Mahasiswa UMN Dinobatkan Sebagai Duta Bahasa Banten 2019

Duta Bahasa Banten 2019 perwakilan dari UMN. Mereka adalah (kiri ke kanan) Wirawan (Terbaik I Duta Bahasa Banten 2018), Evelyn Saraswati Hutani (Finalis 10 Besar Duta Bahasa Banten 2019), Habel Elia Natanael Santoso (Terbaik I Duta Bahasa Banten 2019), Angelia Rosta Stanlee (Terbaik III Duta Bahasa Banten 2019), Michelle Damayanti (Finalis 5 Besar Duta Bahasa Banten 2019), dan Ruben Irwandi (Finalis 5 Besar Duta Bahasa Banten 2019). (Sumber: Dokumentasi Angelia Rosita)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Jurusan Komunikasi Strategis 2017 Habel Elia mendapat gelar sebagai Duta Bahasa Banten 2019. Pemberian gelar ini dilaksanakan di Hotel Puri Kayana, Serang, Minggu (16/07/19). Menurut Habel, pemeliharaan bahasa penting dilakukan pada zaman yang dinamis saat ini.

“Menurut saya, pemeliharaan penggunaan bahasa saat ini harus sangat diperhatikan. Kita memasuki zaman yang kerap memiliki mobilitas serta perubahan yang tinggi, maka perlu juga diimbangi dengan pemeliharan bahasa,” kata Habel melalui wawancara pesan singkat kepada Ultimagz. Lebih dari itu, menurutnya, riset terpisah menunjukkan perkembangan zaman berbanding terbalik dengan penggunaan bahasa Indonesia dan daerah.

Selain Habel, Angelia Rosta Stanlee (Desain Komunikasi Visual 2018) juga mendapat gelar sebagai Terbaik III Duta Bahasa Banten 2019. Menurut Angel, bahasa Indonesia semakin jarang digunakan oleh masyarakat. Adapun, generasi muda malah gemar menggunakan bahasa asing dalam keseharian mereka. Padahal menurut Angel, bahasa Indonesia bukan sekadar berperan sebagai bahasa nasional atau pemersatu. Bahasa Indonesia merupakan identitas Tanah Air.

“Kondisi pelestarian bahasa Indonesia sekarang bisa dibilang miris. Maka dari itu, saya berupaya untuk mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” ungkapnya melalui wawancara pesan singkat.

Dengan gelarnya sebagai Duta Bahasa Banten 2019, Habel dan Angel akan berkontribusi nyata pada masyarakat melalui krida atau program mereka. Krida tersebut akan menyasar pada masyarakat Banten.

Angel mengaku akan melakukan krida bertajuk “Reka Ulang Cerita Rakyat Banten”. Angel akan mendesain ulang buku cerita rakyat Banten dengan melibatkan anak-anak di Roemah Tawon, yaitu sebuah rumah pendidikan non-profit bagi anak-anak di Tangerang. Harapannya, program itu bisa meningkatkan literasi masyarakat Indonesia.

Habel dan Angel sepakat bahwa sebenarnya mahasiswa bisa ikut berpartisipasi dalam melestarikan bahasa Indonesia. Caranya yaitu dengan meningkatkan kesadaran diri akan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Salah satu langkah kecilnya bisa dilakukan dengan menulis takarir (caption) yang tepat dan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Selain Habel dan Angel, tahun ini ada pula tiga perwakilan UMN lainnya dalam pemilihan Duta Bahasa Banten. Mereka adalah Ruben Irwandi (Jurnalistik 2016) dan Michelle Damayanti (Arsitektur 2018) sebagai Finalis 5 Besar Duta Bahasa Banten 2019, serta Evelyn Saraswati Hutani (Public Relations 2016) sebagai Finalis 10 Besar Duta Bahasa Banten 2019. Ini menjadi kali keempat mahasiswa UMN menerima predikat sebagai Duta Bahasa Banten. Sebelumnya, Aldo Rusli (Public Relations 2012), Diana Valencia (Jurnalistik 2015), dan Wirawan (Jurnalistik 2016) menjadi Duta Bahasa Banten pada 2015, 2017, dan 2018.

Pemilihan Duta Bahasa Banten merupakan ajang pemilihan Duta Bahasa yang berjenjang. Dimulai dari tingkat provinsi hingga nasional, setiap tahunnya pemilihan Duta Bahasa diadakan guna mencari putra-putri terbaik yang bisa menjadi pelopor dalam penggunaan bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Pemilihan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, dan Kantor Bahasa Banten.

Sebelum dipilih menjadi Duta Bahasa Banten, para peserta melalui uji kemampuan yang ketat, yaitu mulai dari Ujian Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI), wawancara mengenai wawasan bahasa Indonesia, kebudayaan Banten, bahasa asing, bahasa daerah, dan kepribadian, presentasi krida kebahasaan dan kesastraan, serta unjuk bakat.

 

Penulis: Ignatius Raditya Nugraha

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: Dokumentasi Angelia Rosita