.

Pada acara yang digelar di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Selasa (29/3) kemarin, Windu menuturkan bahwa pada akhir tahun 50an, film bertema jurnalistik tidak terlalu populer dan kurang disukai masyarakat. Hal tersebut dikarenakan lebih menampilkan sisi buruk dari dunia jurnalistik.

Namun, film bertema jurnalistik mulai digemari lagi akhir-akhir ini. Pasalnya, kini image heroik jurnalis lah yang ditampilkan dalam film-film tersebut.

“Jurnalis harus menjaga konsistensinya dengan melakukan investigasi-investigasi dengan baik dan tuntas, agar image heroik yang ditampilkan dalam beberapa film tidak rusak,” tambah Windu.

Film Spotlight sendiri merupakan adaptasi dari kisah nyata, dimana tim investigasi “Spotlight” milik surat kabar The Boston Globe menginvestigasi kasus pelecehan seksual yang dilakukan pendeta katolik Roma terhadap anak dibawah umur di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.

Dalam film tersebut, jurnalis investigasi tim “Spotlight” berhasil mengungkap fakta tentang kasus tersebut. Meski awalnya diragukan dan kurang dipercaya narasumber serta masyarakat, akhirnya tim tersebut justru meraih kepercayaan keduanya usai cerita kasus tersebut dipublikasi di surat kabar The Boston Globe.

Film tersebut juga meraih penghargaan Oscar dalam kategori Best Screenplay dan Best Picture. Sedangkan pada kisah aslinya, tim “Spotlight” membawa The Boston Globe menerima penghargaan jurnalistik Pulitzer, untuk pelayanan publik pada tahun 2003.

 

 

Penulis : Natalia Setiawan

Editor : Alif Gusti Mahardika

Foto : Angelina Rosalin