Jumlah Ruangan Khusus Ber-AC Belum Mencukupi Kebutuhan

DKBM UMN dalam akun Instagram-nya mengumumkan perihal penggunaan AC untuk kegiatan di atas jam 5 pada Sabtu (19/10/19). Dalam pengumuman itu, mahasiswa yang akan berkegiatan dianjurkan meminjam ruangan yang memiliki AC terpisah. (ULTIMAGZ/Rafaela Chandra)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com—Dewan Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (DKBM UMN) menjelaskan perihal pendingin ruangan untuk ruang kelas di atas jam 17.00 di akun resmi Instagram DKBM (@dkbmumn). Ketua DKBM Chen Qinghui, menjelaskan bahwa mahasiswa dapat menggunakan ruang kelas yang disediakan yang terdapat AC terpisah. Ruangan yang dapat digunakan hanya kelas B301 – B305, D203 dan D211, serta ruang Mentawai dan Halmahera.

“Ada ruang rapat seperti, ruang Mentawai dan Halmahera kalau mahasiswa pinjam bisa langsung diminta dinyalakan ACnya. Kalau ruang kelas pihak BM sendiri pernah menjelaskan kalau pinjam satu kelas antara B301-B305 itu bisa pinjam satu kelas saja tidak semua kelas dipinjam,” jelas Qing.

Berdasarkan pantauan Ultimagz, ruang kelas B301 merupakan ruang kerja media Masterpiece dan B305 adalah Lab. Otomatis Industri dan Lab. Sistem Kendali. Artinya, ruangan yang bisa digunakan mahasiswa di luar jam kuliah hanya B302-B304, ruang Halmahera dan Mentawai.

Menurut perwakilan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ruangan khusus yang jumlahnya terbatas tersebut tidak mencukupi kebutuhan tiap UKM.

William Reynold selaku Ketua Ultima Sonora kapasitas ruangan khusus tersebut tidak memenuhi kebutuhan UKM dari segi kuantitas. Karena tidak hanya UKM yang memerlukan ruangan tapi kepanitian di luar UKM juga perlu.

“Secara pribadi, sangat disayangkan karena UKM di UMN cukup banyak, lalu kapasitas ruang yang memilki AC yang disediakan menurutku tidak sebanding, bukannya harus sejumlah UKM yang ada tapi sudah saatnya ada penambahan karena untuk kenyamanan,” ujar William.

Wakil Ketua Rencang Gen 12 Tasya Lauwrensia, memiliki pendapat yang serupa dengan William. Dirinya merasa perlu adanya perbaikan dari sisi sistem ruang kelas dengan AC di atas jam 17.00.

“Wajar kalau AC yang dimatikan setelah 17.00 karena kampus mengedepankan hemat energi. Pernah dijelaskan bahwa AC central dapat dinyalakan ketika banyak kegiatan yang dilaksanakan di lantai yang berdekatan, tapi untuk realisasi belum kami rasakan sampai saat ini,”

“Kebutuhan untuk AC sendiri sangat penting menurut saya, kegiatan menjadi kurang kondusif karena susana yang sesak dan panas di dalam ruangan,” tambahnya.

Selain Tasya, Velia Jung Ketua Qorie, berpendapat ruangan khusus dengan pendingin ruangan diperlukan tiap UKM. Kenyataanya, dirinya malah menemui sebelum jam 19.00 AC sudah dimatikan. Padahal banyak UKM yang sudah menorehkan prestasi di luar sana, tetapi belum mendapatkan fasilitas yang seharusnya memang diberikan seperti AC.

“Menurut saya, agak sulit juga kalau pakai ruang kelas (terutama di gedung B karena setahu saya ACnya kalau mati, mati semua). Bahkan kadang belum jam 7 udah dimatiin. Menurut saya perlu adanya beberapa ruangan khusus untuk seni yang pemakaian ACnya pakai AC remote saja jadi gak central,” tutur Velia.

 

Penulis: Theresia Amadea

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: Rafaela Chandra