Pasca Insiden Penabrakan GrabWheel, Dishub DKI Larang Penggunaan Otopet Listrik di Jalan Raya

Dishub DKI melarang penggunaan GrabWheel untuk sementara waktu setelah insiden penabrakan yang terjadi pada Minggu (10/11/19). (Foto: liputan6.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Dua pengemudi otopet listrik GrabWheel tewas tertabrak oleh mobil Camry di kawasan Fx Sudirman, Jakarta, Minggu (10/11/19). Selain menimbulkan dua korban jiwa, insiden yang kasusnya viral melalui cuitan Twitter ini turut membuat empat orang pengemudi lainnya luka-luka. Menanggapi kasus ini, Dinas Perhubungan Jakarta melarang penggunaan otopet listrik di jalan raya untuk sementara waktu.

“Kita akan sampaikan mereka stop dulu, jangan dioperasionalkan di kawasan itu sambil menunggu regulasi yang akan kita terbitkan,” ujar Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo seperti yang dikutip dari okezone.com.

Selain melarang penggunaan otopet listrik di jalan raya, Dishub DKI juga melarang pengguna untuk berkendara di jembatan penyeberangan orang (JPO) dan trotoar. Tempat yang diperbolehkan untuk berkendara adalah jalur sepeda. Pun, waktu penyewaan kendaraan tersebut diharapkan usai pada pukul sebelas malam.

Sejatinya, otopet listrik GrabWheel dihadirkan untuk pengguna yang ingin menempuh perjalanan jarak pendek dalam waktu yang singkat. Dengan harga sewa lima ribu rupiah per tiga puluh menit, GrabWheel diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan transportasi untuk penduduk di kota metropolitan.

Indonesia merupakan negara kedua tempat peluncuran transportasi ini setelah Singapura. Dirilis pada 12 Mei 2019 lalu, GrabWheel dapat digunakan dengan aplikasi Grab dan metode pembayaran digital OVO.

Namun, sebagian masyarakat menggunakan GrabWheel sebagai kegiatan rekreasi. Masyarakat rela menarik kocek untuk bermain-main dengan otopet yang acap kali diasosiasikan sebagai alat permainan. Harga yang terjangkau serta cara penggunaan yang mudah membuat GrabWheel menjadi sarana hiburan baru di padatnya Ibukota.

Sementara itu, pengemudi berinisial DH yang melakukan aksi tabrak tidak ditahan oleh kepolisian. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar menyatakan tidak melakukan penahanan adalah karena adanya pertimbangan tersangka tidak akan menghilangkan barang bukti maupun melarikan diri. Ada pun alasan dibalik penabrakan ini dikarenakan DH mengonsumsi alkohol sehingga kehilangan konsentrasi saat menyetir.

 

Penulis: Andi Annisa Ivana Putri

Editor: Ivan Jonathan

Sumber: okezone.com, liputan6.com, kompas.com

Foto: liputan6.com