Ketua OMB UMN 2020: ‘Problem Solving Skill’ Meningkat

inaugurasi OMB umn 2020
Penayangan video inaugurasi dari ketua panitia OMB UMN 2020 Regine Meliani sebagai penutup rangkaian acara Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) pada Rabu (19/8/2020). (ULTIMAGZ/ Elisha Widirga)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2020 resmi berakhir pada Rabu (19/08/20). Ketua OMB UMN 2020 Regine Meliani mengungkapkan bahwa terdapat beberapa keterampilan baru yang didapatkan panitia melalui orientasi daring perdana ini, khususnya kemampuan penyelesaian masalah.

“Keterbiasaan memanfaatkan teknologi sangat jauh meningkat. Terus kayak, berusaha memprediksi yang enggak ada atau enggak keliatan. Kalau ada masalah, kita koordinasi. Secara skill problem solving menurutku jadi benar-benar meningkat. Mengandalkan setiap anggota, enggak cuma bergantung ke koor, karena tempatnya benar-benar seperate dan juga per-breakout room mereka mengandalkan dirinya sendiri,” tutur mahasiswi Strategic Communication UMN angkatan 2017 ini.

Regine juga menjelaskan bahwa melalui OMB daring ini, peran semua divisi lebih terlihat, “kalau di offline orang-orang ingetnya beberapa divisi yang mereka sangat sering lihat: di panggung, atau di sebelah mereka karena ditegur terus. Tapi menurutku semua (di OMB daring) dapat porsi, di highlight juga tiap divisi.” 

Menurut Regine sendiri, terdapat beberapa pro dan kontra dari pelaksanaan OMB daring ini. Salah satunya, kendala yang biasanya terjadi di lapangan dan dapat memengaruhi penyerapan materi, kini menjadi lebih baik.

“Penyerapan konten penyerapan maba (mahasiswa baru)-nya lebih bagus. Karena suara pasti jelas, ppt (Power Point) pasti keliatan, enggak mungkin ketutupan bayang-bayang matahari. Positifnya lagi, kita jadi deket. Meskipun berjarak, kita deket. Bisa lihat muka-muka mabanya satu persatu. Lebih efektif dari segi waktu, karena tidak ada waktu untuk jalan atau perpindahan,” kata Regine.

Untuk kekurangannya sendiri, menurut Regine, lebih ke tantangan pada kompleksnya sistem yang digunakan.

“Kita pun karena baru pertama kali juga, baru tahu untuk sistem-sistemnya sangat banyak dan kompleks dan harus dipahami banyak orang. Kalau ada miss sedikit jadi ada kendala yang lumayan. Tantangannya, kita belum terbiasa. Di hari H baru bener-bener menyesuaikan, meskipun akhirnya menyesuaikan juga,” tutupnya.

 

Pertumbuhan hari kedua Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) menggelar seminar ‘Nasionalisme dan Anti Radikalisme” oleh Hamli selaku Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada Rabu, (19/8/2020). (ULTIMAGZ/Elisha Widirga)

 

Pada hari kedua OMB UMN 2020 ini, mahasiswa diajak untuk memiliki prinsip yang teguh melalui pemaparan seminar oleh Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen. Pol. (Purn.) Ir. Hamli, M.E. Seminar tersebut membahas soal nasionalisme dan anti radikalisme dalam dunia perkuliahan.

Hal ini sesuai dengan tagline OMB UMN 2020, yaitu “Teguh Berpiak, Siap Berdampak” yang bertujuan agar mahasiswa mempunyai prinsipnya sendiri, dipegang secara kuat, serta dapat berdampak baik bagi sesamanya.

Setelah seminar, acara OMB berlanjut dengan kuliah Sayaka (Person In Charge) menjelaskan perihal perbedaan siswa dan mahasiswa, 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun), serta penjelasan mengenai tagline OMB itu sendiri. Para mahasiswa dibekali dengan semangat dan motivasi agar siap menyandang peran sebagai ‘mahasiswa’.

Penulis: Xena Olivia

Editor: Agatha Lintang

Fotografer: Elisha Widirga