Taylor Swift Beri Pesan untuk Politik AS Lewat “You Need to Calm Down”

Taylor Swift tampil di acara iHeart Radio Wango Tango 2019 pada Sabtu (01/06/19) di Carson, California, Amerika Serikat. (Foto: Jeff Kravitz/Film Magic for iHeart Media)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com-Penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Taylor Swift mengunggah video klip You Need to Calm Down pada Senin (17/06/19) sebagai bentuk dukungannya terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ). Dalam single kedua dalam album ketujuhnya yang bertajuk Lover, Swift memberikan beberapa pesan kepada kondisi politik di Amerika Serikat.

Lagu tersebut rilis pada Jumat (14/06/19), sama seperti hari ulang tahun Donald Trump. Presiden Amerika Serikat ke-45 ini memiliki kebijakan administratif anti-LGBTQ.

Dalam laporan National Coalition of Anti-Violence Program (NCAVP), sepanjang pemerintahan Trump kekerasan terhadap kaum LBGTQ di Amerika Serikat meningkat hingga 86 persen. Koalisi NCAVP mengungkap bahwa rata-rata ada satu orang dari kaum LGBTQ yang tewas setiap minggunya di Amerika Serikat sepanjang tahun 2017.

Oleh karena itu, Swift berkata kepada CBCNews bahwa ia membuat lagu dengan lantunan ceria ini sebagai perayaan dari apa yang dirasakan, yaitu sebuah penerimaan.

Klip ini ditutup dengan pesan dari Swift, “Mari kita tunjukan kebanggaan kita, bahwa hukum kita benar-benar memperlakukan semua warga negara kita secara setara. Tolong tanda tangani petisi saya di Change.org sebagai dukungan senat atas Undang-undang Kesetaraan.”

Swift membuat dan mengajak semua warga untuk menandatangani petisi agar mendukung tindakan kesetaraan di muka politik dan hukum Amerika Serikat. Apabila Rancangan Undang-undang (RUU) yang saat ini ada di kongres disahkan, Amerika akan mengubah hak-hak sipil untuk melarang diskriminasi berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender. Hingga saat ini, ada 368.000 orang yang telah menandatangani petisi Support the Equality Act yang dibuat oleh Swift.

Lirik dalam lagu You Need to Calm Down juga didedikasikan untuk orang-orang yang suka mencela orang lain, terutama orang-orang homofobia. Salah satunya adalah “Mengapa kamu marah ketika kamu bisa menjadi GLAAD?” GLAAD merupakan sebuah organisasi media yang mengangkat hal-hal mengenai LGBTQ.

Klip Swift juga tidak luput dari kehadiran pengunjuk rasa sambil membawa papan yang bertuliskan kata-kata anti-LGBTQ. Papan protes yang pertama terlihat dalam klip tersebut bertuliskan “HOMASEKUALTY IS SIN!” dengan tulisan “homosexuality” yang pengejaannya salah.

Selanjutnya saat Swift sedang berjemur dengan teman-temannya, pengunjuk rasa kembali hadir dalam klip. Salah satunya memegang papan bertuliskan “GET A BRAIN MORANS!”  dengan pengejaan “morons” yang salah. Dikutip dari INSIDER, mungkin ini cara Swift untuk mengatakan bahwa orang homofobia masih harus mendidik dirinya sendiri.

Salah satu pengunjuk rasa sedang membawa papan anti-LGBTQ bertuliskan “GET A BRAIN MORANS!” dalam video klip ‘You Need to Calm Down”. (Foto: youtube.com)

Video klip You Need to Calm Down dimeriahkan oleh selebriti yang merupakan insan LGBTQ yaitu Ellen DeGeneres, Billy Porter, RuPaul, Jesse Tyler Ferguson, Adam Lambert, Hannah Hart, dan Tan France. Hingga saat ini, video klip You Need to Calm Down sudah diputar sebanyak 44 miliar kali.

 

Penulis: Elisabeth Diandra Sandi

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Sumber: cnnindonesia.com, insider, reuters.com, tirto.id

Foto: Jeff Kravitz/Film Magic for iHeart Media, youtube.com